Title : Story About Donghae’s
Sister Part 5 [End]
Author : AkaneHeeHee (@akane970117)
Rating : PG-15
Category :
Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Cast : Lee Dongrin (OC), Lee
Donghae, Kim Heechul, and find the another cast
Desclaimer : I only own the plot, the characters
are belong to themselves. Do not take it out without permission.
Backsound : Siapkan lagu-lagu mellow seperti :
Super Junior - Hate U Love U, Super Junior -
Reset, Super Junior K.R.Y - What If, Super Junior K.R.Y – The one I
Love, Super Junior K.R.Y - Let’s Not, Super Junior - In My Dream, TVXQ - Stand
By U. Lagu-lagu tersebut nantinya berguna di beberapa adegan tertentu ^^. Biar
kerasa feelnya.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE
THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story About
Donghae’s Sister
===
[Dongrin POV]
“Dongrin,” ucap sebuah suara. Aku segera mengusap air
mataku.
“Nuguya?” tanyaku tanpa menengok siapa yang datang.
“Ini aku! Kyuhyun. Hehe,” ucap suara tadi yang ternyata
berasal dari Kyuhyun oppa.
“Kenapa kemari?” tanyaku lagi.
“Tidak boleh ya?” tanyanya balik.
“Boleh saja,” ucapku.
“Kenapa kau tidak mau melihatku, sih? Eh..aku bertanya
sesuatu padamu boleh tidak?” tanya Kyuhyun oppa lagi.
“Wajahmu jelek! Aku takut melihatnya. Mau bertanya apa?”
ucapku sambil tersenyum tipis.
“Dasar yeoja aneh! Aku ingin bertanya, tapi jawab
jujur yah!” ucapnya sedikit kesal.
“Hmm..ne..ne, ppali,” ucapku akhirnya mau melihatnya.
“Satu pertanyaan saja!” tambahku.
“Heei! Matamu kenapa? Kok sembab, habis menangis ya?”
tanyanya saat melihat mataku yang sembab.
“Ini karena aku baru bangun tidur, bodoh,” ucapku berbohong.
“Sudah satu pertanyaan, tidak boleh bertanya lagi!” tambahku.
“Ya! Itu bukan pertanyaanku yang sesungguhnya!! Jebal...yah,”
ucapnya memohon.
“Ne...ne arasseo! Kenapa oppa?” tanyaku lalu
mengambil minuman yang berada di meja sebelahku.
“Kenapa kau akhir-akhir ini dekat sekali dengan Heechul hyung?”
tanyanya penuh kecurigaan.
“Uhhuukk-uhhukk...” aku tersedak minuman yang baru saja
kuminum saat mendengar pertanyaan Kyuhyun oppa.
“Kami ini kan hanya berteman biasa! Ada apa sih denganmu?
Aku menganggapnya kakak, dan dia menganggapku adik,” ucapku sambil setengah
berteriak karena Kyuhyun oppa tadi membuatku tersedak minuman.
“Jinjja? Aku curiga denganmu,” ucap Kyuhyun oppa
sambil menyipitkan matanya.
“Aigoo, ada apa denganmu, Kyu?” ucapku.
“Yaa! Apa-apaan kau memanggilku seperti itu? Barusan kau
memanggilku ‘Oppa’, sekarang memanggilku dengan ‘Kyu’ saja!”
“Wae? Tidak boleh?” ucapku sambil meminum minumanku
lagi. “Tidak! Ooh, ayolaah! Aku tau kau tadi hanya berbohong! Terlihat dari
sorot matamu,” ucap Kyuhyun oppa.
“Umh...tapi..” ucapku menggantungkan kalimat. “Tapi kenapa?
Kau takut aku akan membocorkannya? Oh, tenanglah! Aku tidak seperti Kangin hyung,”
ucap Kyuhyun oppa meyakinkanku.
“Bukan itu, tapi aku juga akan bertanya satu hal padamu, Otthokae?
Setuju?” ucapku sambil menyeringai menakutkan.
“Ne arasseo! Ppali, cepat jawab pertanyaanku tadi!”
ucapnya tidak sabar.
“Jadi begini! Sebenarnya aku, menyukai Heechul oppa,”
ucapku. Kurasakan pipiku memanas dan Kyuhyun oppa menertawaiku.
“Yaa!! Kenapa kau tertawa? Kau mengejekku, huh?” ucapku
sedikit emosi.
“Ah aniya! Ok..ok! Lalu, apa kau tau alasan mengapa
Heechul hyung dekat denganmu?” tanyanya lagi.
“Molla, mungkin alasannya dekat denganku karena dia memang
menganggapku sebagai adik,” ucapku santai.
“Ok...sekarang gantian aku yang bertanya! Aku
lihat...sekarang kau...dekat dengan salah satu temanku,” ucapku sambil
meliriknya tajam.
“Hhh...yang benar saja?” ucap Kyuhyun oppa sedikit
tidak percaya.
“Oppa, Kau harus jujur! Kalau kau tidak jujur, aku
akan menyumpahimu kalau kau tidak akan bisa mengalahkan siapapun saat bermain
Starcraft,” ucapku dan sukses membuatnya mau berbicara jujur.
“Aaahh...arasseo! arasseo! Memang menurutmu,
aku dekat dengan siapa?” tanyanya.
“Hmm...Jongrin onnie,” ucapku sambil tersenyum
menggoda.
“Y...yaaa!! kenapa kau bisa tau?” ucapnya. Aku dapat melihat
semburat merah di pipinya. Entah itu karena malu atau marah.
“Hahahahaa...benar kan! Kau menyukai Jongrin onnie,
ya? Ayoo! Jujur padaku,” ucapku.
“N...ne,
tapi...aku tidak tau apakah dia juga menyukaiku, atau tidak” ucap Kyuhyun oppa
pesimis.
“Dia menyukaimu!” ucapku tiba-tiba.
“Ooops,” ucapku sambil menutup mulutku saat aku sadar bahwa
aku membocorkan rahasia Jongrin onnie.
Aku melihat perubahan mimik wajah Kyuhyun oppa yang
sekarang menjadi ‘Cengoh’ tidak percaya akan kata-kataku.
“Terserah kalau tidak percaya! Lebih baik, kau cepat-cepat
menyatakan perasaanmu padanya, karena masih ada satu lagi orang yang menyukai
Jongrin onnie,” ucapku enteng sembari mengotak-atik ponselku.
“Hah? Siapa?” tanya
Kyuhyun oppa agak emosi karena mengetahui dia punya saingan.
“Ada deh,” ucapku sambil menjulurkan lidahku pada Kyuhyun oppa.
“Yaa!! Siapa?” ucapnya. Kurasa emosinya sekarang sudah
memuncak.
“Shireo! Nanti kalau aku memberi tahumu, kau akan
menyiksaku sehingga aku akan lebih lama di rumah sakit yang membosankan ini,”
ucapku setengah berteriak.
“Sudah ya, Oppa! Aku lelah, mau tidur,” ucapku
mengusirnya.
“Hhh...ya sudahlah! Sebentar lagi Heechul hyung akan
kesini! Jangan berkelahi, ya!” ucapnya menasehatiku.
“Oppa, aku bukan anak kecil!” ucapku sambil
mengembungkan pipi.
“Ya sudah...annyeong!” ucapnya. Tetapi aku tidak menjawabnya
dan langsung mencoba untuk tidur.
Tetapi beberapa saat kemudian, sebelum Kyuhyun oppa benar-benar
keluar dari ruanganku. Aku memanggilnya.
“Oppa,” teriakku.
“Ne? Katanya mau tidur?” ucapnya dengan wajah datar.
“Sekarang kau pergilah ke taman rumah sakit. Jongrin onnie
ada di situ,” ucapku sambil mengepalkan tanganku, berniat untuk memberi Kyuhyun
oppa semangat.
“Ne, gomawo,” ucapnya dan akhirnya keluar dari
ruanganku.
Akupun kembali melanjutkan aktivitasku yang tertunda
beberapa saat. Yaitu, TIDUUUR~
[Heechul POV]
Seperti hari-hari kemarin. Sekarang aku giat menjenguk
Dongrin. Sampai nomor ruang rawat Dongrin pun aku sudah hafal di luar kepala.
Hari ini, aku tidak membawakannya coklat lagi. Karena perawat yang biasanya
merawat Dongrin melarangku.
Yah, sudahlah, tidak apa! Toh kedatanganku sudah membuatnya
bahagia. Aku sampai di depan pintu ruang rawat Dongrin. Aku sudah akan membuka
pintu tersebut tetapi aku mengurungkan niatku saat terdengar suara Kyuhyun dari
dalam ruang rawat Dongrin.
“Tapi kenapa? Kau takut aku akan membocorkannya? Oh
tenanglah! Aku tidak seperti Kangin hyung!” ucap Kyuhyun yang sepertinya meyakinkan
Dongrin akan suatu hal.
“Bukan itu! Tapi aku juga akan bertanya satu hal padamu,
Otthokae? Setuju?” sekarang Dongrin yang berbicara.
“Ne arasseo! Ppali, cepat jawab pertanyaanku tadi!”
ucap Kyuhyun, terlihat sekali dari nada bicaranya kalau dia sudah tidak sabar
menunggu jawaban dari Dongrin.
“Jadi begini, sebenarnya aku menyukai Heechul oppa,” ucap
Dongrin lagi. Dan setelah Dongrin mengatakan hal itu. Terdengar Kyuhyun yang
menertawakannya.
‘Hah? Yang benar saja? Dongrin...menyukaiku?’ batinku tak
percaya akan hal yang baru saja kudengar.
“Sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadarinya?” gumamku. Hah,
sudahlah. Lebih baik aku menunggu Kyuhyun keluar saja.
Antara senang, dan menyesal aku pergi ke taman rumah sakit.
Aku senang karena Dongrin menyukaiku dan menyesal karena aku tidak menyadirinya
dari dulu.
“Babo,” gumamku kepada diriku sendiri.
Saat aku sedang bergelut dengan pikiranku. Aku menabrak
seorang yeoja.
“Ah, mianhae,” ucapku tanpa rasa bersalah sedikitpun.
“Oh...kau Jongrin,” ucapku saat menyadari bahwa yeoja
yang baru saja kutabrak adalah Jongrin. Teman Dongrin sekaligus adik Yesung.
“Oppa, kenapa tidak ke ruangan Dongrin?” tanyanya.
“Dia sedang berbicara dengan seseorang, jadi aku pergi dulu.
Aku tidak suka mencampuri urusan orang,” ucapku.
“Kau sendiri?” tanyaku.
“Emh..aku tadi disuruh Dongrin untuk kemari,”ucapnya.
“Jongrin-aa!” panggil seseorang yang ternyata adalah
Kyuhyun.
“Ne, oppa? Wae gurae?” tanya Jongrin dengan
wajah polosnya.
“Bisa bicara sebentar?” tanya Kyuhyun dengan wajah sedikit
gugup. “Hanya kita berdua,” tambah Kyuhyun setelah melirik ke arahku.
“Ah, tentu. Oppa, aku pergi dulu,” ucap Jongrin
sembari melambaikan tangan ke arahku.
Aku dapat melihat Kyuhyun yang sedikit curi-curi pandang ke
arah Jongrin, dan Jongrin yang sedikit kikuk ketika berbicara dengan Kyuhyun.
“Ada apa dengan mereka?” gumamku. “Ah! Sudahlah! Tidak
penting,” tambahku.
Akupun segera menuju ke ruang rawat Dongrin lagi. Aku
membuka pintu itu perlahan. Dan kulihat Dongrin yang sedang tertidur pulas.
Karena aku takut membangunkannya. Lebih baik aku pergi dulu.
Tetapi saat aku berbalik akan membuka pintu. Terdengar suara
Dongrin yang mengigau. “Jinyoung-ah, Kajima! Jangan tinggalkan aku!”
racau Dongrin tidak jelas.
‘Siapa Jinyoung?’ batinku penasaran. Akhirnya, karena rasa penasaranku.
Aku akhirnya menunggu Dongrin sampai dia terbangun.
===
“Eungh...Oppa, sejak kapan Oppa disini?” tanya
Dongrin sambil mengucek matanya.
“Pasti tadi Oppa melihat cara tidurku, ya? Aduuh,
pasti aneh sekali saat aku tidur. Oppa kenapa tidak membangunkanku?”
ucapnya sedikit kesal.
“A..ah, memang kenapa kalau aku melihatmu tidur? Wajahmu
manis saat sedang tertidur. Aku tidak membangunkanmu karena tadi kau baru saja
tidur,” ucapku sambil tersenyum tipis.
“Emh...Dongrin, siapa itu Jinyoung?” tanyaku langsung to
the point .
“Hah? Kenapa Oppa bisa tau nama itu?” ucap Dongrin
setengah terkejut. Terlihat wajahnya yang sedikit sayu. Aku jadi tidak tega
melihatnya.
“Umh...tidak apa! Hanya saja, tadi kau mengigau menyebut
nama orang itu,” ucapku. Tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Dan akhirnya dia
menangis.
Akupun segera mendekatinya dan memeluknya. “Sssh...kenapa
menangis? Maaf, kalau Oppa membuatmu menangis,” ucapku sambil
menenangkan Dongrin.
“Aniyo Oppa, Oppa tidak salah. Aku menangis
karena aku sangat rindu dengan orang bernama Jinyoung itu,” ucapnya masih
sambil menangis. “Oppa, maukah kau menjadi tempat curhatku untuk hari
ini?” tambahnya.
“Ne, silakan kalau kau memang butuh,” ucapku dan
melepaskan pelukanku.
[Author POV]
Akhirnya Dongrin menceritakan tentang masa lalunya yang
sangat pahit itu. Dia menceritakan tentang siapa itu Jinyoung, dan
bagaimana dia bisa sangat merindukan orang itu.
Dongrin merasa sedikit terangkat bebannya setelah dia
menceritakan semuanya ke Heechul.
“Bagaimana kalau kita mencarinya?” tanya Heechul. “Tidak
usah Oppa. Aku ingin melupakannya,” ucap Dongrin.
“Ya sudah, kalau kau ingin melupakannya. Aku tidak akan
melarangmu. HWAITING!” ucap Heechul menyemangati Dongrin.
SREEK...JEGLEEK-->suara pintu digeser, ditutup lagi
“Annyeong Dongrin! Oppa punya segudang berita baik
untukmu,” ucap Donghae yang tiba-tiba masuk dan tersenyum cerah.
“Oppa membawa berita baik apa?” ucap Dongrin yang
langsung berbinar. Dia senang karena Oppanya datang, dan dia juga senang
karena Oppanya datang dengan membawa kabar baik.
“Hari ini kau sudah diperbolehkan pulang. Kau senang bukan?
Heechul hyung! Bantu Dongrin membereskan barangnya. Aku akan mengurus
administrasi,” ucap Donghae dan dia keluar dengan senyum yang masih sama dengan
sebelumnya. Senyum yang cerah.
===
“Eommaaa~~ aku kembali!” teriak Dongrin saat dia
memasuki rumahnya. Rumah yang selama dua minggu ia tinggalkan itu.
“Dongrin-aa. Eomma merindukanmu!” ucap Lee Ahjumma.
“Eomma kenapa tidak pernah menjengukku?” ucap Dongrin
sedikit sedih.
“Mianhae! Jeongmal mianhae. Eomma mengurusi
rumah. Dan eomma juga perlu menjaga anak-anak itu!” ucap Lee Ahjumma
sambil menunjuk beberapa orang namja yang sekarang sedang bermain perang
bantal di ruang tengah.
“Yaaaaaa, ternyata kalian masih disini?” teriak Dongrin saat
menyadari bahwa ternyata semua member Super Junior masih berada di rumahnya.
“Sudah! Lebih baik kau sekarang masuk ke kamarmu!” ucap Lee
Ahjumma.
“Tapi...tapi, nanti mereka mengganggu,” ucap Dongrin sambil
menunjuk Eunhyuk dan Kyuhyun.
“Mereka tidak akan mengganggumu,” ucap Heechul enteng.
Akhirnya semuanya kembali seperti biasa. Mereka menjalani
kehidupan mereka dengan tenang.
-TAMAT-
[readers : ending apaan nih?
Gak ada nyambungnya sama sekali..-___-
Author : terus maunya gimana?
Readers : ya dibuat yang
menarik dong thor! Ayo..mau gak mau harus lanjut.
Auhtor : kan udah tamat
Reader s : LANJUTIN
Auhtor : *mengkerut*]
Ok, gak jadi tamat
===
-3 tahun kemudian-
“Chukkahae,”ucap semua orang yang berada di rumah
Dongrin.
“Gomawo semuanya,” ucap Dongrin dengan senyum yang
merekah.
“Kau mau melanjutkan sekolah di mana?” tanya Donghae.
“Sepertinya di Sangjin University saja oppa!,” ucap Dongrin
sambil melirik ke arah Heechul.
“Ya! Kenapa sama denganku? Lalu kau akan masuk jurusan apa?”ucap
Heechul.
“Hehe, tidak apa-apa kan, Oppa? Aku akan mengambil
jurusan sastra, kalau tidak kesenian atau designer juga boleh,” ucap Dongrin
yang masih bingung menentukan dia akan masuk ke jurusan apa.
“Kenapa tidak memikirkannya dari dulu?” tanya Kyuhyun yang
tentu saja masih sibuk dengan PSPnya.
“Aku tidak sempat memikirkan hal seperti itu. Karena aku
sibuk belajar untuk ujian,” ucap Dongrin ketus.
“Arasseo, kami akan membantumu” ucap Leeteuk.
“Ah, gomawo oppadeul. Seandainya aku bisa membalas
kebaikan kalian,” ucap Dongrin terharu.
“Kau tidak perlu membalasnya Dongrin. Kami membantumu dengan
ikhlas, kok,” ucap Leeteuk lagi.
“Hei...bagaimana kalau kau masuk ke jurusan Arsitektur?”
tanya Kyuhyun.
“Tidak mau!” ucap Dongrin ketus. “Aku ingin ke Sastra Bahasa
Inggris saja,” tambahnya dengan nada yang mantap.
“Yakin mau sastra?” tanya Heechul.
“Iya...aku yakin,” ucap Dongrin.
“Haaah, syukurlah kau langsung memilih jurusanmu. Jadi kita
tidak perlu repot-repot lagi membantumu menentukan jurusan,” ucap Eunhyuk enteng.
“Terserah!” ucap Dongrin ketus dan langsung menuju kamarnya.
“Ya ampuun. Moodnya mudah sekali berubah,” ucap Eunhyuk
lagi.
“Kau sih! Memancing emosinya,” ucap Yesung sambil menjitak
kepala Eunhyuk pelan.
===
“Huaaaaahh, bosaaan!” ucap Dongrin sambil menggonta-ganti
chanel tvnya.
Dongrin langsung menghentikan aktivitas anehnya tersebut
saat dia melihat sebuah MV yang ditampilkan di acara tv tersebut.
“Boyband baru rupanya,” gumam Dongrin. ‘Kenapa namja
itu terlihat familiar sekali ya?’ batin Dongrin saat melihat salah satu namja
di MV tersebut.
O.K,
Let’s Fly
B1A4
Ooo...ooo...come closer baby!
Akhirnya, Dongrin menonton MV tersebut sampai habis. Dan
saat pengenalan membernya. Tubuh Dongrin serasa membeku saat menyadari seorang namja
yang sangat familiar baginya. Seorang namja yang sangat dirindukannya.
Seorang namja yang ingin dilupakannya. Seorang namja yang menjadi
teman masa kecilnya. Dan seorang namja yang meninggalkannya saat mereka
sedang bermain suatu permainan kecil.
Yah...namja itu adalah...
Jinyoung
[Dongrin POV]
‘Tidak mungkin, tidak mungkin itu dia!’ batinku tak percaya.
Perlahan air mataku jatuh. Aku menangis sejadi-jadinya.
Tiba-tiba seseorang memasuki kamarku. Dia memelukku lembut. Yah, memang
sekarang aku sedang butuh seseorang untuk bersandar. Aku masih menangis. Entah
kapan tangisku ini akan mereda.
“Sshh...kenapa menangis lagi? Kau rindu dengannya?” ucap
orang yang memelukku. Ternyata Heechul oppa yang memelukku.
“Ternyata rencanaku untuk melupakannya gagal, Oppa,”
ucapku masih menangis. Lalu Heechul oppa menghapus air mataku.
“Kau ingin bertemu dengannya?” tanya Heechul oppa
kepadaku.
Aku hanya mengangguk di dalam pelukannya. Lalu Heechul oppa
melepas pelukannya.
“Gantilah pakaianmu! Aku akan mengantarkanmu menemuinya,”
ucap Heechul oppa, lalu dia beranjak untuk keluar kamarku.
“Oppa, kenapa Oppa bisa tau aku menangis? Dan
bagaimana Oppa bisa tau kalau aku merindukannya?” tanyaku dengan suara
parau.
“Tidak tau! Hanya feelingku saja untuk datang menenangkanmu,”
ucap Heechul oppa sambil tersenyum tipis.
“Gomawo Oppa,” ucapku.
“Cheonma,” balasnya.
“Eh, Oppa! Jangan bilang pada siapapun ya, yang tau
hanya kau dan aku saja,” ucapku.
“Ne, tenang saja!” ucapnya lagi dan keluar dari
kamarku.
Setelah aku mengganti pakaianku. Aku segera turun kebawah.
Disana sudah ada Eomma, Heechul oppa, Eunhyuk oppa, dan
Donghae oppa.
“Dongrin-aa. Mau kemana?” tanya Donghae oppa.
“Aku...emh,” ucapku mencari alasan yang bagus. “Ah, aku ada
pemotretan, Oppa. Emh, sudah ya! Aku sudah ditunggu. Heechul oppa,
bisakah kau mengantarku?” ucapku.
“Tentu saja, Lee Ahjumma. Aku pergi dulu,” ucap Heechul oppa
yang dibalas anggukan kepala dari Eomma.
“Hyung! Hati-hati,” perintah Donghae oppa dan
dibalas anggukan kepala dari Heechul oppa.
===
Aku sampai di depan gedung WM Entertainment. Aku memandangi
gedung itu cukup lama dan tidak beranjak untuk memasuki gedung itu. Heechul oppa
sudah memakai perlengkapan penyamarannya. Jadi aku tidak takut apabila ada
orang yang menyadarinya. Tetapi tiba-tiba tanganku gemetar dan Heechul oppa
menggenggam erat tanganku.
“Oppa, aku takut menemuinya,” ucapku sambil
memperkuat genggamanku di tangan Heechul oppa.
“Kenapa?” tanyanya.
“Entahlah. Aku sendiri juga tidak mengerti,” ucapku.
“Kau sudah makan?” tanya Heechul oppa lagi.
“Belum,” kataku jujur.
“Kalau begitu ayo
kita makan dulu,” ajak Heechul oppa.
Akupun hanya mengangguk dan mengikutinya berjalan ke arah restourant
yang berada di seberang gedung WM Entertainment.
[Author POV]
“Oppa, kenapa kau baik sekali denganku?” ucap Dongrin
sambil mengaduk ramyun pesanannya.
“Molla,” ucap
Heechul sambil menatap ramyunnya. “Cepat makan makananmu!” suruhnya kepada
Dongrin.
“Waeyo? Punyamu saja belum kau sentuh! Kenapa
menyuruhku?” ucap Dongrin setengah berteriak.
“Ssstt...kau tau kan? Lidahku lidah kucing? Aku tidak suka
makanan yang panas,” terang Heechul.
“Ne arasseo, aku makan,” ucap Dongrin dan mulai
memakan ramyunnya.
Disaat Dongrin sedang memakan ramyunnya, dia mendengar
beberapa namja yang sedang berbincang tepat di belakangnya. Mereka
berbincang sambil sesekali tertawa. Dongrin yang merasa terganggu hanya
menggumam pelan, tetapi cukup keras untuk didengar namja yang berada di
belakangnya itu.
“Aigooo, aku jadi tidak nafsu makan kalau terus
terganggu obrolan namja di belakangku ini” gumam Dongrin.
Heechul yang menyadari Dongrin mengeluarkan lidah api
nya itu langsung membekap mulut Dongrin dan membisikkan sesuatu. Dan beberapa namja
di belakang Dongrin langsung menghentikan obrolan mereka.
“Ya Dongrin-aa! Apa-apaan kau ini? Ini ditempat umum tau,”
bisik Heechul.
Dongrin hanya dapat mengerucutkan bibirnya. “Ne oppa,
mianhae,” ucapnya.
“Kenapa kau meminta maaf padaku? Minta maaflah kepada namja
di belakangmu itu!” ucap Heechul memarahi Dongrin.
“Waeyo? Aku tidak ada salah dengan mereka,” ucap
Dongrin.
“Dongrin, kalau kau membantah, Oppa tidak akan
membantumu bertemu dengan Jinyoung,” ucap Heechul penuh penekanan di tiap
katanya.
TRAAAK~ *suara ponsel jatuh*
Dongrin dan Heechul segera menoleh ke sumber suara. Hanya
mereka yang menoleh karena hanya mereka yang mendengar suara tadi.
“Jinyoung-ah gwenchana?” ucap salah seorang namja.
‘Jin...Young? Jinyoung?’ batin Dongrin. “Oppa,
benarkah itu dia?” gumam Dongrin sambil mencoba menahan air matanya keluar.
Tetapi gagal.
Lalu Heechul menariknya keluar dari restaurant dan
mendudukannya di sebuah kursi taman yang letaknya tidak jauh dari gedung WM
Entertainment.
[Jinyoung POV]
“Dongrin, kalau kau membantah, Oppa tidak akan
membantumu bertemu dengan Jinyoung,” ucap namja yang berada di meja
depanku penuh penekanan di tiap katanya.
‘Namja itu memanggil yeoja itu siapa? Dongrin?
Apakah aku tidak salah dengar. Dan dia juga menyebut namaku. Jangan-jangan
dia...‘
TRAAAK~
Aku menjatuhkan ponsel yang sedari tadi ku genggam.
“Jinyoung-ah gwenchana?” tanya Shinwoo hyung.
Setelah Shinwoo hyung menanyakan itu, aku mendengar yeoja
di belakangku ini bergumam dan akhirnya menangis. Lalu namja yang tadi
memarahinya membawanya keluar dan mendudukkan yeoja tadi ke sebuah kursi
taman yang tak jauh letaknya dari gedung WM Entertainment.
“Kau mengenalnya?” tanya Baro akhirnya.
“A...aku,” ucapku tergagap.
“Jawab saja hyung!” sekarang Gongchan yang angkat berbicara.
“Aku harus pergi,” ucapku dan langsung beranjak dari tempat
dudukku.
Aku berlari keluar dan mencari sosok yeoja tadi, ternyata
dia masih di kursi taman itu. Akupun segera menghampirinya. Namja yang
sedari tadi bersamanya langsung menariknya menuju mobil ford hitam yang
diparkirkan di tempat parkir di dekat situ saat menyadari kedatanganku. Tetapi
aku dengan gesit mencapai pergelangan tangan yeoja itu.
“Aku tau! Kau pasti Dongrin,” ucapku akhirnya.
“Heechul oppa, a...aku ingin bicara padanya. Bisakah
kau meninggalkanku sebentar?” ucapnya dengan suara parau. Mungkin akibat
menangis tadi. Dan aku akhirnya menyadari bahwa namja yang bersama
Dongrin adalah Heechul sunbae.
Heechul sunbae akhirnya melepaskan cengkraman
tangannya dari tangan Dongrin dan mengangguk pelan.
“Aku tunggu kau di mobil,” perintah Heechul sunbae kepada
Dongrin.
Hening sebentar.
“Jinyoung-ah, kau kemana saja? Aku merindukanmu. Kau tau,
aku sangat ketakutan dulu,” ucap Dongrin memulai pembicaraan.
“Mianhae Dongrin-aa, saat itu eomma
memanggilku dan menyuruhku untuk pulang, karena malam itu juga aku beserta
keluargaku pindah,” ucapku. “Lebih baik kita bicara sambil duduk!” tambahku dan
membimbing Dongrin untuk ikut duduk di kursi taman tersebut.
“Kenapa kau harus pindah?” tanya Dongrin, sedari tadi dia
tidak memandangku, dia hanya menatap lurus kedepan, pandangannya kosong.
“Kau membuatku sedih, untung saja Oppa menemukanku.
Kalau tidak, pasti aku sudah hilang dan diculik orang,” ucap Dongrin sambil
tersenyum sarkastik.
“Mianhae! Jeongmal mianhae, aku...aku. Aargh, mungkin
kata maaf pun tidak akan cukup untuk mengobati kesedihan hatimu,” ucapku. Aku
terus menggenggam erat tangan Dongrin.
“Gwenchana Jinyoung-ah, aku sudah memaafkanmu. Tenang
saja!” ucap Dongrin sambil tersenyum. Senyuman hangat yang sangat kurindukan
darinya.
“Young-ie, kau tau? Aku sekarang memiliki banyak teman,”
ucapnya dengan nada ceria walaupun matanya masih terlihat sembab.
“Oh, akhirnya kau memanggilku dengan sebutan itu lagi,”
ucapku dan langsung memeluk tubuh mungilnya itu. Awalnya dia hanya terkejut,
tetapi 3 detik kemudian dia membalas pelukanku.
“Young-ie, tanggal 17 besok, kau mau mampir kerumahku?” ucap
Dongrin sambil melepas pelukanku.
“Memang ada apa dengan tanggal 17?” tanyaku berpura-pura
tidak tau.
“Aiissh, jadi kau melupakannya? Dasar! Teman macam apa kau
ini?” ucap Dongrin, terlihat di pucuk matanya butiran air yang mungkin sebentar
lagi jatuh dan membentuk sebuah air mata.
“Ah, aniyeo! Aku ingat. Tanggal 17 ulang tahunmu kan?
Tadi aku hanya bercanda! Jangan dianggap serius, ya!” ucapku dan menghapus air
matanya yang akhirnya jatuh juga.
“Kau belum tau alamat rumahku kan? Ini, aku beri ini saja. O
ya, berarti kau harus memanggilku noona, dong?” ucapnya lalu
mengeluarkan kartu nama dari dompetnya dan menyerahkannya kepadaku. Lalu dia
melirik jam tangannya.
“Sepertinya begitu, Dongrin noona. Ahahaha,” ucap
Jinyoung mengejek Dongrin.
“Hhh...terserahlah! Young-ie, sepertinya aku sudah harus
pergi, semoga kita tidak terpisah lagi,” ucapnya dan memelukku sesaat. Lalu dia
berbalik dan masuk ke dalam mobil Heechul sunbae.
Dongrin yang sudah masuk ke mobil, akhirnya membuka jendela
mobil dan berteriak ke arahku. “Young-ie! Ingat kau harus datang! Ajak juga
teman-temanmu. Sampai jumpa!” teriak Dongrin sambil melambaikan tangannya ke
arahku.
Akupun hanya mengangguk pasti dan ikut melambaikan tanganku.
[Heechul POV]
Aku melihat mereka berbincang di kursi taman tersebut.
Kulihat, Dongrin yang menatap lurus kedepan dan tatapannya yang kosong.
Begitulah kalau suasana hatinya sedang tidak menyenangkan atau biasa disebut bad
mood.
Beberapa kali aku melihat Dongrin yang mencoba untuk menahan
air matanya. Lalu, setelah Dongrin berbicara sesuatu, Jinyoung memeluknya, dan
Dongrin juga balas memeluknya. Aku merasakan ada yang aneh dari diriku, entah
apa itu. Intinya, aku merasakan sakit tepat di dadaku.
“Ada apa ini? Aneh sekali?” gumamku. Tetapi syukurlah, rasa
sakit itu hanya sementara.
Setelah Dongrin menyerahkan sebuah kertas ―kartu nama kurasa―dia
lalu melihat ke arah jam tangannya dan akhirnya menuju mobilku.
Setelah dia masuk ke dalam mobil, dia langsung membuka
jendela mobil, lalu berteriak dan melambaikan tangannya.
===
“Annyeonghaseoyo,” sapa Dongrin kepada Lee Ahjumma.
“Kau sudah pulang? Oh hei? Kenapa matamu sembab?” tanya
Donghae yang langsung menyadari mata adiknya sembab.
“Hyung, kau apakan dongsaengku?” tanya Donghae langsung
kepadaku.
“Aniyeo Oppa, nan gwenchana. Tadi saat aku
sedang pemotretan, kakiku terkilir dan aku menangis. Hehe, aku cengeng sekali,”
ucap Dongrin lagi-lagi berbohong.
‘Cepat sekali dia memutar otaknya untuk mencari alasan,’
batinku.
“Oppa, sudah dulu, ya! Aku lelah,” ucap Dongrin
sambil tersenyum tipis.
[Author POV]
17 Januari 2011
“SAENGIL CHUKKAEHAMNIDA DONGRIN-SSI!”
Terdengar suara beberapa orang yang meneriakkan ucapan
selamat orang tahun kepada Dongrin. Ya, hari ini adalah hari ulangtahun Dongrin
yang ke-21 *perhitungan umur Korea*
Dongrin hanya mengundang beberapa orang saja, hanya ada
member Super Junior, member B1A4, Jongrin, Kyuyoung,Yunhae, dan Haeri saja.
===
“Dongrin bisa kita bicara? Berdua? Diluar?” pinta Heechul
bertubi-tubi saat pesta sudah usai.
“Kenapa tidak di dalam?” tanya Dongrin sambil menunjuk semua
orang yang sedang mengobrol di ruang tengah.
“Tidak, karena ini pribadi,” ucap Heechul. “Jadi, mau
tidak?” tambahnya.
“Umh, ya sudah,” ucap Dongrin, lalu berjalan ke arah taman
yang berada di depan rumahnya.
===
“Ada apa, Oppa?” tanya Dongrin sambil duduk di kursi
taman rumahnya.
“Umh, bolehkan aku langsung to the point?” tanya
Heechul.
“Memang Oppa ingin berbicara apa?” tanya Dongrin yang
semakin penasaran.
“Dongrin...umh,” tanya Heechul dengan wajah sedikit memerah.
“Hmm? Katakan saja Oppa!” ucap Dongrin dengan wajah
polosnya.
“Umh, Saranghaeyo! Maukah kau menjadi Yeojachinguku?”
tanyanya. Sekarang wajahnya sudah benar-benar memerah.
“O..oppa?” gumam Dongrin tidak percaya akan ungkapan
perasaan Heechul kepadanya.
“Kau boleh menolaknya. Aku tidak memaksa,” ucap Heechul.
Wajahnya sedikit kecewa.
“Haha, Oppa. Kau sangat lucu!” ucap Dongrin yang
sukses membuat Heechul bingung.
“Hmm?”
“Mana mungkin aku menolakmu! Aku kan...juga mencintaimu,”
ucap Dongrin, kini wajanya yang menjadi memerah.
“Jadi...kau menerimaku?” ucap Heechul sambil tersenyum lebar.
Dongrin hanya mengangguk kecil. Lalu Heechul memeluknya
lembut.
[Dongrin POV]
Aku senang sekali, ternyata kami saling mencintai. Dan
beberapa menit yang lalu, resmi sudah aku menjadi yeojachingu Heechul oppa.
Heechul oppa masih memelukku, tetapi tiba-tiba aku
merasakan wajah Heechul oppa yang mendekat ke wajahku. Aku merasakan
jantungku berdegup sangat kencang. Aku dapat merasakan hembusan nafasnya dan...
CHUU~~~~
“Hyaaaa!! Oppa? Apa yang kau lakukan?” teriakku
terkejut. Pasti wajahku sekarang sudah sangat memerah.
“Aku menciummu, kenapa?” ucapnya dengan wajah innocentnya.
“Itu ciuman pertamakuu, kembalikan!! Kembalikaaaaaann,”
teriakku tidak terima.
“Tidak mau!” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.
Wajahku memerah. Antara sebal dan malu.
“Oppaaa,” ucapku merajuk. Lalu memeluk Heechul oppa
lagi.
“Oppa, saranghae,” ucapku pelan ―tetapi cukup
keras untuk dapat didengarnya―.
“Nado Saranghae,” ucapnya.
Dan tanpa kami sadari...22 pasang mata sedang mengamati
kami. Ada yang tersenyum menggoda, ada yang menggigit jari dengan cemas, ada
yang tersenyum lega, dan banyak lagi.
“Oppa, sepertinya kita sedang diawasi,” bisikku di
telinga Heechul oppa saat kami masih berpelukan.
“Ne, aku tau. Hei! Kita kerjai saja mereka!” saran
Heechul oppa.
“Bagaimana?” ucapku masih berbisik.
“Ikuti saja apa yang aku lakukan, arra?” bisiknya.
Aku hanya membalas dengan anggukan kecil.
Tiba-tiba Heechul oppa melepas pelukannya denganku,
lalu dia meraih daguku dan mendekatkan wajahnya dengan wajahku, aku segera
menahan nafasku. Dapat kulihat senyuman evil di bibirnya. Wajah kami lebih
dekat, lebih dekat, dan...
“Kagetkan mereka!” bisik Heechul oppa.
“Kagetkan mereka!” bisik Heechul oppa.
Aku segera mengerti apa yang dimaksudnya. Dan...
“HYAAAAA! APA KALIAN LIHAT-LIHAT?” teriak kami berdua yang
membuat semua orang yang mengamati kami tadi melonjak kaget.
“Chukkae!” ucap Jinyoung sambil tersenyum tulus.
Setelah Jinyoung mengatakan itu, 21 orang lainnya segera
memberikan tepuk tangan untukku dan Heechul oppa.
“Gomawoyo, yorobeun,” ucapku dengan mata sedikit
berkaca-kaca.
===
(buat backsoundnya, silakan membaca ini sambil mendengar
lagu Super Junior K.R.Y – What if, dan Super Junior – Reset. Kalo gak punya.
Pake lagu mellow yang lain juga gak masalah. O iya! Buat petals~ setelah baca
ini jangan bunuh diri ya! Ini cuma fanfic XD)
“Dongrin-aa!” panggil Heechul oppa.
“Ne oppa?” tanyaku penasaran.
“Kita ke taman, yuk!” ajaknya. Dan aku hanya mengangguk
meng-iyakan permintaannya.
“Oppa kenapa tiba-tiba ingin ketaman?” tanyaku sambil
menyusuri jalan menuju taman yang berada di dekat rumahku.
“Umh, aku hanya ingin berlama-lama denganmu, kenapa?”
tanyanya sedikit menggodaku.
“Gwenchana Oppa, aku juga ingin berlama-lama denganmu,”
ucapku.
Saat kami sedang menyusuri jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil
yang menghalangi jalan kami.
“Yaa! Apa-apaan mobil ini? Menghalangi jalan saja,”
teriakku.
Setelah aku meneriakkan kata-kata pedasku itu,
seorang yeoja keluar dari mobil yang tadi menghalangi jalan. Yeoja
itu nampak familiar bagiku. Dan 1 menit kemudian, aku baru menyadari bahwa yeoja
itu adalah dokter yang dulu merawatku.
“Dokter Young ah!” ucapku dengan mata berbinar.
“Oh hai Dongrin! Bagaimana keadaanmu? Sehat bukan?”
tanyanya.
“Cukup baik,” ucapku dengan senyum tipis.
“Tapi, tidak setelah ini,” gumamnya, tetapi terdengar sangat
keras di telingaku.
“Maksud dokter apa?” tanyaku sedikit bingung.
“Sebentar lagi kau akan mati...di tanganku,” ucapnya sambil
memperlihatkan smirk evilnya. Aku terdiam, wajahku mendadak pucat.
“Dokter! Apa yang kau katakan? Maksudmu apa?” teriak Heechul
oppa.
“Aku sudah lama membenci Dongrin, bahkan sebelum aku
mengetahui kalau dia adik Donghae,” ucapnya enteng.
“Kenapa kau membenciku?” tanyaku. Suaraku terdengar
bergetar.
“Begitu banyak alasan dan aku malas untuk menyebutkannya.
Dan salah satu alasanku membencimu adalah...kau pengganggu!” ucapnya, lalu
perlahan Dokter Young Ah mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaketnya.
Tanganku langsung bergetar melihat pistol hitam yang di bawa dokter Young Ah.
Yah memang, aku sangat menyukai senjata-senjata semacam itu dari game yang
sering aku mainkan. Tetapi setelah tau bahwa pistol itu digunakan untuk membunuhku,
tentu saja aku akan takut.
“Pengganggu?” tanyaku. Nada bicaraku semakin terdengar
bergetar.
“Iya! Kau pengganggu. Kau mengganggu pertemananku dengan
Jinyoung! Kau begitu mudah masuk ke kehidupan Jinyoung, tetapi aku butuh dua
tahun untuk dapat diterima oleh Jinyoung! Kau tau, sejak saat itu aku
membencimu. Dan aku berniat untuk membalas dendamku,” ucapnya dengan nada
bicara yang sedikit bergetar, dan akhirnya dia menangis.
“Pergi saja kau ke neraka!” teriaknya, lalu mengarahkan
pistolnya ke arahku dan menarik pelatuknya. Aku menutup mataku, menunggu ajal
menjemputku. Dan...
DOOOR~~
‘Apakah aku sudah mati,’ batinku. Perlahan aku mencoba
membuka mataku. Aku tidak merasakan sakit tetapi...
BRUUKK~~
Seseorang jatuh ke pelukanku dan dia adalah...
“OPPAA~~OPPAA,”teriakku. Ternyata yang terkena
tembakan adalah Heechul oppa. Heechul oppa berusaha melindungiku
dengan tubuhnya. Aku menatap tajam ke
arah dokter Young Ah. Aku menghampirinya, dia hendak menarik pelatuk pistolnya
lagi, tetapi terlambat. Aku sudah berhasil menjatuhkannya dari tangannya.
Kemudian aku memukul wajahnya dengan seluruh kekuatanku.
DUAAAK~
Dan dia pun pingsan di tempat. Aku segera menghampiri
Heechul oppa yang masih merintih kesakitan. Ternyata peluru itu menembus
dadanya.
‘Ya Tuhan, semoga tidak terkena Jantungnya,’ batinku. Dan
akupun segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk membawakan ambulance.
[Author POV]
“Yoboseyo,” sapa pegawai rumah sakit.
“Yoboseyo. Tolong bawakan ambulance ke Seonyudo
Park. SEKARANG!” teriak Dongrin kepada pegawai rumah sakit itu.
“Baiklah agassi~ kami akan mengecek ambulance yang sedang
bebas tugas. Bisa kami tau siapa nama agassi?” tanya pegawai rumah sakit
itu.
“NAMA TIDAK PENTING! DAN AMBULANCE HARUS SEGERA DATANG KE
SEONYUDO PARK! TIDAK TAUKAH, KAU ? INI NYAWA ORANG!” teriak Dongrin tidak sabar
sambil menangis.
“Ba-baiklah agassi,” ucap pegawai itu.
“Dongrin-aa,” panggil Heechul dengan suara yang sangat pelan.
“Oppa, jangan banyak bicara! Bertahanlah!” ucap
Dongrin sambil menahan darah Heechul agar tidak banyak keluar.
“Mi-an-hae, Dong-rin-aa! A-ku ti-dak bi-sa
me-ne-ma-ni-mu le-bih la-ma la-gi,” ucap Heechul tersendat-sendat.
“Aniyeo! Oppa...Oppa harus bertahan, Oppa
harus tetap menemaniku,” ucap Dongrin dengan air mata yang mengalir deras.
“Mi-an-hae!” ucap Heechul sambil menitikkan air mata.
“Oppa-ya! Kajima!” teriak Dongrin.
“Ba-bo-ya! Ke-na-pa kau me-nang-is, huh?” ucapnya
sambil memejamkan matanya. “Sa-rang-hae-yo, Dong-rin-aa! Jeong-mal
sa-rang-hae,” ucap Heechul dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
“Oppa, Oppa-ya! OPPAAAA, ANDWAE.
KAJIMA...JEBAL! OPPA-YA! IREONNA!” teriak Dongrin sambil mengguncangkan tubuh
Heechul yang sudah tidak bernyawa.
“Oppa, nado saranghae,” ucap Dongrin, dan akhirnya
dia menangis sejadi-jadinya.
===
-Hari Pemakaman Kim Heechul-
Hari ini, Kim Heechul Super Junior dimakamkan. Berbalut Jas
putih yang membuatnya gagah, Heechul dibaringkan di peti kayu berukir dan
dikubur mendalam bersama dengan semua kenangannya.
Kesedihan, kepiluan, derai air mata, ucapan bela sungkawa
dan berbagai karangan bunga bergantian datang menyapa keluarga besar SM
Entertainment. Hilir mudik rekan yang hadir menepuk perlahan bahu seluruh
member Super Junior ―termasuk Hangeng, Kibum, dan KangIn yang langsung datang
setelah menerima berita duka tersebut― dan keluarga Heechul yang telah
ditinggalkan. Tak terkecuali Dongrin. Bahkan kini tempat pemakaman sudah ramai
dipadati Petals dan ELF yang ingin melepas kepergian member kesayangan mereka.
Bulir air mata sudah hal biasa, teriakan kesedihan, rintihan dan hati
kesakitan, pedih dan rasa ditinggalkan, semuanya membaur menjadi satu,
menyelimuti pemakaman lelaki berbakat bernama Kim Heechul.
“Kami turut berduka,
Dongrin-aa!” ucap Jinyoung sambil memeluk Dongrin yang terduduk lemah di depan
kuburan Heechul. Dongrin hanya membalasnya dengan anggukan, sama seperti
orang-orang yang sebelumnya mengucapkan bela sungkawa kepadanya.
“Dongrin-aa!” panggil seorang yeoja yang ternyata
adalah kakak Heechul, Heejin.
“Onnie,mianhaeyo,” ucap Dongrin dan akhirnya dia
menangis di pelukan Heejin.
“Gwenchana. Onnie tau, Heechul melakukan itu
untuk melindungimu, orang yang benar-benar dicintainya,” ucap Heejin sambil
menitikkan air matanya.
Dongrin tetap menangis di pelukan Heejin, sampai dia
berhenti menangis. Atau lebih tepatnya pingsan. Donghae yang mengetahuinya
segera menggendong Dongrin menuju tempat yang tidak terlalu ramai.
===
(untuk yang adegan ini, backsoundnya Super Junior – The
One I Love, Super Junior – Let’s Not, dan TVXQ – Stand By You)
-Beberapa hari setelah pemakaman Heechul-
“Dongrin-aa! Makanlah dulu! Nanti kau sakit,” ucap Jinyoung.
“Tidak mau, aku ingin Heechul oppa yang menyuapiku,”
ucap Dongrin dengan tatapan kosongnya.
“Ayolah! Kau harus makan! Aku tidak ingin kau sakit,”
ucapnya, dan akhirnya Dongrin sedikit meliriknya.
“Kenapa kau baik denganku?” tanya Dongrin kembali dengan
tatapannya yang kosong.
“Karena kau temanku,” ucap Jinyoung lalu menyodorkan
sesendok bubur ke depan mulut Dongrin.
“Shireo! Aku tidak mau makan kalau tidak ada Heechul oppa!”
ucap Dongrin keras kepala.
“Jadi kau tidak akan makan sampai kau mati, huh?” sekarang
Jinyoung berteriak tepat di depan Dongrin.
“Pergilah! Aku ingin sendirian, kalau kau terus
memperdulikanku. Kau akan mengigatkanku kepada Heechul oppa!” ucap
Dongrin ketus.
“Baiklah, aku akan pergi! Tetapi kau harus tetap makan. Arasseo?”
ucapnya lalu menaruh mangkok berisi bubur itu ke meja yang berada di sebelah
ranjang Dongrin.
Setelah Jinyoung keluar dari kamar Dongrin. Dongrin lalu
beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke arah balkon yang berada di kamarnya.
Dia memegang pagar beton berwarna putih itu hingga buku-buku jarinya memutih.
Dia menangis lagi. Teringat akan kenangannya bersama Heechul. Mulai dari pertama mereka bertemu sampai sekarang mereka
berpisah di dua alam yang berbeda.
TES~
Tiba-tiba sesuatu menetes dari hidungnya, darah. Dia tidak mempedulikannya
dan tetap memandang lurus kedepan.
TES...TES~
Sekarang tambah banyak darah yang menetes dari hidungnya.
Dan tanpa dia sadari, dia menulis sesuatu dengan darahnya di pagar beton
berwarna putih tersebut.
Dia menuliskan sebuah tulisan dengan menggunakan hangul.
Yang ternyata bertuliskan ‘사랑해요 김 희철’ (Saranghaeyo
Kim Heechul). Dan setelah itu dia terjatuh pingsan.
Jinyoung yang cemas akan keberadaan Dongrin, datang ke kamar
Dongrin lagi dan mendapati Dongrin yang tergeletak dengan tangan yang
berlumuran darah. Jinyoung yang panik langsung berteriak memanggil Donghae dan
yang lainnya. Dan akhirnya Dongrin dibawa ke rumah sakit.
===
“Dia terkena Kanker darah,” ucap Dokter yang menangani Dongrin.
Dokter itu bukanlah dokter Lee Young Ah yang telah membunuh Heechul. Dokter
Young Ah ternyata hanya dokter jadi-jadian yang ingin membunuh Dongrin. Tetapi
tidak pernah berhasil karena Dongrin selalu ditemani Heechul. Dia juga
merupakan sosok yeoja misterius yang sebelumnya ingin membunuh Dongrin.
“Kanker darah?” tanya Donghae yang tidak percaya.
“Ne, dan ini sudah...stadium akhir,” ucap dokter itu.
“Jadi, dokter yang dulu menangani Dongrin membohongi kita dengan
mengatakan dia terkena Anemia?” tanya Donghae sekali lagi.
“Maafkan kami, kami tidak tau bahwa ada orang yang mengaku Dokter
rumah sakit ini. Sekali lagi, mianhae,” ucap dokter itu dan akhirnya
berlalu meninggalkan Donghae dan Lee Ahjumma.
===
“Dongrin-aa!” panggil Donghae kepada Dongrin yang sejak sehari
lalu hanya menatap kosong. “Dongrin-aa, maafkan Oppa harus
memberitahukan berita buruk untukmu,” tambah Donghae dengan mata berkaca-kaca.
“Oppa tidak perlu memberitahunya. Aku sudah tau!” ucap
Dongrin dengan senyum sarkatis. “Oppa, bisakah kau panggilkan semua
member Super Junior, Jinyoung dan teman-temanku?” tambahnya.
“Baiklah,” ucap Donghae, lalu dia segera menyuruh semua orang
yang diharapkan Dongrin datang ke rumah sakit tempat dia dirawat.
=setelah semua datang=
“Semuanya! Maafkan aku kalau selama ini aku membuat masalah
dengan kalian,” ucap Dongrin dengan nada lembut.
“Dongrin! Apa yang kau bicarakan. Jangan berbicara seolah-olah
kau akan meninggalkan kami!” seru Jongrin saat dia merasakan sesuatu yang tidak
mengenakkan.
“Maaf, karena harus mengatakannya. Sebenarnya aku memang akan
meninggalkan kalian semua, karena aku memang sudah dijemput,” ucap Dongrin,
lalu dia menengok ke pojok ruangan. Dia tersenyum.
“Apa yang kau bicarakan, Dongrin!” teriak Jinyoung dengan mata
yang mulai basah.
“Aku sudah dijemput – Hai appa! Hai Heechul oppa”
ucap Dongrin sambil melambai ke pojok ruangan, tempat dimana ‘Roh’ Appa
Dongrin dan Heechul telah menunggu.
“Eomma, berbaik hatilah dengan Donghae oppa! Aku
akan menemani appa di sana. Arra?. Oppa, janganlah menjadi
anak yang manja! Kau itu namja. Young-ie, maaf kita harus berpisah lagi,
sampai jumpa di kehidupan berikutnya. Eunhyuk oppa! Tolong jaga Oppa cengengku,
ya. Kyuhyun oppa, berbahagialah dengan Jongrin, dan jangan berpacaran dengan
PSPmu terus. Dan yang lainnya, terima kasih untuk kebaikan kalian kepadaku. GOMAWOYO,”
ucap Dongrin mengakhiri pembicaraannya dan perlahan menutup matanya.
Derai tangis kembali terdengar. Lalu Donghae berteriak memanggil
dokter. Tetapi terlambat. Dongrin sudah tiada, dia sudah pergi bersama appanya
dan juga Heechul.
_THE END_
===
HUAAAAH~~ AKHIRNYA KELAR JUGA NIH FF SATU!
*capsdiciumchul
Gimana endingnya? Feel sadnya berasa kah? *moga
berasa*
Mian kalo mungkin endingnya kepanjangan+kurang
menarik~~ karena author benar” tidak tau harus menulis apa.
Tapi yang penting gak gantung kaaan~~ haha..
Dan gomawo buat Della atau Lee HaeRa, saudara
kembar palsu ku yang udah ngasih semangat buat kelanjutan ff ini.
Buat eon aya/heeShinju. Author favoritku yang udah
mau kasih kritik di 2 episode SaDS dan kritikannya SANGAT membantu. (ini
komennya di wp pribadi :* )
Buat Jongrin onnie/Tyas eon yang udah bantu aku
nyelesein ff ini.
Buat Salsa yang maksa aku buat masukin dia jadi
cast~ *.*
Dan buat semua yang udah mau RLC di ff”ku yang
sebelumnya.
Ok~~ cukup karena saya sudah merasa menang
award...XDD
Di episode yang terakhir ini...author SANGAT
berharap~ yang tadinya siders sekarang mau mengomentari di ff episode terakhir
ini,,,
RLC masih dibutuhkan~~
Kritik dan Saran diterima dengan senang hati
*asalkan bukan bash
Sekali lagi GOMAWOYO~~
O ya, sedikit notes...ini author ubah tanggal
debut B1A4 tahun 2010, ya XDD...soalnya baru keinget ini tadi...hoho ^o^



0 comments:
Post a Comment