Friday, 16 March 2012

Story About Donghae;s Sister [Part 5-End]

Posted by AkaneHeeHee at Friday, March 16, 2012

Title                       : Story About Donghae’s Sister Part 5 [End]
Author                  : AkaneHeeHee (@akane970117)
Rating                   : PG-15
Category              : Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Cast                       : Lee Dongrin (OC), Lee Donghae, Kim Heechul, and find the another cast
Desclaimer          : I only own the plot, the characters are belong to themselves. Do not take it out without permission.
Backsound          : Siapkan lagu-lagu mellow seperti : Super Junior - Hate U Love U, Super Junior -  Reset, Super Junior K.R.Y - What If, Super Junior K.R.Y – The one I Love, Super Junior K.R.Y - Let’s Not, Super Junior - In My Dream, TVXQ - Stand By U. Lagu-lagu tersebut nantinya berguna di beberapa adegan tertentu ^^. Biar kerasa feelnya.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story About Donghae’s Sister
===
[Dongrin POV]
“Dongrin,” ucap sebuah suara. Aku segera mengusap air mataku.
Nuguya?” tanyaku tanpa menengok siapa yang datang.
“Ini aku! Kyuhyun. Hehe,” ucap suara tadi yang ternyata berasal dari Kyuhyun oppa.
“Kenapa kemari?” tanyaku lagi.
“Tidak boleh ya?” tanyanya balik.
“Boleh saja,” ucapku.
“Kenapa kau tidak mau melihatku, sih? Eh..aku bertanya sesuatu padamu boleh tidak?” tanya Kyuhyun oppa lagi.
“Wajahmu jelek! Aku takut melihatnya. Mau bertanya apa?” ucapku sambil tersenyum tipis.
“Dasar yeoja aneh! Aku ingin bertanya, tapi jawab jujur yah!” ucapnya sedikit kesal.
“Hmm..ne..ne, ppali,” ucapku akhirnya mau melihatnya. “Satu pertanyaan saja!” tambahku.
“Heei! Matamu kenapa? Kok sembab, habis menangis ya?” tanyanya saat melihat mataku yang sembab.
“Ini karena aku baru bangun tidur, bodoh,” ucapku berbohong. “Sudah satu pertanyaan, tidak boleh bertanya lagi!” tambahku.
“Ya! Itu bukan pertanyaanku yang sesungguhnya!! Jebal...yah,” ucapnya memohon.
Ne...ne arasseo! Kenapa oppa?” tanyaku lalu mengambil minuman yang berada di meja sebelahku.
“Kenapa kau akhir-akhir ini dekat sekali dengan Heechul hyung?” tanyanya penuh kecurigaan.
“Uhhuukk-uhhukk...” aku tersedak minuman yang baru saja kuminum saat mendengar pertanyaan Kyuhyun oppa.
“Kami ini kan hanya berteman biasa! Ada apa sih denganmu? Aku menganggapnya kakak, dan dia menganggapku adik,” ucapku sambil setengah berteriak karena Kyuhyun oppa tadi membuatku tersedak minuman.
Jinjja? Aku curiga denganmu,” ucap Kyuhyun oppa sambil menyipitkan matanya.
Aigoo, ada apa denganmu, Kyu?” ucapku.
“Yaa! Apa-apaan kau memanggilku seperti itu? Barusan kau memanggilku ‘Oppa’, sekarang memanggilku dengan ‘Kyu’ saja!”
Wae? Tidak boleh?” ucapku sambil meminum minumanku lagi. “Tidak! Ooh, ayolaah! Aku tau kau tadi hanya berbohong! Terlihat dari sorot matamu,” ucap Kyuhyun oppa.
“Umh...tapi..” ucapku menggantungkan kalimat. “Tapi kenapa? Kau takut aku akan membocorkannya? Oh, tenanglah! Aku tidak seperti Kangin hyung,” ucap Kyuhyun oppa meyakinkanku.
“Bukan itu, tapi aku juga akan bertanya satu hal padamu, Otthokae? Setuju?” ucapku sambil menyeringai menakutkan.
Ne arasseo! Ppali, cepat jawab pertanyaanku tadi!” ucapnya tidak sabar.
“Jadi begini! Sebenarnya aku, menyukai Heechul oppa,” ucapku. Kurasakan pipiku memanas dan Kyuhyun oppa menertawaiku.
“Yaa!! Kenapa kau tertawa? Kau mengejekku, huh?” ucapku sedikit emosi.
“Ah aniya! Ok..ok! Lalu, apa kau tau alasan mengapa Heechul hyung dekat denganmu?” tanyanya lagi.
Molla, mungkin alasannya dekat denganku karena dia memang menganggapku sebagai adik,” ucapku santai.
“Ok...sekarang gantian aku yang bertanya! Aku lihat...sekarang kau...dekat dengan salah satu temanku,” ucapku sambil meliriknya tajam.
“Hhh...yang benar saja?” ucap Kyuhyun oppa sedikit tidak percaya.
Oppa, Kau harus jujur! Kalau kau tidak jujur, aku akan menyumpahimu kalau kau tidak akan bisa mengalahkan siapapun saat bermain Starcraft,” ucapku dan sukses membuatnya mau berbicara jujur.
“Aaahh...arasseo! arasseo! Memang menurutmu, aku dekat dengan siapa?” tanyanya.
“Hmm...Jongrin onnie,” ucapku sambil tersenyum menggoda.
“Y...yaaa!! kenapa kau bisa tau?” ucapnya. Aku dapat melihat semburat merah di pipinya. Entah itu karena malu atau marah.
“Hahahahaa...benar kan! Kau menyukai Jongrin onnie, ya? Ayoo! Jujur padaku,” ucapku.
N...ne, tapi...aku tidak tau apakah dia juga menyukaiku, atau tidak” ucap Kyuhyun oppa pesimis.
“Dia menyukaimu!” ucapku tiba-tiba.
“Ooops,” ucapku sambil menutup mulutku saat aku sadar bahwa aku membocorkan rahasia Jongrin onnie.
Aku melihat perubahan mimik wajah Kyuhyun oppa yang sekarang menjadi ‘Cengoh’ tidak percaya akan kata-kataku.
“Terserah kalau tidak percaya! Lebih baik, kau cepat-cepat menyatakan perasaanmu padanya, karena masih ada satu lagi orang yang menyukai Jongrin onnie,” ucapku enteng sembari mengotak-atik ponselku.
 “Hah? Siapa?” tanya Kyuhyun oppa agak emosi karena mengetahui dia punya saingan.
“Ada deh,” ucapku sambil menjulurkan lidahku pada Kyuhyun oppa.
“Yaa!! Siapa?” ucapnya. Kurasa emosinya sekarang sudah memuncak.
Shireo! Nanti kalau aku memberi tahumu, kau akan menyiksaku sehingga aku akan lebih lama di rumah sakit yang membosankan ini,” ucapku setengah berteriak.
“Sudah ya, Oppa! Aku lelah, mau tidur,” ucapku mengusirnya.
“Hhh...ya sudahlah! Sebentar lagi Heechul hyung akan kesini! Jangan berkelahi, ya!” ucapnya menasehatiku.
Oppa, aku bukan anak kecil!” ucapku sambil mengembungkan pipi.
“Ya sudah...annyeong!” ucapnya. Tetapi aku tidak menjawabnya dan langsung mencoba untuk tidur.
Tetapi beberapa saat kemudian, sebelum Kyuhyun oppa benar-benar keluar dari ruanganku. Aku memanggilnya.
Oppa,” teriakku.
Ne? Katanya mau tidur?” ucapnya dengan wajah datar.
“Sekarang kau pergilah ke taman rumah sakit. Jongrin onnie ada di situ,” ucapku sambil mengepalkan tanganku, berniat untuk memberi Kyuhyun oppa semangat.
Ne, gomawo,” ucapnya dan akhirnya keluar dari ruanganku.
Akupun kembali melanjutkan aktivitasku yang tertunda beberapa saat. Yaitu, TIDUUUR~
[Heechul POV]
Seperti hari-hari kemarin. Sekarang aku giat menjenguk Dongrin. Sampai nomor ruang rawat Dongrin pun aku sudah hafal di luar kepala. Hari ini, aku tidak membawakannya coklat lagi. Karena perawat yang biasanya merawat Dongrin melarangku.
Yah, sudahlah, tidak apa! Toh kedatanganku sudah membuatnya bahagia. Aku sampai di depan pintu ruang rawat Dongrin. Aku sudah akan membuka pintu tersebut tetapi aku mengurungkan niatku saat terdengar suara Kyuhyun dari dalam ruang rawat Dongrin.
“Tapi kenapa? Kau takut aku akan membocorkannya? Oh tenanglah! Aku tidak seperti Kangin hyung!”  ucap Kyuhyun yang sepertinya meyakinkan Dongrin akan suatu hal.
“Bukan itu! Tapi aku juga akan bertanya satu hal padamu, Otthokae? Setuju?” sekarang Dongrin yang berbicara.
“Ne arasseo! Ppali, cepat jawab pertanyaanku tadi!” ucap Kyuhyun, terlihat sekali dari nada bicaranya kalau dia sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Dongrin.
“Jadi begini, sebenarnya aku menyukai Heechul oppa,” ucap Dongrin lagi. Dan setelah Dongrin mengatakan hal itu. Terdengar Kyuhyun yang menertawakannya.
‘Hah? Yang benar saja? Dongrin...menyukaiku?’ batinku tak percaya akan hal yang baru saja kudengar.
“Sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadarinya?” gumamku. Hah, sudahlah. Lebih baik aku menunggu Kyuhyun keluar saja.
Antara senang, dan menyesal aku pergi ke taman rumah sakit. Aku senang karena Dongrin menyukaiku dan menyesal karena aku tidak menyadirinya dari dulu.
Babo,” gumamku kepada diriku sendiri.
Saat aku sedang bergelut dengan pikiranku. Aku menabrak seorang yeoja.
“Ah, mianhae,” ucapku tanpa rasa bersalah sedikitpun.
“Oh...kau Jongrin,” ucapku saat menyadari bahwa yeoja yang baru saja kutabrak adalah Jongrin. Teman Dongrin sekaligus adik Yesung.
Oppa, kenapa tidak ke ruangan Dongrin?” tanyanya.
“Dia sedang berbicara dengan seseorang, jadi aku pergi dulu. Aku tidak suka mencampuri urusan orang,” ucapku.
“Kau sendiri?” tanyaku.
“Emh..aku tadi disuruh Dongrin untuk kemari,”ucapnya.
“Jongrin-aa!” panggil seseorang yang ternyata adalah Kyuhyun.
Ne, oppa? Wae gurae?” tanya Jongrin dengan wajah polosnya.
“Bisa bicara sebentar?” tanya Kyuhyun dengan wajah sedikit gugup. “Hanya kita berdua,” tambah Kyuhyun setelah melirik ke arahku.
“Ah, tentu. Oppa, aku pergi dulu,” ucap Jongrin sembari melambaikan tangan ke arahku.
Aku dapat melihat Kyuhyun yang sedikit curi-curi pandang ke arah Jongrin, dan Jongrin yang sedikit kikuk ketika berbicara dengan Kyuhyun.
“Ada apa dengan mereka?” gumamku. “Ah! Sudahlah! Tidak penting,” tambahku.
Akupun segera menuju ke ruang rawat Dongrin lagi. Aku membuka pintu itu perlahan. Dan kulihat Dongrin yang sedang tertidur pulas. Karena aku takut membangunkannya. Lebih baik aku pergi dulu.
Tetapi saat aku berbalik akan membuka pintu. Terdengar suara Dongrin yang mengigau. “Jinyoung-ah, Kajima! Jangan tinggalkan aku!” racau Dongrin tidak jelas.
‘Siapa Jinyoung?’ batinku penasaran. Akhirnya, karena rasa penasaranku. Aku akhirnya menunggu Dongrin sampai dia terbangun.
===
“Eungh...Oppa, sejak kapan Oppa disini?” tanya Dongrin sambil mengucek matanya.
“Pasti tadi Oppa melihat cara tidurku, ya? Aduuh, pasti aneh sekali saat aku tidur. Oppa kenapa tidak membangunkanku?” ucapnya sedikit kesal.
“A..ah, memang kenapa kalau aku melihatmu tidur? Wajahmu manis saat sedang tertidur. Aku tidak membangunkanmu karena tadi kau baru saja tidur,” ucapku sambil tersenyum tipis.
“Emh...Dongrin, siapa itu Jinyoung?” tanyaku langsung to the point .
“Hah? Kenapa Oppa bisa tau nama itu?” ucap Dongrin setengah terkejut. Terlihat wajahnya yang sedikit sayu. Aku jadi tidak tega melihatnya.
“Umh...tidak apa! Hanya saja, tadi kau mengigau menyebut nama orang itu,” ucapku. Tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Dan akhirnya dia menangis.
Akupun segera mendekatinya dan memeluknya. “Sssh...kenapa menangis? Maaf, kalau Oppa membuatmu menangis,” ucapku sambil menenangkan Dongrin.
Aniyo Oppa, Oppa tidak salah. Aku menangis karena aku sangat rindu dengan orang bernama Jinyoung itu,” ucapnya masih sambil menangis. “Oppa, maukah kau menjadi tempat curhatku untuk hari ini?” tambahnya.
Ne, silakan kalau kau memang butuh,” ucapku dan melepaskan pelukanku.
[Author POV]
Akhirnya Dongrin menceritakan tentang masa lalunya yang sangat pahit itu. Dia menceritakan tentang siapa itu Jinyoung, dan bagaimana dia bisa sangat merindukan orang itu.
Dongrin merasa sedikit terangkat bebannya setelah dia menceritakan semuanya ke Heechul.
“Bagaimana kalau kita mencarinya?” tanya Heechul. “Tidak usah Oppa. Aku ingin melupakannya,” ucap Dongrin.
“Ya sudah, kalau kau ingin melupakannya. Aku tidak akan melarangmu. HWAITING!” ucap Heechul menyemangati Dongrin.
SREEK...JEGLEEK-->suara pintu digeser, ditutup lagi
Annyeong Dongrin! Oppa punya segudang berita baik untukmu,” ucap Donghae yang tiba-tiba masuk dan tersenyum cerah.
Oppa membawa berita baik apa?” ucap Dongrin yang langsung berbinar. Dia senang karena Oppanya datang, dan dia juga senang karena Oppanya datang dengan membawa kabar baik.
“Hari ini kau sudah diperbolehkan pulang. Kau senang bukan? Heechul hyung! Bantu Dongrin membereskan barangnya. Aku akan mengurus administrasi,” ucap Donghae dan dia keluar dengan senyum yang masih sama dengan sebelumnya. Senyum yang cerah.
===
Eommaaa~~ aku kembali!” teriak Dongrin saat dia memasuki rumahnya. Rumah yang selama dua minggu ia tinggalkan itu.
“Dongrin-aa. Eomma merindukanmu!” ucap Lee Ahjumma.
Eomma kenapa tidak pernah menjengukku?” ucap Dongrin sedikit sedih.
Mianhae! Jeongmal mianhae. Eomma mengurusi rumah. Dan eomma juga perlu menjaga anak-anak itu!” ucap Lee Ahjumma sambil menunjuk beberapa orang namja yang sekarang sedang bermain perang bantal di ruang tengah.
“Yaaaaaa, ternyata kalian masih disini?” teriak Dongrin saat menyadari bahwa ternyata semua member Super Junior masih berada di rumahnya.
“Sudah! Lebih baik kau sekarang masuk ke kamarmu!” ucap Lee Ahjumma.
“Tapi...tapi, nanti mereka mengganggu,” ucap Dongrin sambil menunjuk Eunhyuk dan Kyuhyun.
“Mereka tidak akan mengganggumu,” ucap Heechul enteng.
Akhirnya semuanya kembali seperti biasa. Mereka menjalani kehidupan mereka dengan tenang.
-TAMAT-
[readers : ending apaan nih? Gak ada nyambungnya sama sekali..-___-
Author : terus maunya gimana?
Readers : ya dibuat yang menarik dong thor! Ayo..mau gak mau harus lanjut.
Auhtor : kan udah tamat
Reader s : LANJUTIN
Auhtor : *mengkerut*]

Ok, gak jadi tamat
===
-3 tahun kemudian-
Chukkahae,”ucap semua orang yang berada di rumah Dongrin.
Gomawo semuanya,” ucap Dongrin dengan senyum yang merekah.
“Kau mau melanjutkan sekolah di mana?” tanya Donghae.
“Sepertinya di Sangjin University saja oppa!,” ucap Dongrin sambil melirik ke arah Heechul.
“Ya! Kenapa sama denganku? Lalu kau akan masuk jurusan apa?”ucap Heechul.
“Hehe, tidak apa-apa kan, Oppa? Aku akan mengambil jurusan sastra, kalau tidak kesenian atau designer juga boleh,” ucap Dongrin yang masih bingung menentukan dia akan masuk ke jurusan apa.
“Kenapa tidak memikirkannya dari dulu?” tanya Kyuhyun yang tentu saja masih sibuk dengan PSPnya.
“Aku tidak sempat memikirkan hal seperti itu. Karena aku sibuk belajar untuk ujian,” ucap Dongrin ketus.
Arasseo, kami akan membantumu” ucap Leeteuk.
“Ah, gomawo oppadeul. Seandainya aku bisa membalas kebaikan kalian,” ucap Dongrin terharu.
“Kau tidak perlu membalasnya Dongrin. Kami membantumu dengan ikhlas, kok,” ucap Leeteuk lagi.
“Hei...bagaimana kalau kau masuk ke jurusan Arsitektur?” tanya Kyuhyun.
“Tidak mau!” ucap Dongrin ketus. “Aku ingin ke Sastra Bahasa Inggris saja,” tambahnya dengan nada yang mantap.
“Yakin mau sastra?” tanya Heechul.
“Iya...aku yakin,” ucap Dongrin.
“Haaah, syukurlah kau langsung memilih jurusanmu. Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi membantumu menentukan jurusan,” ucap Eunhyuk enteng.
“Terserah!” ucap Dongrin ketus dan langsung menuju kamarnya.
“Ya ampuun. Moodnya mudah sekali berubah,” ucap Eunhyuk lagi.
“Kau sih! Memancing emosinya,” ucap Yesung sambil menjitak kepala Eunhyuk pelan.
===
“Huaaaaahh, bosaaan!” ucap Dongrin sambil menggonta-ganti chanel tvnya.
Dongrin langsung menghentikan aktivitas anehnya tersebut saat dia melihat sebuah MV yang ditampilkan di acara tv tersebut.
“Boyband baru rupanya,” gumam Dongrin. ‘Kenapa namja itu terlihat familiar sekali ya?’ batin Dongrin saat melihat salah satu namja di MV tersebut.
O.K,
Let’s Fly
B1A4
Ooo...ooo...come closer baby!
Akhirnya, Dongrin menonton MV tersebut sampai habis. Dan saat pengenalan membernya. Tubuh Dongrin serasa membeku saat menyadari seorang namja yang sangat familiar baginya. Seorang namja yang sangat dirindukannya. Seorang namja yang ingin dilupakannya. Seorang namja yang menjadi teman masa kecilnya. Dan seorang namja yang meninggalkannya saat mereka sedang bermain suatu permainan kecil.
Yah...namja itu adalah...
Jinyoung
[Dongrin POV]
‘Tidak mungkin, tidak mungkin itu dia!’ batinku tak percaya.
Perlahan air mataku jatuh. Aku menangis sejadi-jadinya. Tiba-tiba seseorang memasuki kamarku. Dia memelukku lembut. Yah, memang sekarang aku sedang butuh seseorang untuk bersandar. Aku masih menangis. Entah kapan tangisku ini akan mereda.
“Sshh...kenapa menangis lagi? Kau rindu dengannya?” ucap orang yang memelukku. Ternyata Heechul oppa yang memelukku.
“Ternyata rencanaku untuk melupakannya gagal, Oppa,” ucapku masih menangis. Lalu Heechul oppa menghapus air mataku.
“Kau ingin bertemu dengannya?” tanya Heechul oppa kepadaku.
Aku hanya mengangguk di dalam pelukannya. Lalu Heechul oppa melepas pelukannya.
“Gantilah pakaianmu! Aku akan mengantarkanmu menemuinya,” ucap Heechul oppa, lalu dia beranjak untuk keluar kamarku.
Oppa, kenapa Oppa bisa tau aku menangis? Dan bagaimana Oppa bisa tau kalau aku merindukannya?” tanyaku dengan suara parau.
“Tidak tau! Hanya feelingku saja untuk datang menenangkanmu,” ucap Heechul oppa sambil tersenyum tipis.
Gomawo Oppa,” ucapku.
Cheonma,” balasnya.
“Eh, Oppa! Jangan bilang pada siapapun ya, yang tau hanya kau dan aku saja,” ucapku.
Ne, tenang saja!” ucapnya lagi dan keluar dari kamarku.
Setelah aku mengganti pakaianku. Aku segera turun kebawah. Disana sudah ada Eomma, Heechul oppa, Eunhyuk oppa, dan Donghae oppa.
“Dongrin-aa. Mau kemana?” tanya Donghae oppa.
“Aku...emh,” ucapku mencari alasan yang bagus. “Ah, aku ada pemotretan, Oppa. Emh, sudah ya! Aku sudah ditunggu. Heechul oppa, bisakah kau mengantarku?” ucapku.
“Tentu saja, Lee Ahjumma. Aku pergi dulu,” ucap Heechul oppa yang dibalas anggukan kepala dari Eomma.
Hyung! Hati-hati,” perintah Donghae oppa dan dibalas anggukan kepala dari Heechul oppa.
===
Aku sampai di depan gedung WM Entertainment. Aku memandangi gedung itu cukup lama dan tidak beranjak untuk memasuki gedung itu. Heechul oppa sudah memakai perlengkapan penyamarannya. Jadi aku tidak takut apabila ada orang yang menyadarinya. Tetapi tiba-tiba tanganku gemetar dan Heechul oppa menggenggam erat tanganku.
Oppa, aku takut menemuinya,” ucapku sambil memperkuat genggamanku di tangan Heechul oppa.
“Kenapa?” tanyanya.
“Entahlah. Aku sendiri juga tidak mengerti,” ucapku.
“Kau sudah makan?” tanya Heechul oppa lagi.
“Belum,” kataku jujur.
 “Kalau begitu ayo kita makan dulu,” ajak Heechul oppa.
Akupun hanya mengangguk dan mengikutinya berjalan ke arah restourant yang berada di seberang gedung WM Entertainment.
[Author POV]
Oppa, kenapa kau baik sekali denganku?” ucap Dongrin sambil mengaduk ramyun pesanannya.
 “Molla,” ucap Heechul sambil menatap ramyunnya. “Cepat makan makananmu!” suruhnya kepada Dongrin.
Waeyo? Punyamu saja belum kau sentuh! Kenapa menyuruhku?” ucap Dongrin setengah berteriak.
“Ssstt...kau tau kan? Lidahku lidah kucing? Aku tidak suka makanan yang panas,” terang Heechul.
Ne arasseo, aku makan,” ucap Dongrin dan mulai memakan ramyunnya.
Disaat Dongrin sedang memakan ramyunnya, dia mendengar beberapa namja yang sedang berbincang tepat di belakangnya. Mereka berbincang sambil sesekali tertawa. Dongrin yang merasa terganggu hanya menggumam pelan, tetapi cukup keras untuk didengar namja yang berada di belakangnya itu.
Aigooo, aku jadi tidak nafsu makan kalau terus terganggu obrolan namja di belakangku ini” gumam Dongrin.
Heechul yang menyadari Dongrin mengeluarkan lidah api nya itu langsung membekap mulut Dongrin dan membisikkan sesuatu. Dan beberapa namja di belakang Dongrin langsung menghentikan obrolan mereka.
“Ya Dongrin-aa! Apa-apaan kau ini? Ini ditempat umum tau,” bisik Heechul.
Dongrin hanya dapat mengerucutkan bibirnya. “Ne oppa, mianhae,” ucapnya.
“Kenapa kau meminta maaf padaku? Minta maaflah kepada namja di belakangmu itu!” ucap Heechul memarahi Dongrin.
Waeyo? Aku tidak ada salah dengan mereka,” ucap Dongrin.
“Dongrin, kalau kau membantah, Oppa tidak akan membantumu bertemu dengan Jinyoung,” ucap Heechul penuh penekanan di tiap katanya.
TRAAAK~ *suara ponsel jatuh*
Dongrin dan Heechul segera menoleh ke sumber suara. Hanya mereka yang menoleh karena hanya mereka yang mendengar suara tadi.
“Jinyoung-ah gwenchana?” ucap salah seorang namja.
‘Jin...Young? Jinyoung?’ batin Dongrin. “Oppa, benarkah itu dia?” gumam Dongrin sambil mencoba menahan air matanya keluar. Tetapi gagal.
Lalu Heechul menariknya keluar dari restaurant dan mendudukannya di sebuah kursi taman yang letaknya tidak jauh dari gedung WM Entertainment.
[Jinyoung POV]
“Dongrin, kalau kau membantah, Oppa tidak akan membantumu bertemu dengan Jinyoung,” ucap namja yang berada di meja depanku penuh penekanan di tiap katanya.
Namja itu memanggil yeoja itu siapa? Dongrin? Apakah aku tidak salah dengar. Dan dia juga menyebut namaku. Jangan-jangan dia...‘
TRAAAK~
Aku menjatuhkan ponsel yang sedari tadi ku genggam.
“Jinyoung-ah gwenchana?” tanya Shinwoo hyung.
Setelah Shinwoo hyung menanyakan itu, aku mendengar yeoja di belakangku ini bergumam dan akhirnya menangis. Lalu namja yang tadi memarahinya membawanya keluar dan mendudukkan yeoja tadi ke sebuah kursi taman yang tak jauh letaknya dari gedung WM Entertainment.
“Kau mengenalnya?” tanya Baro akhirnya.
“A...aku,” ucapku tergagap.
“Jawab saja hyung!” sekarang Gongchan yang angkat berbicara.
“Aku harus pergi,” ucapku dan langsung beranjak dari tempat dudukku.
Aku berlari keluar dan mencari sosok yeoja tadi, ternyata dia masih di kursi taman itu. Akupun segera menghampirinya. Namja yang sedari tadi bersamanya langsung menariknya menuju mobil ford hitam yang diparkirkan di tempat parkir di dekat situ saat menyadari kedatanganku. Tetapi aku dengan gesit mencapai pergelangan tangan yeoja itu.
“Aku tau! Kau pasti Dongrin,” ucapku akhirnya.
“Heechul oppa, a...aku ingin bicara padanya. Bisakah kau meninggalkanku sebentar?” ucapnya dengan suara parau. Mungkin akibat menangis tadi. Dan aku akhirnya menyadari bahwa namja yang bersama Dongrin adalah Heechul sunbae.
Heechul sunbae akhirnya melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Dongrin dan mengangguk pelan.
“Aku tunggu kau di mobil,” perintah Heechul sunbae kepada Dongrin.
Hening sebentar.
“Jinyoung-ah, kau kemana saja? Aku merindukanmu. Kau tau, aku sangat ketakutan dulu,” ucap Dongrin memulai pembicaraan.
Mianhae Dongrin-aa, saat itu eomma memanggilku dan menyuruhku untuk pulang, karena malam itu juga aku beserta keluargaku pindah,” ucapku. “Lebih baik kita bicara sambil duduk!” tambahku dan membimbing Dongrin untuk ikut duduk di kursi taman tersebut.
“Kenapa kau harus pindah?” tanya Dongrin, sedari tadi dia tidak memandangku, dia hanya menatap lurus kedepan, pandangannya kosong.
“Kau membuatku sedih, untung saja Oppa menemukanku. Kalau tidak, pasti aku sudah hilang dan diculik orang,” ucap Dongrin sambil tersenyum sarkastik.
Mianhae! Jeongmal mianhae, aku...aku. Aargh, mungkin kata maaf pun tidak akan cukup untuk mengobati kesedihan hatimu,” ucapku. Aku terus menggenggam erat tangan Dongrin.
Gwenchana Jinyoung-ah, aku sudah memaafkanmu. Tenang saja!” ucap Dongrin sambil tersenyum. Senyuman hangat yang sangat kurindukan darinya.
“Young-ie, kau tau? Aku sekarang memiliki banyak teman,” ucapnya dengan nada ceria walaupun matanya masih terlihat sembab.
“Oh, akhirnya kau memanggilku dengan sebutan itu lagi,” ucapku dan langsung memeluk tubuh mungilnya itu. Awalnya dia hanya terkejut, tetapi 3 detik kemudian dia membalas pelukanku.
“Young-ie, tanggal 17 besok, kau mau mampir kerumahku?” ucap Dongrin sambil melepas pelukanku.
“Memang ada apa dengan tanggal 17?” tanyaku berpura-pura tidak tau.
“Aiissh, jadi kau melupakannya? Dasar! Teman macam apa kau ini?” ucap Dongrin, terlihat di pucuk matanya butiran air yang mungkin sebentar lagi jatuh dan membentuk sebuah air mata.
“Ah, aniyeo! Aku ingat. Tanggal 17 ulang tahunmu kan? Tadi aku hanya bercanda! Jangan dianggap serius, ya!” ucapku dan menghapus air matanya yang akhirnya jatuh juga.
“Kau belum tau alamat rumahku kan? Ini, aku beri ini saja. O ya, berarti kau harus memanggilku noona, dong?” ucapnya lalu mengeluarkan kartu nama dari dompetnya dan menyerahkannya kepadaku. Lalu dia melirik jam tangannya.
“Sepertinya begitu, Dongrin noona. Ahahaha,” ucap Jinyoung mengejek Dongrin.
“Hhh...terserahlah! Young-ie, sepertinya aku sudah harus pergi, semoga kita tidak terpisah lagi,” ucapnya dan memelukku sesaat. Lalu dia berbalik dan masuk ke dalam mobil Heechul sunbae.
Dongrin yang sudah masuk ke mobil, akhirnya membuka jendela mobil dan berteriak ke arahku. “Young-ie! Ingat kau harus datang! Ajak juga teman-temanmu. Sampai jumpa!” teriak Dongrin sambil melambaikan tangannya ke arahku.
Akupun hanya mengangguk pasti dan ikut melambaikan tanganku.
[Heechul POV]
Aku melihat mereka berbincang di kursi taman tersebut. Kulihat, Dongrin yang menatap lurus kedepan dan tatapannya yang kosong. Begitulah kalau suasana hatinya sedang tidak menyenangkan atau biasa disebut bad mood.
Beberapa kali aku melihat Dongrin yang mencoba untuk menahan air matanya. Lalu, setelah Dongrin berbicara sesuatu, Jinyoung memeluknya, dan Dongrin juga balas memeluknya. Aku merasakan ada yang aneh dari diriku, entah apa itu. Intinya, aku merasakan sakit tepat di dadaku.
“Ada apa ini? Aneh sekali?” gumamku. Tetapi syukurlah, rasa sakit itu hanya sementara.
Setelah Dongrin menyerahkan sebuah kertas ―kartu nama kurasa―dia lalu melihat ke arah jam tangannya dan akhirnya menuju mobilku.
Setelah dia masuk ke dalam mobil, dia langsung membuka jendela mobil, lalu berteriak dan melambaikan tangannya.
===
Annyeonghaseoyo,” sapa Dongrin kepada Lee Ahjumma.
“Kau sudah pulang? Oh hei? Kenapa matamu sembab?” tanya Donghae yang langsung menyadari mata adiknya sembab.
Hyung, kau apakan dongsaengku?” tanya Donghae langsung kepadaku.
Aniyeo Oppa, nan gwenchana. Tadi saat aku sedang pemotretan, kakiku terkilir dan aku menangis. Hehe, aku cengeng sekali,” ucap Dongrin lagi-lagi berbohong.
‘Cepat sekali dia memutar otaknya untuk mencari alasan,’ batinku.
Oppa, sudah dulu, ya! Aku lelah,” ucap Dongrin sambil tersenyum tipis.
[Author POV]
17 Januari 2011
SAENGIL CHUKKAEHAMNIDA DONGRIN-SSI!”
Terdengar suara beberapa orang yang meneriakkan ucapan selamat orang tahun kepada Dongrin. Ya, hari ini adalah hari ulangtahun Dongrin yang ke-21 *perhitungan umur Korea*
Dongrin hanya mengundang beberapa orang saja, hanya ada member Super Junior, member B1A4, Jongrin, Kyuyoung,Yunhae, dan Haeri saja.
===
“Dongrin bisa kita bicara? Berdua? Diluar?” pinta Heechul bertubi-tubi saat pesta sudah usai.
“Kenapa tidak di dalam?” tanya Dongrin sambil menunjuk semua orang yang sedang mengobrol di ruang tengah.
“Tidak, karena ini pribadi,” ucap Heechul. “Jadi, mau tidak?” tambahnya.
“Umh, ya sudah,” ucap Dongrin, lalu berjalan ke arah taman yang berada di depan rumahnya.
===
“Ada apa, Oppa?” tanya Dongrin sambil duduk di kursi taman rumahnya.
“Umh, bolehkan aku langsung to the point?” tanya Heechul.
“Memang Oppa ingin berbicara apa?” tanya Dongrin yang semakin penasaran.
“Dongrin...umh,” tanya Heechul dengan wajah sedikit memerah.
“Hmm? Katakan saja Oppa!” ucap Dongrin dengan wajah polosnya.
“Umh, Saranghaeyo! Maukah kau menjadi Yeojachinguku?” tanyanya. Sekarang wajahnya sudah benar-benar memerah.
O..oppa?” gumam Dongrin tidak percaya akan ungkapan perasaan Heechul kepadanya.
“Kau boleh menolaknya. Aku tidak memaksa,” ucap Heechul. Wajahnya sedikit kecewa.
“Haha, Oppa. Kau sangat lucu!” ucap Dongrin yang sukses membuat Heechul bingung.
“Hmm?”
“Mana mungkin aku menolakmu! Aku kan...juga mencintaimu,” ucap Dongrin, kini wajanya yang menjadi memerah.
“Jadi...kau menerimaku?” ucap Heechul sambil tersenyum lebar.
Dongrin hanya mengangguk kecil. Lalu Heechul memeluknya lembut.
[Dongrin POV]
Aku senang sekali, ternyata kami saling mencintai. Dan beberapa menit yang lalu, resmi sudah aku menjadi yeojachingu Heechul oppa.
Heechul oppa masih memelukku, tetapi tiba-tiba aku merasakan wajah Heechul oppa yang mendekat ke wajahku. Aku merasakan jantungku berdegup sangat kencang. Aku dapat merasakan hembusan nafasnya dan...
CHUU~~~~
“Hyaaaa!! Oppa? Apa yang kau lakukan?” teriakku terkejut. Pasti wajahku sekarang sudah sangat memerah.
“Aku menciummu, kenapa?” ucapnya dengan wajah innocentnya.
“Itu ciuman pertamakuu, kembalikan!! Kembalikaaaaaann,” teriakku tidak terima.
“Tidak mau!” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.
Wajahku memerah. Antara sebal dan malu.
Oppaaa,” ucapku merajuk. Lalu memeluk Heechul oppa lagi.
Oppa, saranghae,” ucapku pelan ―tetapi cukup keras untuk dapat didengarnya―.
Nado Saranghae,” ucapnya.
Dan tanpa kami sadari...22 pasang mata sedang mengamati kami. Ada yang tersenyum menggoda, ada yang menggigit jari dengan cemas, ada yang tersenyum lega, dan banyak lagi.
Oppa, sepertinya kita sedang diawasi,” bisikku di telinga Heechul oppa saat kami masih berpelukan.
Ne, aku tau. Hei! Kita kerjai saja mereka!” saran Heechul oppa.
“Bagaimana?” ucapku masih berbisik.
“Ikuti saja apa yang aku lakukan, arra?” bisiknya. Aku hanya membalas dengan anggukan kecil.
Tiba-tiba Heechul oppa melepas pelukannya denganku, lalu dia meraih daguku dan mendekatkan wajahnya dengan wajahku, aku segera menahan nafasku. Dapat kulihat senyuman evil di bibirnya. Wajah kami lebih dekat, lebih dekat, dan...

“Kagetkan mereka!” bisik Heechul oppa.
Aku segera mengerti apa yang dimaksudnya. Dan...
“HYAAAAA! APA KALIAN LIHAT-LIHAT?” teriak kami berdua yang membuat semua orang yang mengamati kami tadi melonjak kaget.
Chukkae!” ucap Jinyoung sambil tersenyum tulus.
Setelah Jinyoung mengatakan itu, 21 orang lainnya segera memberikan tepuk tangan untukku dan Heechul oppa.
Gomawoyo, yorobeun,” ucapku dengan mata sedikit berkaca-kaca.
===
(buat backsoundnya, silakan membaca ini sambil mendengar lagu Super Junior K.R.Y – What if, dan Super Junior – Reset. Kalo gak punya. Pake lagu mellow yang lain juga gak masalah. O iya! Buat petals~ setelah baca ini jangan bunuh diri ya! Ini cuma fanfic XD)
“Dongrin-aa!” panggil Heechul oppa.
Ne oppa?” tanyaku penasaran.
“Kita ke taman, yuk!” ajaknya. Dan aku hanya mengangguk meng-iyakan permintaannya.
Oppa kenapa tiba-tiba ingin ketaman?” tanyaku sambil menyusuri jalan menuju taman yang berada di dekat rumahku.
“Umh, aku hanya ingin berlama-lama denganmu, kenapa?” tanyanya sedikit menggodaku.
Gwenchana Oppa, aku juga ingin berlama-lama denganmu,” ucapku.
Saat kami sedang menyusuri jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghalangi jalan kami.
“Yaa! Apa-apaan mobil ini? Menghalangi jalan saja,” teriakku.
Setelah aku meneriakkan kata-kata pedasku itu, seorang yeoja keluar dari mobil yang tadi menghalangi jalan. Yeoja itu nampak familiar bagiku. Dan 1 menit kemudian, aku baru menyadari bahwa yeoja itu adalah dokter yang dulu merawatku.
“Dokter Young ah!” ucapku dengan mata berbinar.
“Oh hai Dongrin! Bagaimana keadaanmu? Sehat bukan?” tanyanya.
“Cukup baik,” ucapku dengan senyum tipis.
“Tapi, tidak setelah ini,” gumamnya, tetapi terdengar sangat keras di telingaku.
“Maksud dokter apa?” tanyaku sedikit bingung.
“Sebentar lagi kau akan mati...di tanganku,” ucapnya sambil memperlihatkan smirk evilnya. Aku terdiam, wajahku mendadak pucat.
“Dokter! Apa yang kau katakan? Maksudmu apa?” teriak Heechul oppa.
“Aku sudah lama membenci Dongrin, bahkan sebelum aku mengetahui kalau dia adik Donghae,” ucapnya enteng.
“Kenapa kau membenciku?” tanyaku. Suaraku terdengar bergetar.
“Begitu banyak alasan dan aku malas untuk menyebutkannya. Dan salah satu alasanku membencimu adalah...kau pengganggu!” ucapnya, lalu perlahan Dokter Young Ah mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaketnya. Tanganku langsung bergetar melihat pistol hitam yang di bawa dokter Young Ah. Yah memang, aku sangat menyukai senjata-senjata semacam itu dari game yang sering aku mainkan. Tetapi setelah tau bahwa pistol itu digunakan untuk membunuhku, tentu saja aku akan takut.
“Pengganggu?” tanyaku. Nada bicaraku semakin terdengar bergetar.
“Iya! Kau pengganggu. Kau mengganggu pertemananku dengan Jinyoung! Kau begitu mudah masuk ke kehidupan Jinyoung, tetapi aku butuh dua tahun untuk dapat diterima oleh Jinyoung! Kau tau, sejak saat itu aku membencimu. Dan aku berniat untuk membalas dendamku,” ucapnya dengan nada bicara yang sedikit bergetar, dan akhirnya dia menangis.
“Pergi saja kau ke neraka!” teriaknya, lalu mengarahkan pistolnya ke arahku dan menarik pelatuknya. Aku menutup mataku, menunggu ajal menjemputku. Dan...
DOOOR~~
‘Apakah aku sudah mati,’ batinku. Perlahan aku mencoba membuka mataku. Aku tidak merasakan sakit tetapi...
BRUUKK~~
Seseorang jatuh ke pelukanku dan dia adalah...
OPPAA~~OPPAA,”teriakku. Ternyata yang terkena tembakan adalah Heechul oppa. Heechul oppa berusaha melindungiku dengan tubuhnya.  Aku menatap tajam ke arah dokter Young Ah. Aku menghampirinya, dia hendak menarik pelatuk pistolnya lagi, tetapi terlambat. Aku sudah berhasil menjatuhkannya dari tangannya. Kemudian aku memukul wajahnya dengan seluruh kekuatanku.
DUAAAK~
Dan dia pun pingsan di tempat. Aku segera menghampiri Heechul oppa yang masih merintih kesakitan. Ternyata peluru itu menembus dadanya.
‘Ya Tuhan, semoga tidak terkena Jantungnya,’ batinku. Dan akupun segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk membawakan ambulance.
[Author POV]
Yoboseyo,” sapa pegawai rumah sakit.
Yoboseyo. Tolong bawakan ambulance ke Seonyudo Park. SEKARANG!” teriak Dongrin kepada pegawai rumah sakit itu.
Baiklah agassi~ kami akan mengecek ambulance yang sedang bebas tugas. Bisa kami tau siapa nama agassi?” tanya pegawai rumah sakit itu.
“NAMA TIDAK PENTING! DAN AMBULANCE HARUS SEGERA DATANG KE SEONYUDO PARK! TIDAK TAUKAH, KAU ? INI NYAWA ORANG!” teriak Dongrin tidak sabar sambil menangis.
Ba-baiklah agassi,” ucap pegawai itu.
“Dongrin-aa,” panggil Heechul  dengan suara yang sangat pelan.
Oppa, jangan banyak bicara! Bertahanlah!” ucap Dongrin sambil menahan darah Heechul agar tidak banyak keluar.
Mi-an-hae, Dong-rin-aa! A-ku ti-dak bi-sa me-ne-ma-ni-mu le-bih la-ma la-gi,” ucap Heechul tersendat-sendat.
Aniyeo! Oppa...Oppa harus bertahan, Oppa harus tetap menemaniku,” ucap Dongrin dengan air mata yang mengalir deras.
Mi-an-hae!” ucap Heechul sambil menitikkan air mata.
Oppa-ya! Kajima!” teriak Dongrin.
Ba-bo-ya! Ke-na-pa kau me-nang-is, huh?” ucapnya sambil memejamkan matanya. “Sa-rang-hae-yo, Dong-rin-aa! Jeong-mal sa-rang-hae,” ucap Heechul dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Oppa, Oppa-ya! OPPAAAA, ANDWAE. KAJIMA...JEBAL! OPPA-YA! IREONNA!” teriak Dongrin sambil mengguncangkan tubuh Heechul yang sudah tidak bernyawa.
Oppa, nado saranghae,” ucap Dongrin, dan akhirnya dia menangis sejadi-jadinya.
===
-Hari Pemakaman Kim Heechul-
Hari ini, Kim Heechul Super Junior dimakamkan. Berbalut Jas putih yang membuatnya gagah, Heechul dibaringkan di peti kayu berukir dan dikubur mendalam bersama dengan semua kenangannya.
Kesedihan, kepiluan, derai air mata, ucapan bela sungkawa dan berbagai karangan bunga bergantian datang menyapa keluarga besar SM Entertainment. Hilir mudik rekan yang hadir menepuk perlahan bahu seluruh member Super Junior ―termasuk Hangeng, Kibum, dan KangIn yang langsung datang setelah menerima berita duka tersebut― dan keluarga Heechul yang telah ditinggalkan. Tak terkecuali Dongrin. Bahkan kini tempat pemakaman sudah ramai dipadati Petals dan ELF yang ingin melepas kepergian member kesayangan mereka. Bulir air mata sudah hal biasa, teriakan kesedihan, rintihan dan hati kesakitan, pedih dan rasa ditinggalkan, semuanya membaur menjadi satu, menyelimuti pemakaman lelaki berbakat bernama Kim Heechul.
 “Kami turut berduka, Dongrin-aa!” ucap Jinyoung sambil memeluk Dongrin yang terduduk lemah di depan kuburan Heechul. Dongrin hanya membalasnya dengan anggukan, sama seperti orang-orang yang sebelumnya mengucapkan bela sungkawa kepadanya.
“Dongrin-aa!” panggil seorang yeoja yang ternyata adalah kakak Heechul, Heejin.
Onnie,mianhaeyo,” ucap Dongrin dan akhirnya dia menangis di pelukan Heejin.
Gwenchana. Onnie tau, Heechul melakukan itu untuk melindungimu, orang yang benar-benar dicintainya,” ucap Heejin sambil menitikkan air matanya.
Dongrin tetap menangis di pelukan Heejin, sampai dia berhenti menangis. Atau lebih tepatnya pingsan. Donghae yang mengetahuinya segera menggendong Dongrin menuju tempat yang tidak terlalu ramai.
===
(untuk yang adegan ini, backsoundnya Super Junior – The One I Love, Super Junior – Let’s Not, dan TVXQ – Stand By You)
-Beberapa hari setelah pemakaman Heechul-
“Dongrin-aa! Makanlah dulu! Nanti kau sakit,” ucap Jinyoung.
“Tidak mau, aku ingin Heechul oppa yang menyuapiku,” ucap Dongrin dengan tatapan kosongnya.
“Ayolah! Kau harus makan! Aku tidak ingin kau sakit,” ucapnya, dan akhirnya Dongrin sedikit meliriknya.
“Kenapa kau baik denganku?” tanya Dongrin kembali dengan tatapannya yang kosong.
“Karena kau temanku,” ucap Jinyoung lalu menyodorkan sesendok bubur ke depan mulut Dongrin.
Shireo! Aku tidak mau makan kalau tidak ada Heechul oppa!” ucap Dongrin keras kepala.
“Jadi kau tidak akan makan sampai kau mati, huh?” sekarang Jinyoung berteriak tepat di depan Dongrin.
“Pergilah! Aku ingin sendirian, kalau kau terus memperdulikanku. Kau akan mengigatkanku kepada Heechul oppa!” ucap Dongrin ketus.
“Baiklah, aku akan pergi! Tetapi kau harus tetap makan. Arasseo?” ucapnya lalu menaruh mangkok berisi bubur itu ke meja yang berada di sebelah ranjang Dongrin.
Setelah Jinyoung keluar dari kamar Dongrin. Dongrin lalu beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke arah balkon yang berada di kamarnya. Dia memegang pagar beton berwarna putih itu hingga buku-buku jarinya memutih. Dia menangis lagi. Teringat akan kenangannya bersama Heechul. Mulai dari  pertama mereka bertemu sampai sekarang mereka berpisah di dua alam yang berbeda.
TES~
Tiba-tiba sesuatu menetes dari hidungnya, darah. Dia tidak mempedulikannya dan tetap memandang lurus kedepan.
TES...TES~
Sekarang tambah banyak darah yang menetes dari hidungnya. Dan tanpa dia sadari, dia menulis sesuatu dengan darahnya di pagar beton berwarna putih tersebut.
Dia menuliskan sebuah tulisan dengan menggunakan hangul. Yang ternyata bertuliskan ‘사랑해요 희철’ (Saranghaeyo Kim Heechul). Dan setelah itu dia terjatuh pingsan.
Jinyoung yang cemas akan keberadaan Dongrin, datang ke kamar Dongrin lagi dan mendapati Dongrin yang tergeletak dengan tangan yang berlumuran darah. Jinyoung yang panik langsung berteriak memanggil Donghae dan yang lainnya. Dan akhirnya Dongrin dibawa ke rumah sakit.
===
“Dia terkena Kanker darah,” ucap Dokter yang menangani Dongrin. Dokter itu bukanlah dokter Lee Young Ah yang telah membunuh Heechul. Dokter Young Ah ternyata hanya dokter jadi-jadian yang ingin membunuh Dongrin. Tetapi tidak pernah berhasil karena Dongrin selalu ditemani Heechul. Dia juga merupakan sosok yeoja misterius yang sebelumnya ingin membunuh Dongrin.
“Kanker darah?” tanya Donghae yang tidak percaya.
“Ne, dan ini sudah...stadium akhir,” ucap dokter itu.
“Jadi, dokter yang dulu menangani Dongrin membohongi kita dengan mengatakan dia terkena Anemia?” tanya Donghae sekali lagi.
“Maafkan kami, kami tidak tau bahwa ada orang yang mengaku Dokter rumah sakit ini. Sekali lagi, mianhae,” ucap dokter itu dan akhirnya berlalu meninggalkan Donghae dan Lee Ahjumma.
===
“Dongrin-aa!” panggil Donghae kepada Dongrin yang sejak sehari lalu hanya menatap kosong. “Dongrin-aa, maafkan Oppa harus memberitahukan berita buruk untukmu,” tambah Donghae dengan mata berkaca-kaca.
Oppa tidak perlu memberitahunya. Aku sudah tau!” ucap Dongrin dengan senyum sarkatis. “Oppa, bisakah kau panggilkan semua member Super Junior, Jinyoung dan teman-temanku?” tambahnya.
“Baiklah,” ucap Donghae, lalu dia segera menyuruh semua orang yang diharapkan Dongrin datang ke rumah sakit tempat dia dirawat.
=setelah semua datang=
“Semuanya! Maafkan aku kalau selama ini aku membuat masalah dengan kalian,” ucap Dongrin dengan nada lembut.
“Dongrin! Apa yang kau bicarakan. Jangan berbicara seolah-olah kau akan meninggalkan kami!” seru Jongrin saat dia merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan.
“Maaf, karena harus mengatakannya. Sebenarnya aku memang akan meninggalkan kalian semua, karena aku memang sudah dijemput,” ucap Dongrin, lalu dia menengok ke pojok ruangan. Dia tersenyum.
“Apa yang kau bicarakan, Dongrin!” teriak Jinyoung dengan mata yang mulai basah.
“Aku sudah dijemput – Hai appa! Hai Heechul oppa” ucap Dongrin sambil melambai ke pojok ruangan, tempat dimana ‘Roh’ Appa Dongrin dan Heechul telah menunggu.
Eomma, berbaik hatilah dengan Donghae oppa! Aku akan menemani appa di sana. Arra?. Oppa, janganlah menjadi anak yang manja! Kau itu namja. Young-ie, maaf kita harus berpisah lagi, sampai jumpa di kehidupan berikutnya. Eunhyuk oppa! Tolong jaga Oppa cengengku, ya. Kyuhyun oppa, berbahagialah dengan Jongrin, dan jangan berpacaran dengan PSPmu terus. Dan yang lainnya, terima kasih untuk kebaikan kalian kepadaku. GOMAWOYO,” ucap Dongrin mengakhiri pembicaraannya dan perlahan menutup matanya.
Derai tangis kembali terdengar. Lalu Donghae berteriak memanggil dokter. Tetapi terlambat. Dongrin sudah tiada, dia sudah pergi bersama appanya dan juga Heechul.
_THE END_
===
HUAAAAH~~ AKHIRNYA KELAR JUGA NIH FF SATU! *capsdiciumchul
Gimana endingnya? Feel sadnya berasa kah? *moga berasa*
Mian kalo mungkin endingnya kepanjangan+kurang menarik~~ karena author benar” tidak tau harus menulis apa.
Tapi yang penting gak gantung kaaan~~ haha..
Dan gomawo buat Della atau Lee HaeRa, saudara kembar palsu ku yang udah ngasih semangat buat kelanjutan ff ini.
Buat eon aya/heeShinju. Author favoritku yang udah mau kasih kritik di 2 episode SaDS dan kritikannya SANGAT membantu. (ini komennya di wp pribadi :* )
Buat Jongrin onnie/Tyas eon yang udah bantu aku nyelesein ff ini.
Buat Salsa yang maksa aku buat masukin dia jadi cast~ *.*
Dan buat semua yang udah mau RLC di ff”ku yang sebelumnya.
Ok~~ cukup karena saya sudah merasa menang award...XDD
Di episode yang terakhir ini...author SANGAT berharap~ yang tadinya siders sekarang mau mengomentari di ff episode terakhir ini,,,
RLC masih dibutuhkan~~
Kritik dan Saran diterima dengan senang hati *asalkan bukan bash
Sekali lagi GOMAWOYO~~
O ya, sedikit notes...ini author ubah tanggal debut B1A4 tahun 2010, ya XDD...soalnya baru keinget ini tadi...hoho ^o^

0 comments:

Post a Comment

Friday, 16 March 2012

Story About Donghae;s Sister [Part 5-End]

Posted by AkaneHeeHee at Friday, March 16, 2012

Title                       : Story About Donghae’s Sister Part 5 [End]
Author                  : AkaneHeeHee (@akane970117)
Rating                   : PG-15
Category              : Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Cast                       : Lee Dongrin (OC), Lee Donghae, Kim Heechul, and find the another cast
Desclaimer          : I only own the plot, the characters are belong to themselves. Do not take it out without permission.
Backsound          : Siapkan lagu-lagu mellow seperti : Super Junior - Hate U Love U, Super Junior -  Reset, Super Junior K.R.Y - What If, Super Junior K.R.Y – The one I Love, Super Junior K.R.Y - Let’s Not, Super Junior - In My Dream, TVXQ - Stand By U. Lagu-lagu tersebut nantinya berguna di beberapa adegan tertentu ^^. Biar kerasa feelnya.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story About Donghae’s Sister
===
[Dongrin POV]
“Dongrin,” ucap sebuah suara. Aku segera mengusap air mataku.
Nuguya?” tanyaku tanpa menengok siapa yang datang.
“Ini aku! Kyuhyun. Hehe,” ucap suara tadi yang ternyata berasal dari Kyuhyun oppa.
“Kenapa kemari?” tanyaku lagi.
“Tidak boleh ya?” tanyanya balik.
“Boleh saja,” ucapku.
“Kenapa kau tidak mau melihatku, sih? Eh..aku bertanya sesuatu padamu boleh tidak?” tanya Kyuhyun oppa lagi.
“Wajahmu jelek! Aku takut melihatnya. Mau bertanya apa?” ucapku sambil tersenyum tipis.
“Dasar yeoja aneh! Aku ingin bertanya, tapi jawab jujur yah!” ucapnya sedikit kesal.
“Hmm..ne..ne, ppali,” ucapku akhirnya mau melihatnya. “Satu pertanyaan saja!” tambahku.
“Heei! Matamu kenapa? Kok sembab, habis menangis ya?” tanyanya saat melihat mataku yang sembab.
“Ini karena aku baru bangun tidur, bodoh,” ucapku berbohong. “Sudah satu pertanyaan, tidak boleh bertanya lagi!” tambahku.
“Ya! Itu bukan pertanyaanku yang sesungguhnya!! Jebal...yah,” ucapnya memohon.
Ne...ne arasseo! Kenapa oppa?” tanyaku lalu mengambil minuman yang berada di meja sebelahku.
“Kenapa kau akhir-akhir ini dekat sekali dengan Heechul hyung?” tanyanya penuh kecurigaan.
“Uhhuukk-uhhukk...” aku tersedak minuman yang baru saja kuminum saat mendengar pertanyaan Kyuhyun oppa.
“Kami ini kan hanya berteman biasa! Ada apa sih denganmu? Aku menganggapnya kakak, dan dia menganggapku adik,” ucapku sambil setengah berteriak karena Kyuhyun oppa tadi membuatku tersedak minuman.
Jinjja? Aku curiga denganmu,” ucap Kyuhyun oppa sambil menyipitkan matanya.
Aigoo, ada apa denganmu, Kyu?” ucapku.
“Yaa! Apa-apaan kau memanggilku seperti itu? Barusan kau memanggilku ‘Oppa’, sekarang memanggilku dengan ‘Kyu’ saja!”
Wae? Tidak boleh?” ucapku sambil meminum minumanku lagi. “Tidak! Ooh, ayolaah! Aku tau kau tadi hanya berbohong! Terlihat dari sorot matamu,” ucap Kyuhyun oppa.
“Umh...tapi..” ucapku menggantungkan kalimat. “Tapi kenapa? Kau takut aku akan membocorkannya? Oh, tenanglah! Aku tidak seperti Kangin hyung,” ucap Kyuhyun oppa meyakinkanku.
“Bukan itu, tapi aku juga akan bertanya satu hal padamu, Otthokae? Setuju?” ucapku sambil menyeringai menakutkan.
Ne arasseo! Ppali, cepat jawab pertanyaanku tadi!” ucapnya tidak sabar.
“Jadi begini! Sebenarnya aku, menyukai Heechul oppa,” ucapku. Kurasakan pipiku memanas dan Kyuhyun oppa menertawaiku.
“Yaa!! Kenapa kau tertawa? Kau mengejekku, huh?” ucapku sedikit emosi.
“Ah aniya! Ok..ok! Lalu, apa kau tau alasan mengapa Heechul hyung dekat denganmu?” tanyanya lagi.
Molla, mungkin alasannya dekat denganku karena dia memang menganggapku sebagai adik,” ucapku santai.
“Ok...sekarang gantian aku yang bertanya! Aku lihat...sekarang kau...dekat dengan salah satu temanku,” ucapku sambil meliriknya tajam.
“Hhh...yang benar saja?” ucap Kyuhyun oppa sedikit tidak percaya.
Oppa, Kau harus jujur! Kalau kau tidak jujur, aku akan menyumpahimu kalau kau tidak akan bisa mengalahkan siapapun saat bermain Starcraft,” ucapku dan sukses membuatnya mau berbicara jujur.
“Aaahh...arasseo! arasseo! Memang menurutmu, aku dekat dengan siapa?” tanyanya.
“Hmm...Jongrin onnie,” ucapku sambil tersenyum menggoda.
“Y...yaaa!! kenapa kau bisa tau?” ucapnya. Aku dapat melihat semburat merah di pipinya. Entah itu karena malu atau marah.
“Hahahahaa...benar kan! Kau menyukai Jongrin onnie, ya? Ayoo! Jujur padaku,” ucapku.
N...ne, tapi...aku tidak tau apakah dia juga menyukaiku, atau tidak” ucap Kyuhyun oppa pesimis.
“Dia menyukaimu!” ucapku tiba-tiba.
“Ooops,” ucapku sambil menutup mulutku saat aku sadar bahwa aku membocorkan rahasia Jongrin onnie.
Aku melihat perubahan mimik wajah Kyuhyun oppa yang sekarang menjadi ‘Cengoh’ tidak percaya akan kata-kataku.
“Terserah kalau tidak percaya! Lebih baik, kau cepat-cepat menyatakan perasaanmu padanya, karena masih ada satu lagi orang yang menyukai Jongrin onnie,” ucapku enteng sembari mengotak-atik ponselku.
 “Hah? Siapa?” tanya Kyuhyun oppa agak emosi karena mengetahui dia punya saingan.
“Ada deh,” ucapku sambil menjulurkan lidahku pada Kyuhyun oppa.
“Yaa!! Siapa?” ucapnya. Kurasa emosinya sekarang sudah memuncak.
Shireo! Nanti kalau aku memberi tahumu, kau akan menyiksaku sehingga aku akan lebih lama di rumah sakit yang membosankan ini,” ucapku setengah berteriak.
“Sudah ya, Oppa! Aku lelah, mau tidur,” ucapku mengusirnya.
“Hhh...ya sudahlah! Sebentar lagi Heechul hyung akan kesini! Jangan berkelahi, ya!” ucapnya menasehatiku.
Oppa, aku bukan anak kecil!” ucapku sambil mengembungkan pipi.
“Ya sudah...annyeong!” ucapnya. Tetapi aku tidak menjawabnya dan langsung mencoba untuk tidur.
Tetapi beberapa saat kemudian, sebelum Kyuhyun oppa benar-benar keluar dari ruanganku. Aku memanggilnya.
Oppa,” teriakku.
Ne? Katanya mau tidur?” ucapnya dengan wajah datar.
“Sekarang kau pergilah ke taman rumah sakit. Jongrin onnie ada di situ,” ucapku sambil mengepalkan tanganku, berniat untuk memberi Kyuhyun oppa semangat.
Ne, gomawo,” ucapnya dan akhirnya keluar dari ruanganku.
Akupun kembali melanjutkan aktivitasku yang tertunda beberapa saat. Yaitu, TIDUUUR~
[Heechul POV]
Seperti hari-hari kemarin. Sekarang aku giat menjenguk Dongrin. Sampai nomor ruang rawat Dongrin pun aku sudah hafal di luar kepala. Hari ini, aku tidak membawakannya coklat lagi. Karena perawat yang biasanya merawat Dongrin melarangku.
Yah, sudahlah, tidak apa! Toh kedatanganku sudah membuatnya bahagia. Aku sampai di depan pintu ruang rawat Dongrin. Aku sudah akan membuka pintu tersebut tetapi aku mengurungkan niatku saat terdengar suara Kyuhyun dari dalam ruang rawat Dongrin.
“Tapi kenapa? Kau takut aku akan membocorkannya? Oh tenanglah! Aku tidak seperti Kangin hyung!”  ucap Kyuhyun yang sepertinya meyakinkan Dongrin akan suatu hal.
“Bukan itu! Tapi aku juga akan bertanya satu hal padamu, Otthokae? Setuju?” sekarang Dongrin yang berbicara.
“Ne arasseo! Ppali, cepat jawab pertanyaanku tadi!” ucap Kyuhyun, terlihat sekali dari nada bicaranya kalau dia sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Dongrin.
“Jadi begini, sebenarnya aku menyukai Heechul oppa,” ucap Dongrin lagi. Dan setelah Dongrin mengatakan hal itu. Terdengar Kyuhyun yang menertawakannya.
‘Hah? Yang benar saja? Dongrin...menyukaiku?’ batinku tak percaya akan hal yang baru saja kudengar.
“Sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadarinya?” gumamku. Hah, sudahlah. Lebih baik aku menunggu Kyuhyun keluar saja.
Antara senang, dan menyesal aku pergi ke taman rumah sakit. Aku senang karena Dongrin menyukaiku dan menyesal karena aku tidak menyadirinya dari dulu.
Babo,” gumamku kepada diriku sendiri.
Saat aku sedang bergelut dengan pikiranku. Aku menabrak seorang yeoja.
“Ah, mianhae,” ucapku tanpa rasa bersalah sedikitpun.
“Oh...kau Jongrin,” ucapku saat menyadari bahwa yeoja yang baru saja kutabrak adalah Jongrin. Teman Dongrin sekaligus adik Yesung.
Oppa, kenapa tidak ke ruangan Dongrin?” tanyanya.
“Dia sedang berbicara dengan seseorang, jadi aku pergi dulu. Aku tidak suka mencampuri urusan orang,” ucapku.
“Kau sendiri?” tanyaku.
“Emh..aku tadi disuruh Dongrin untuk kemari,”ucapnya.
“Jongrin-aa!” panggil seseorang yang ternyata adalah Kyuhyun.
Ne, oppa? Wae gurae?” tanya Jongrin dengan wajah polosnya.
“Bisa bicara sebentar?” tanya Kyuhyun dengan wajah sedikit gugup. “Hanya kita berdua,” tambah Kyuhyun setelah melirik ke arahku.
“Ah, tentu. Oppa, aku pergi dulu,” ucap Jongrin sembari melambaikan tangan ke arahku.
Aku dapat melihat Kyuhyun yang sedikit curi-curi pandang ke arah Jongrin, dan Jongrin yang sedikit kikuk ketika berbicara dengan Kyuhyun.
“Ada apa dengan mereka?” gumamku. “Ah! Sudahlah! Tidak penting,” tambahku.
Akupun segera menuju ke ruang rawat Dongrin lagi. Aku membuka pintu itu perlahan. Dan kulihat Dongrin yang sedang tertidur pulas. Karena aku takut membangunkannya. Lebih baik aku pergi dulu.
Tetapi saat aku berbalik akan membuka pintu. Terdengar suara Dongrin yang mengigau. “Jinyoung-ah, Kajima! Jangan tinggalkan aku!” racau Dongrin tidak jelas.
‘Siapa Jinyoung?’ batinku penasaran. Akhirnya, karena rasa penasaranku. Aku akhirnya menunggu Dongrin sampai dia terbangun.
===
“Eungh...Oppa, sejak kapan Oppa disini?” tanya Dongrin sambil mengucek matanya.
“Pasti tadi Oppa melihat cara tidurku, ya? Aduuh, pasti aneh sekali saat aku tidur. Oppa kenapa tidak membangunkanku?” ucapnya sedikit kesal.
“A..ah, memang kenapa kalau aku melihatmu tidur? Wajahmu manis saat sedang tertidur. Aku tidak membangunkanmu karena tadi kau baru saja tidur,” ucapku sambil tersenyum tipis.
“Emh...Dongrin, siapa itu Jinyoung?” tanyaku langsung to the point .
“Hah? Kenapa Oppa bisa tau nama itu?” ucap Dongrin setengah terkejut. Terlihat wajahnya yang sedikit sayu. Aku jadi tidak tega melihatnya.
“Umh...tidak apa! Hanya saja, tadi kau mengigau menyebut nama orang itu,” ucapku. Tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Dan akhirnya dia menangis.
Akupun segera mendekatinya dan memeluknya. “Sssh...kenapa menangis? Maaf, kalau Oppa membuatmu menangis,” ucapku sambil menenangkan Dongrin.
Aniyo Oppa, Oppa tidak salah. Aku menangis karena aku sangat rindu dengan orang bernama Jinyoung itu,” ucapnya masih sambil menangis. “Oppa, maukah kau menjadi tempat curhatku untuk hari ini?” tambahnya.
Ne, silakan kalau kau memang butuh,” ucapku dan melepaskan pelukanku.
[Author POV]
Akhirnya Dongrin menceritakan tentang masa lalunya yang sangat pahit itu. Dia menceritakan tentang siapa itu Jinyoung, dan bagaimana dia bisa sangat merindukan orang itu.
Dongrin merasa sedikit terangkat bebannya setelah dia menceritakan semuanya ke Heechul.
“Bagaimana kalau kita mencarinya?” tanya Heechul. “Tidak usah Oppa. Aku ingin melupakannya,” ucap Dongrin.
“Ya sudah, kalau kau ingin melupakannya. Aku tidak akan melarangmu. HWAITING!” ucap Heechul menyemangati Dongrin.
SREEK...JEGLEEK-->suara pintu digeser, ditutup lagi
Annyeong Dongrin! Oppa punya segudang berita baik untukmu,” ucap Donghae yang tiba-tiba masuk dan tersenyum cerah.
Oppa membawa berita baik apa?” ucap Dongrin yang langsung berbinar. Dia senang karena Oppanya datang, dan dia juga senang karena Oppanya datang dengan membawa kabar baik.
“Hari ini kau sudah diperbolehkan pulang. Kau senang bukan? Heechul hyung! Bantu Dongrin membereskan barangnya. Aku akan mengurus administrasi,” ucap Donghae dan dia keluar dengan senyum yang masih sama dengan sebelumnya. Senyum yang cerah.
===
Eommaaa~~ aku kembali!” teriak Dongrin saat dia memasuki rumahnya. Rumah yang selama dua minggu ia tinggalkan itu.
“Dongrin-aa. Eomma merindukanmu!” ucap Lee Ahjumma.
Eomma kenapa tidak pernah menjengukku?” ucap Dongrin sedikit sedih.
Mianhae! Jeongmal mianhae. Eomma mengurusi rumah. Dan eomma juga perlu menjaga anak-anak itu!” ucap Lee Ahjumma sambil menunjuk beberapa orang namja yang sekarang sedang bermain perang bantal di ruang tengah.
“Yaaaaaa, ternyata kalian masih disini?” teriak Dongrin saat menyadari bahwa ternyata semua member Super Junior masih berada di rumahnya.
“Sudah! Lebih baik kau sekarang masuk ke kamarmu!” ucap Lee Ahjumma.
“Tapi...tapi, nanti mereka mengganggu,” ucap Dongrin sambil menunjuk Eunhyuk dan Kyuhyun.
“Mereka tidak akan mengganggumu,” ucap Heechul enteng.
Akhirnya semuanya kembali seperti biasa. Mereka menjalani kehidupan mereka dengan tenang.
-TAMAT-
[readers : ending apaan nih? Gak ada nyambungnya sama sekali..-___-
Author : terus maunya gimana?
Readers : ya dibuat yang menarik dong thor! Ayo..mau gak mau harus lanjut.
Auhtor : kan udah tamat
Reader s : LANJUTIN
Auhtor : *mengkerut*]

Ok, gak jadi tamat
===
-3 tahun kemudian-
Chukkahae,”ucap semua orang yang berada di rumah Dongrin.
Gomawo semuanya,” ucap Dongrin dengan senyum yang merekah.
“Kau mau melanjutkan sekolah di mana?” tanya Donghae.
“Sepertinya di Sangjin University saja oppa!,” ucap Dongrin sambil melirik ke arah Heechul.
“Ya! Kenapa sama denganku? Lalu kau akan masuk jurusan apa?”ucap Heechul.
“Hehe, tidak apa-apa kan, Oppa? Aku akan mengambil jurusan sastra, kalau tidak kesenian atau designer juga boleh,” ucap Dongrin yang masih bingung menentukan dia akan masuk ke jurusan apa.
“Kenapa tidak memikirkannya dari dulu?” tanya Kyuhyun yang tentu saja masih sibuk dengan PSPnya.
“Aku tidak sempat memikirkan hal seperti itu. Karena aku sibuk belajar untuk ujian,” ucap Dongrin ketus.
Arasseo, kami akan membantumu” ucap Leeteuk.
“Ah, gomawo oppadeul. Seandainya aku bisa membalas kebaikan kalian,” ucap Dongrin terharu.
“Kau tidak perlu membalasnya Dongrin. Kami membantumu dengan ikhlas, kok,” ucap Leeteuk lagi.
“Hei...bagaimana kalau kau masuk ke jurusan Arsitektur?” tanya Kyuhyun.
“Tidak mau!” ucap Dongrin ketus. “Aku ingin ke Sastra Bahasa Inggris saja,” tambahnya dengan nada yang mantap.
“Yakin mau sastra?” tanya Heechul.
“Iya...aku yakin,” ucap Dongrin.
“Haaah, syukurlah kau langsung memilih jurusanmu. Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi membantumu menentukan jurusan,” ucap Eunhyuk enteng.
“Terserah!” ucap Dongrin ketus dan langsung menuju kamarnya.
“Ya ampuun. Moodnya mudah sekali berubah,” ucap Eunhyuk lagi.
“Kau sih! Memancing emosinya,” ucap Yesung sambil menjitak kepala Eunhyuk pelan.
===
“Huaaaaahh, bosaaan!” ucap Dongrin sambil menggonta-ganti chanel tvnya.
Dongrin langsung menghentikan aktivitas anehnya tersebut saat dia melihat sebuah MV yang ditampilkan di acara tv tersebut.
“Boyband baru rupanya,” gumam Dongrin. ‘Kenapa namja itu terlihat familiar sekali ya?’ batin Dongrin saat melihat salah satu namja di MV tersebut.
O.K,
Let’s Fly
B1A4
Ooo...ooo...come closer baby!
Akhirnya, Dongrin menonton MV tersebut sampai habis. Dan saat pengenalan membernya. Tubuh Dongrin serasa membeku saat menyadari seorang namja yang sangat familiar baginya. Seorang namja yang sangat dirindukannya. Seorang namja yang ingin dilupakannya. Seorang namja yang menjadi teman masa kecilnya. Dan seorang namja yang meninggalkannya saat mereka sedang bermain suatu permainan kecil.
Yah...namja itu adalah...
Jinyoung
[Dongrin POV]
‘Tidak mungkin, tidak mungkin itu dia!’ batinku tak percaya.
Perlahan air mataku jatuh. Aku menangis sejadi-jadinya. Tiba-tiba seseorang memasuki kamarku. Dia memelukku lembut. Yah, memang sekarang aku sedang butuh seseorang untuk bersandar. Aku masih menangis. Entah kapan tangisku ini akan mereda.
“Sshh...kenapa menangis lagi? Kau rindu dengannya?” ucap orang yang memelukku. Ternyata Heechul oppa yang memelukku.
“Ternyata rencanaku untuk melupakannya gagal, Oppa,” ucapku masih menangis. Lalu Heechul oppa menghapus air mataku.
“Kau ingin bertemu dengannya?” tanya Heechul oppa kepadaku.
Aku hanya mengangguk di dalam pelukannya. Lalu Heechul oppa melepas pelukannya.
“Gantilah pakaianmu! Aku akan mengantarkanmu menemuinya,” ucap Heechul oppa, lalu dia beranjak untuk keluar kamarku.
Oppa, kenapa Oppa bisa tau aku menangis? Dan bagaimana Oppa bisa tau kalau aku merindukannya?” tanyaku dengan suara parau.
“Tidak tau! Hanya feelingku saja untuk datang menenangkanmu,” ucap Heechul oppa sambil tersenyum tipis.
Gomawo Oppa,” ucapku.
Cheonma,” balasnya.
“Eh, Oppa! Jangan bilang pada siapapun ya, yang tau hanya kau dan aku saja,” ucapku.
Ne, tenang saja!” ucapnya lagi dan keluar dari kamarku.
Setelah aku mengganti pakaianku. Aku segera turun kebawah. Disana sudah ada Eomma, Heechul oppa, Eunhyuk oppa, dan Donghae oppa.
“Dongrin-aa. Mau kemana?” tanya Donghae oppa.
“Aku...emh,” ucapku mencari alasan yang bagus. “Ah, aku ada pemotretan, Oppa. Emh, sudah ya! Aku sudah ditunggu. Heechul oppa, bisakah kau mengantarku?” ucapku.
“Tentu saja, Lee Ahjumma. Aku pergi dulu,” ucap Heechul oppa yang dibalas anggukan kepala dari Eomma.
Hyung! Hati-hati,” perintah Donghae oppa dan dibalas anggukan kepala dari Heechul oppa.
===
Aku sampai di depan gedung WM Entertainment. Aku memandangi gedung itu cukup lama dan tidak beranjak untuk memasuki gedung itu. Heechul oppa sudah memakai perlengkapan penyamarannya. Jadi aku tidak takut apabila ada orang yang menyadarinya. Tetapi tiba-tiba tanganku gemetar dan Heechul oppa menggenggam erat tanganku.
Oppa, aku takut menemuinya,” ucapku sambil memperkuat genggamanku di tangan Heechul oppa.
“Kenapa?” tanyanya.
“Entahlah. Aku sendiri juga tidak mengerti,” ucapku.
“Kau sudah makan?” tanya Heechul oppa lagi.
“Belum,” kataku jujur.
 “Kalau begitu ayo kita makan dulu,” ajak Heechul oppa.
Akupun hanya mengangguk dan mengikutinya berjalan ke arah restourant yang berada di seberang gedung WM Entertainment.
[Author POV]
Oppa, kenapa kau baik sekali denganku?” ucap Dongrin sambil mengaduk ramyun pesanannya.
 “Molla,” ucap Heechul sambil menatap ramyunnya. “Cepat makan makananmu!” suruhnya kepada Dongrin.
Waeyo? Punyamu saja belum kau sentuh! Kenapa menyuruhku?” ucap Dongrin setengah berteriak.
“Ssstt...kau tau kan? Lidahku lidah kucing? Aku tidak suka makanan yang panas,” terang Heechul.
Ne arasseo, aku makan,” ucap Dongrin dan mulai memakan ramyunnya.
Disaat Dongrin sedang memakan ramyunnya, dia mendengar beberapa namja yang sedang berbincang tepat di belakangnya. Mereka berbincang sambil sesekali tertawa. Dongrin yang merasa terganggu hanya menggumam pelan, tetapi cukup keras untuk didengar namja yang berada di belakangnya itu.
Aigooo, aku jadi tidak nafsu makan kalau terus terganggu obrolan namja di belakangku ini” gumam Dongrin.
Heechul yang menyadari Dongrin mengeluarkan lidah api nya itu langsung membekap mulut Dongrin dan membisikkan sesuatu. Dan beberapa namja di belakang Dongrin langsung menghentikan obrolan mereka.
“Ya Dongrin-aa! Apa-apaan kau ini? Ini ditempat umum tau,” bisik Heechul.
Dongrin hanya dapat mengerucutkan bibirnya. “Ne oppa, mianhae,” ucapnya.
“Kenapa kau meminta maaf padaku? Minta maaflah kepada namja di belakangmu itu!” ucap Heechul memarahi Dongrin.
Waeyo? Aku tidak ada salah dengan mereka,” ucap Dongrin.
“Dongrin, kalau kau membantah, Oppa tidak akan membantumu bertemu dengan Jinyoung,” ucap Heechul penuh penekanan di tiap katanya.
TRAAAK~ *suara ponsel jatuh*
Dongrin dan Heechul segera menoleh ke sumber suara. Hanya mereka yang menoleh karena hanya mereka yang mendengar suara tadi.
“Jinyoung-ah gwenchana?” ucap salah seorang namja.
‘Jin...Young? Jinyoung?’ batin Dongrin. “Oppa, benarkah itu dia?” gumam Dongrin sambil mencoba menahan air matanya keluar. Tetapi gagal.
Lalu Heechul menariknya keluar dari restaurant dan mendudukannya di sebuah kursi taman yang letaknya tidak jauh dari gedung WM Entertainment.
[Jinyoung POV]
“Dongrin, kalau kau membantah, Oppa tidak akan membantumu bertemu dengan Jinyoung,” ucap namja yang berada di meja depanku penuh penekanan di tiap katanya.
Namja itu memanggil yeoja itu siapa? Dongrin? Apakah aku tidak salah dengar. Dan dia juga menyebut namaku. Jangan-jangan dia...‘
TRAAAK~
Aku menjatuhkan ponsel yang sedari tadi ku genggam.
“Jinyoung-ah gwenchana?” tanya Shinwoo hyung.
Setelah Shinwoo hyung menanyakan itu, aku mendengar yeoja di belakangku ini bergumam dan akhirnya menangis. Lalu namja yang tadi memarahinya membawanya keluar dan mendudukkan yeoja tadi ke sebuah kursi taman yang tak jauh letaknya dari gedung WM Entertainment.
“Kau mengenalnya?” tanya Baro akhirnya.
“A...aku,” ucapku tergagap.
“Jawab saja hyung!” sekarang Gongchan yang angkat berbicara.
“Aku harus pergi,” ucapku dan langsung beranjak dari tempat dudukku.
Aku berlari keluar dan mencari sosok yeoja tadi, ternyata dia masih di kursi taman itu. Akupun segera menghampirinya. Namja yang sedari tadi bersamanya langsung menariknya menuju mobil ford hitam yang diparkirkan di tempat parkir di dekat situ saat menyadari kedatanganku. Tetapi aku dengan gesit mencapai pergelangan tangan yeoja itu.
“Aku tau! Kau pasti Dongrin,” ucapku akhirnya.
“Heechul oppa, a...aku ingin bicara padanya. Bisakah kau meninggalkanku sebentar?” ucapnya dengan suara parau. Mungkin akibat menangis tadi. Dan aku akhirnya menyadari bahwa namja yang bersama Dongrin adalah Heechul sunbae.
Heechul sunbae akhirnya melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Dongrin dan mengangguk pelan.
“Aku tunggu kau di mobil,” perintah Heechul sunbae kepada Dongrin.
Hening sebentar.
“Jinyoung-ah, kau kemana saja? Aku merindukanmu. Kau tau, aku sangat ketakutan dulu,” ucap Dongrin memulai pembicaraan.
Mianhae Dongrin-aa, saat itu eomma memanggilku dan menyuruhku untuk pulang, karena malam itu juga aku beserta keluargaku pindah,” ucapku. “Lebih baik kita bicara sambil duduk!” tambahku dan membimbing Dongrin untuk ikut duduk di kursi taman tersebut.
“Kenapa kau harus pindah?” tanya Dongrin, sedari tadi dia tidak memandangku, dia hanya menatap lurus kedepan, pandangannya kosong.
“Kau membuatku sedih, untung saja Oppa menemukanku. Kalau tidak, pasti aku sudah hilang dan diculik orang,” ucap Dongrin sambil tersenyum sarkastik.
Mianhae! Jeongmal mianhae, aku...aku. Aargh, mungkin kata maaf pun tidak akan cukup untuk mengobati kesedihan hatimu,” ucapku. Aku terus menggenggam erat tangan Dongrin.
Gwenchana Jinyoung-ah, aku sudah memaafkanmu. Tenang saja!” ucap Dongrin sambil tersenyum. Senyuman hangat yang sangat kurindukan darinya.
“Young-ie, kau tau? Aku sekarang memiliki banyak teman,” ucapnya dengan nada ceria walaupun matanya masih terlihat sembab.
“Oh, akhirnya kau memanggilku dengan sebutan itu lagi,” ucapku dan langsung memeluk tubuh mungilnya itu. Awalnya dia hanya terkejut, tetapi 3 detik kemudian dia membalas pelukanku.
“Young-ie, tanggal 17 besok, kau mau mampir kerumahku?” ucap Dongrin sambil melepas pelukanku.
“Memang ada apa dengan tanggal 17?” tanyaku berpura-pura tidak tau.
“Aiissh, jadi kau melupakannya? Dasar! Teman macam apa kau ini?” ucap Dongrin, terlihat di pucuk matanya butiran air yang mungkin sebentar lagi jatuh dan membentuk sebuah air mata.
“Ah, aniyeo! Aku ingat. Tanggal 17 ulang tahunmu kan? Tadi aku hanya bercanda! Jangan dianggap serius, ya!” ucapku dan menghapus air matanya yang akhirnya jatuh juga.
“Kau belum tau alamat rumahku kan? Ini, aku beri ini saja. O ya, berarti kau harus memanggilku noona, dong?” ucapnya lalu mengeluarkan kartu nama dari dompetnya dan menyerahkannya kepadaku. Lalu dia melirik jam tangannya.
“Sepertinya begitu, Dongrin noona. Ahahaha,” ucap Jinyoung mengejek Dongrin.
“Hhh...terserahlah! Young-ie, sepertinya aku sudah harus pergi, semoga kita tidak terpisah lagi,” ucapnya dan memelukku sesaat. Lalu dia berbalik dan masuk ke dalam mobil Heechul sunbae.
Dongrin yang sudah masuk ke mobil, akhirnya membuka jendela mobil dan berteriak ke arahku. “Young-ie! Ingat kau harus datang! Ajak juga teman-temanmu. Sampai jumpa!” teriak Dongrin sambil melambaikan tangannya ke arahku.
Akupun hanya mengangguk pasti dan ikut melambaikan tanganku.
[Heechul POV]
Aku melihat mereka berbincang di kursi taman tersebut. Kulihat, Dongrin yang menatap lurus kedepan dan tatapannya yang kosong. Begitulah kalau suasana hatinya sedang tidak menyenangkan atau biasa disebut bad mood.
Beberapa kali aku melihat Dongrin yang mencoba untuk menahan air matanya. Lalu, setelah Dongrin berbicara sesuatu, Jinyoung memeluknya, dan Dongrin juga balas memeluknya. Aku merasakan ada yang aneh dari diriku, entah apa itu. Intinya, aku merasakan sakit tepat di dadaku.
“Ada apa ini? Aneh sekali?” gumamku. Tetapi syukurlah, rasa sakit itu hanya sementara.
Setelah Dongrin menyerahkan sebuah kertas ―kartu nama kurasa―dia lalu melihat ke arah jam tangannya dan akhirnya menuju mobilku.
Setelah dia masuk ke dalam mobil, dia langsung membuka jendela mobil, lalu berteriak dan melambaikan tangannya.
===
Annyeonghaseoyo,” sapa Dongrin kepada Lee Ahjumma.
“Kau sudah pulang? Oh hei? Kenapa matamu sembab?” tanya Donghae yang langsung menyadari mata adiknya sembab.
Hyung, kau apakan dongsaengku?” tanya Donghae langsung kepadaku.
Aniyeo Oppa, nan gwenchana. Tadi saat aku sedang pemotretan, kakiku terkilir dan aku menangis. Hehe, aku cengeng sekali,” ucap Dongrin lagi-lagi berbohong.
‘Cepat sekali dia memutar otaknya untuk mencari alasan,’ batinku.
Oppa, sudah dulu, ya! Aku lelah,” ucap Dongrin sambil tersenyum tipis.
[Author POV]
17 Januari 2011
SAENGIL CHUKKAEHAMNIDA DONGRIN-SSI!”
Terdengar suara beberapa orang yang meneriakkan ucapan selamat orang tahun kepada Dongrin. Ya, hari ini adalah hari ulangtahun Dongrin yang ke-21 *perhitungan umur Korea*
Dongrin hanya mengundang beberapa orang saja, hanya ada member Super Junior, member B1A4, Jongrin, Kyuyoung,Yunhae, dan Haeri saja.
===
“Dongrin bisa kita bicara? Berdua? Diluar?” pinta Heechul bertubi-tubi saat pesta sudah usai.
“Kenapa tidak di dalam?” tanya Dongrin sambil menunjuk semua orang yang sedang mengobrol di ruang tengah.
“Tidak, karena ini pribadi,” ucap Heechul. “Jadi, mau tidak?” tambahnya.
“Umh, ya sudah,” ucap Dongrin, lalu berjalan ke arah taman yang berada di depan rumahnya.
===
“Ada apa, Oppa?” tanya Dongrin sambil duduk di kursi taman rumahnya.
“Umh, bolehkan aku langsung to the point?” tanya Heechul.
“Memang Oppa ingin berbicara apa?” tanya Dongrin yang semakin penasaran.
“Dongrin...umh,” tanya Heechul dengan wajah sedikit memerah.
“Hmm? Katakan saja Oppa!” ucap Dongrin dengan wajah polosnya.
“Umh, Saranghaeyo! Maukah kau menjadi Yeojachinguku?” tanyanya. Sekarang wajahnya sudah benar-benar memerah.
O..oppa?” gumam Dongrin tidak percaya akan ungkapan perasaan Heechul kepadanya.
“Kau boleh menolaknya. Aku tidak memaksa,” ucap Heechul. Wajahnya sedikit kecewa.
“Haha, Oppa. Kau sangat lucu!” ucap Dongrin yang sukses membuat Heechul bingung.
“Hmm?”
“Mana mungkin aku menolakmu! Aku kan...juga mencintaimu,” ucap Dongrin, kini wajanya yang menjadi memerah.
“Jadi...kau menerimaku?” ucap Heechul sambil tersenyum lebar.
Dongrin hanya mengangguk kecil. Lalu Heechul memeluknya lembut.
[Dongrin POV]
Aku senang sekali, ternyata kami saling mencintai. Dan beberapa menit yang lalu, resmi sudah aku menjadi yeojachingu Heechul oppa.
Heechul oppa masih memelukku, tetapi tiba-tiba aku merasakan wajah Heechul oppa yang mendekat ke wajahku. Aku merasakan jantungku berdegup sangat kencang. Aku dapat merasakan hembusan nafasnya dan...
CHUU~~~~
“Hyaaaa!! Oppa? Apa yang kau lakukan?” teriakku terkejut. Pasti wajahku sekarang sudah sangat memerah.
“Aku menciummu, kenapa?” ucapnya dengan wajah innocentnya.
“Itu ciuman pertamakuu, kembalikan!! Kembalikaaaaaann,” teriakku tidak terima.
“Tidak mau!” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.
Wajahku memerah. Antara sebal dan malu.
Oppaaa,” ucapku merajuk. Lalu memeluk Heechul oppa lagi.
Oppa, saranghae,” ucapku pelan ―tetapi cukup keras untuk dapat didengarnya―.
Nado Saranghae,” ucapnya.
Dan tanpa kami sadari...22 pasang mata sedang mengamati kami. Ada yang tersenyum menggoda, ada yang menggigit jari dengan cemas, ada yang tersenyum lega, dan banyak lagi.
Oppa, sepertinya kita sedang diawasi,” bisikku di telinga Heechul oppa saat kami masih berpelukan.
Ne, aku tau. Hei! Kita kerjai saja mereka!” saran Heechul oppa.
“Bagaimana?” ucapku masih berbisik.
“Ikuti saja apa yang aku lakukan, arra?” bisiknya. Aku hanya membalas dengan anggukan kecil.
Tiba-tiba Heechul oppa melepas pelukannya denganku, lalu dia meraih daguku dan mendekatkan wajahnya dengan wajahku, aku segera menahan nafasku. Dapat kulihat senyuman evil di bibirnya. Wajah kami lebih dekat, lebih dekat, dan...

“Kagetkan mereka!” bisik Heechul oppa.
Aku segera mengerti apa yang dimaksudnya. Dan...
“HYAAAAA! APA KALIAN LIHAT-LIHAT?” teriak kami berdua yang membuat semua orang yang mengamati kami tadi melonjak kaget.
Chukkae!” ucap Jinyoung sambil tersenyum tulus.
Setelah Jinyoung mengatakan itu, 21 orang lainnya segera memberikan tepuk tangan untukku dan Heechul oppa.
Gomawoyo, yorobeun,” ucapku dengan mata sedikit berkaca-kaca.
===
(buat backsoundnya, silakan membaca ini sambil mendengar lagu Super Junior K.R.Y – What if, dan Super Junior – Reset. Kalo gak punya. Pake lagu mellow yang lain juga gak masalah. O iya! Buat petals~ setelah baca ini jangan bunuh diri ya! Ini cuma fanfic XD)
“Dongrin-aa!” panggil Heechul oppa.
Ne oppa?” tanyaku penasaran.
“Kita ke taman, yuk!” ajaknya. Dan aku hanya mengangguk meng-iyakan permintaannya.
Oppa kenapa tiba-tiba ingin ketaman?” tanyaku sambil menyusuri jalan menuju taman yang berada di dekat rumahku.
“Umh, aku hanya ingin berlama-lama denganmu, kenapa?” tanyanya sedikit menggodaku.
Gwenchana Oppa, aku juga ingin berlama-lama denganmu,” ucapku.
Saat kami sedang menyusuri jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghalangi jalan kami.
“Yaa! Apa-apaan mobil ini? Menghalangi jalan saja,” teriakku.
Setelah aku meneriakkan kata-kata pedasku itu, seorang yeoja keluar dari mobil yang tadi menghalangi jalan. Yeoja itu nampak familiar bagiku. Dan 1 menit kemudian, aku baru menyadari bahwa yeoja itu adalah dokter yang dulu merawatku.
“Dokter Young ah!” ucapku dengan mata berbinar.
“Oh hai Dongrin! Bagaimana keadaanmu? Sehat bukan?” tanyanya.
“Cukup baik,” ucapku dengan senyum tipis.
“Tapi, tidak setelah ini,” gumamnya, tetapi terdengar sangat keras di telingaku.
“Maksud dokter apa?” tanyaku sedikit bingung.
“Sebentar lagi kau akan mati...di tanganku,” ucapnya sambil memperlihatkan smirk evilnya. Aku terdiam, wajahku mendadak pucat.
“Dokter! Apa yang kau katakan? Maksudmu apa?” teriak Heechul oppa.
“Aku sudah lama membenci Dongrin, bahkan sebelum aku mengetahui kalau dia adik Donghae,” ucapnya enteng.
“Kenapa kau membenciku?” tanyaku. Suaraku terdengar bergetar.
“Begitu banyak alasan dan aku malas untuk menyebutkannya. Dan salah satu alasanku membencimu adalah...kau pengganggu!” ucapnya, lalu perlahan Dokter Young Ah mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaketnya. Tanganku langsung bergetar melihat pistol hitam yang di bawa dokter Young Ah. Yah memang, aku sangat menyukai senjata-senjata semacam itu dari game yang sering aku mainkan. Tetapi setelah tau bahwa pistol itu digunakan untuk membunuhku, tentu saja aku akan takut.
“Pengganggu?” tanyaku. Nada bicaraku semakin terdengar bergetar.
“Iya! Kau pengganggu. Kau mengganggu pertemananku dengan Jinyoung! Kau begitu mudah masuk ke kehidupan Jinyoung, tetapi aku butuh dua tahun untuk dapat diterima oleh Jinyoung! Kau tau, sejak saat itu aku membencimu. Dan aku berniat untuk membalas dendamku,” ucapnya dengan nada bicara yang sedikit bergetar, dan akhirnya dia menangis.
“Pergi saja kau ke neraka!” teriaknya, lalu mengarahkan pistolnya ke arahku dan menarik pelatuknya. Aku menutup mataku, menunggu ajal menjemputku. Dan...
DOOOR~~
‘Apakah aku sudah mati,’ batinku. Perlahan aku mencoba membuka mataku. Aku tidak merasakan sakit tetapi...
BRUUKK~~
Seseorang jatuh ke pelukanku dan dia adalah...
OPPAA~~OPPAA,”teriakku. Ternyata yang terkena tembakan adalah Heechul oppa. Heechul oppa berusaha melindungiku dengan tubuhnya.  Aku menatap tajam ke arah dokter Young Ah. Aku menghampirinya, dia hendak menarik pelatuk pistolnya lagi, tetapi terlambat. Aku sudah berhasil menjatuhkannya dari tangannya. Kemudian aku memukul wajahnya dengan seluruh kekuatanku.
DUAAAK~
Dan dia pun pingsan di tempat. Aku segera menghampiri Heechul oppa yang masih merintih kesakitan. Ternyata peluru itu menembus dadanya.
‘Ya Tuhan, semoga tidak terkena Jantungnya,’ batinku. Dan akupun segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk membawakan ambulance.
[Author POV]
Yoboseyo,” sapa pegawai rumah sakit.
Yoboseyo. Tolong bawakan ambulance ke Seonyudo Park. SEKARANG!” teriak Dongrin kepada pegawai rumah sakit itu.
Baiklah agassi~ kami akan mengecek ambulance yang sedang bebas tugas. Bisa kami tau siapa nama agassi?” tanya pegawai rumah sakit itu.
“NAMA TIDAK PENTING! DAN AMBULANCE HARUS SEGERA DATANG KE SEONYUDO PARK! TIDAK TAUKAH, KAU ? INI NYAWA ORANG!” teriak Dongrin tidak sabar sambil menangis.
Ba-baiklah agassi,” ucap pegawai itu.
“Dongrin-aa,” panggil Heechul  dengan suara yang sangat pelan.
Oppa, jangan banyak bicara! Bertahanlah!” ucap Dongrin sambil menahan darah Heechul agar tidak banyak keluar.
Mi-an-hae, Dong-rin-aa! A-ku ti-dak bi-sa me-ne-ma-ni-mu le-bih la-ma la-gi,” ucap Heechul tersendat-sendat.
Aniyeo! Oppa...Oppa harus bertahan, Oppa harus tetap menemaniku,” ucap Dongrin dengan air mata yang mengalir deras.
Mi-an-hae!” ucap Heechul sambil menitikkan air mata.
Oppa-ya! Kajima!” teriak Dongrin.
Ba-bo-ya! Ke-na-pa kau me-nang-is, huh?” ucapnya sambil memejamkan matanya. “Sa-rang-hae-yo, Dong-rin-aa! Jeong-mal sa-rang-hae,” ucap Heechul dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Oppa, Oppa-ya! OPPAAAA, ANDWAE. KAJIMA...JEBAL! OPPA-YA! IREONNA!” teriak Dongrin sambil mengguncangkan tubuh Heechul yang sudah tidak bernyawa.
Oppa, nado saranghae,” ucap Dongrin, dan akhirnya dia menangis sejadi-jadinya.
===
-Hari Pemakaman Kim Heechul-
Hari ini, Kim Heechul Super Junior dimakamkan. Berbalut Jas putih yang membuatnya gagah, Heechul dibaringkan di peti kayu berukir dan dikubur mendalam bersama dengan semua kenangannya.
Kesedihan, kepiluan, derai air mata, ucapan bela sungkawa dan berbagai karangan bunga bergantian datang menyapa keluarga besar SM Entertainment. Hilir mudik rekan yang hadir menepuk perlahan bahu seluruh member Super Junior ―termasuk Hangeng, Kibum, dan KangIn yang langsung datang setelah menerima berita duka tersebut― dan keluarga Heechul yang telah ditinggalkan. Tak terkecuali Dongrin. Bahkan kini tempat pemakaman sudah ramai dipadati Petals dan ELF yang ingin melepas kepergian member kesayangan mereka. Bulir air mata sudah hal biasa, teriakan kesedihan, rintihan dan hati kesakitan, pedih dan rasa ditinggalkan, semuanya membaur menjadi satu, menyelimuti pemakaman lelaki berbakat bernama Kim Heechul.
 “Kami turut berduka, Dongrin-aa!” ucap Jinyoung sambil memeluk Dongrin yang terduduk lemah di depan kuburan Heechul. Dongrin hanya membalasnya dengan anggukan, sama seperti orang-orang yang sebelumnya mengucapkan bela sungkawa kepadanya.
“Dongrin-aa!” panggil seorang yeoja yang ternyata adalah kakak Heechul, Heejin.
Onnie,mianhaeyo,” ucap Dongrin dan akhirnya dia menangis di pelukan Heejin.
Gwenchana. Onnie tau, Heechul melakukan itu untuk melindungimu, orang yang benar-benar dicintainya,” ucap Heejin sambil menitikkan air matanya.
Dongrin tetap menangis di pelukan Heejin, sampai dia berhenti menangis. Atau lebih tepatnya pingsan. Donghae yang mengetahuinya segera menggendong Dongrin menuju tempat yang tidak terlalu ramai.
===
(untuk yang adegan ini, backsoundnya Super Junior – The One I Love, Super Junior – Let’s Not, dan TVXQ – Stand By You)
-Beberapa hari setelah pemakaman Heechul-
“Dongrin-aa! Makanlah dulu! Nanti kau sakit,” ucap Jinyoung.
“Tidak mau, aku ingin Heechul oppa yang menyuapiku,” ucap Dongrin dengan tatapan kosongnya.
“Ayolah! Kau harus makan! Aku tidak ingin kau sakit,” ucapnya, dan akhirnya Dongrin sedikit meliriknya.
“Kenapa kau baik denganku?” tanya Dongrin kembali dengan tatapannya yang kosong.
“Karena kau temanku,” ucap Jinyoung lalu menyodorkan sesendok bubur ke depan mulut Dongrin.
Shireo! Aku tidak mau makan kalau tidak ada Heechul oppa!” ucap Dongrin keras kepala.
“Jadi kau tidak akan makan sampai kau mati, huh?” sekarang Jinyoung berteriak tepat di depan Dongrin.
“Pergilah! Aku ingin sendirian, kalau kau terus memperdulikanku. Kau akan mengigatkanku kepada Heechul oppa!” ucap Dongrin ketus.
“Baiklah, aku akan pergi! Tetapi kau harus tetap makan. Arasseo?” ucapnya lalu menaruh mangkok berisi bubur itu ke meja yang berada di sebelah ranjang Dongrin.
Setelah Jinyoung keluar dari kamar Dongrin. Dongrin lalu beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke arah balkon yang berada di kamarnya. Dia memegang pagar beton berwarna putih itu hingga buku-buku jarinya memutih. Dia menangis lagi. Teringat akan kenangannya bersama Heechul. Mulai dari  pertama mereka bertemu sampai sekarang mereka berpisah di dua alam yang berbeda.
TES~
Tiba-tiba sesuatu menetes dari hidungnya, darah. Dia tidak mempedulikannya dan tetap memandang lurus kedepan.
TES...TES~
Sekarang tambah banyak darah yang menetes dari hidungnya. Dan tanpa dia sadari, dia menulis sesuatu dengan darahnya di pagar beton berwarna putih tersebut.
Dia menuliskan sebuah tulisan dengan menggunakan hangul. Yang ternyata bertuliskan ‘사랑해요 희철’ (Saranghaeyo Kim Heechul). Dan setelah itu dia terjatuh pingsan.
Jinyoung yang cemas akan keberadaan Dongrin, datang ke kamar Dongrin lagi dan mendapati Dongrin yang tergeletak dengan tangan yang berlumuran darah. Jinyoung yang panik langsung berteriak memanggil Donghae dan yang lainnya. Dan akhirnya Dongrin dibawa ke rumah sakit.
===
“Dia terkena Kanker darah,” ucap Dokter yang menangani Dongrin. Dokter itu bukanlah dokter Lee Young Ah yang telah membunuh Heechul. Dokter Young Ah ternyata hanya dokter jadi-jadian yang ingin membunuh Dongrin. Tetapi tidak pernah berhasil karena Dongrin selalu ditemani Heechul. Dia juga merupakan sosok yeoja misterius yang sebelumnya ingin membunuh Dongrin.
“Kanker darah?” tanya Donghae yang tidak percaya.
“Ne, dan ini sudah...stadium akhir,” ucap dokter itu.
“Jadi, dokter yang dulu menangani Dongrin membohongi kita dengan mengatakan dia terkena Anemia?” tanya Donghae sekali lagi.
“Maafkan kami, kami tidak tau bahwa ada orang yang mengaku Dokter rumah sakit ini. Sekali lagi, mianhae,” ucap dokter itu dan akhirnya berlalu meninggalkan Donghae dan Lee Ahjumma.
===
“Dongrin-aa!” panggil Donghae kepada Dongrin yang sejak sehari lalu hanya menatap kosong. “Dongrin-aa, maafkan Oppa harus memberitahukan berita buruk untukmu,” tambah Donghae dengan mata berkaca-kaca.
Oppa tidak perlu memberitahunya. Aku sudah tau!” ucap Dongrin dengan senyum sarkatis. “Oppa, bisakah kau panggilkan semua member Super Junior, Jinyoung dan teman-temanku?” tambahnya.
“Baiklah,” ucap Donghae, lalu dia segera menyuruh semua orang yang diharapkan Dongrin datang ke rumah sakit tempat dia dirawat.
=setelah semua datang=
“Semuanya! Maafkan aku kalau selama ini aku membuat masalah dengan kalian,” ucap Dongrin dengan nada lembut.
“Dongrin! Apa yang kau bicarakan. Jangan berbicara seolah-olah kau akan meninggalkan kami!” seru Jongrin saat dia merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan.
“Maaf, karena harus mengatakannya. Sebenarnya aku memang akan meninggalkan kalian semua, karena aku memang sudah dijemput,” ucap Dongrin, lalu dia menengok ke pojok ruangan. Dia tersenyum.
“Apa yang kau bicarakan, Dongrin!” teriak Jinyoung dengan mata yang mulai basah.
“Aku sudah dijemput – Hai appa! Hai Heechul oppa” ucap Dongrin sambil melambai ke pojok ruangan, tempat dimana ‘Roh’ Appa Dongrin dan Heechul telah menunggu.
Eomma, berbaik hatilah dengan Donghae oppa! Aku akan menemani appa di sana. Arra?. Oppa, janganlah menjadi anak yang manja! Kau itu namja. Young-ie, maaf kita harus berpisah lagi, sampai jumpa di kehidupan berikutnya. Eunhyuk oppa! Tolong jaga Oppa cengengku, ya. Kyuhyun oppa, berbahagialah dengan Jongrin, dan jangan berpacaran dengan PSPmu terus. Dan yang lainnya, terima kasih untuk kebaikan kalian kepadaku. GOMAWOYO,” ucap Dongrin mengakhiri pembicaraannya dan perlahan menutup matanya.
Derai tangis kembali terdengar. Lalu Donghae berteriak memanggil dokter. Tetapi terlambat. Dongrin sudah tiada, dia sudah pergi bersama appanya dan juga Heechul.
_THE END_
===
HUAAAAH~~ AKHIRNYA KELAR JUGA NIH FF SATU! *capsdiciumchul
Gimana endingnya? Feel sadnya berasa kah? *moga berasa*
Mian kalo mungkin endingnya kepanjangan+kurang menarik~~ karena author benar” tidak tau harus menulis apa.
Tapi yang penting gak gantung kaaan~~ haha..
Dan gomawo buat Della atau Lee HaeRa, saudara kembar palsu ku yang udah ngasih semangat buat kelanjutan ff ini.
Buat eon aya/heeShinju. Author favoritku yang udah mau kasih kritik di 2 episode SaDS dan kritikannya SANGAT membantu. (ini komennya di wp pribadi :* )
Buat Jongrin onnie/Tyas eon yang udah bantu aku nyelesein ff ini.
Buat Salsa yang maksa aku buat masukin dia jadi cast~ *.*
Dan buat semua yang udah mau RLC di ff”ku yang sebelumnya.
Ok~~ cukup karena saya sudah merasa menang award...XDD
Di episode yang terakhir ini...author SANGAT berharap~ yang tadinya siders sekarang mau mengomentari di ff episode terakhir ini,,,
RLC masih dibutuhkan~~
Kritik dan Saran diterima dengan senang hati *asalkan bukan bash
Sekali lagi GOMAWOYO~~
O ya, sedikit notes...ini author ubah tanggal debut B1A4 tahun 2010, ya XDD...soalnya baru keinget ini tadi...hoho ^o^

0 Comments on "Story About Donghae;s Sister [Part 5-End]"

Post a Comment

 

♛Yuuki's Journal★ Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting