Friday, 16 March 2012

Story About Donghae's Sister [Part 2]

Posted by AkaneHeeHee at Friday, March 16, 2012

Title                       : Story About Donghae’s Sister Part 2
Author                  : AkaneHeeHee (akane970117)
Rating                   : G
Lenght                  : Short Story
Category              : Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Cast                       : Lee Dongrin (OC), Lee Donghae, Kim Heechul, Cho Kyuhyun, and find the another cast.
Cover Credit       : Edited by AkaneHeeHee
Disclaimer           : I only own the plot, the characters are belong to themselves, do not take it out withouth permission.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story About Donghae’s Sister
===
[Author POV]
“Bagaimana menurut kalian tentang yeodongsaengku? Cantik bukan?” tanya Donghae sambil tersenyum lebar.
“Dia cantik, pantas saja dia jadi ulzzang,” ucap Heechul.
 “Dia manis, hyung,” ucap Ryeowook.
“Dia maniak game, tapi sepertinya menyebalkan,” ucap Kyuhyun.
Lee Ahjumma sampai di rumah dengan membawa banyak sekali bahan makanan. Lalu dia pergi ke dapur untuk memasak. Ryeowook dan Hangeng yang mengetahui Lee Ahjumma akan memasak segera melesat ke arah dapur dan menawarkan diri untuk membantu Lee Ahjumma memasak.
“Donghae-ya!” panggil Lee Ahjumma.
Ne, eomma. Ada apa?” ucap Donghae seraya masuk ke dapur.
“Di mana Dongrin? Kenapa tak bergabung dengan kalian?” tanya Lee Ahjumma.
“Ohh..Dongrin. Dia tadi pergi ke kamarnya. Tidur sepertinya. Karena aku tadi melihat wajahnya pucat sekali,” ucap Donghae.
“Oh, mungkin gara-gara anemianya. Tapi dasar anak itu, kalau sudah tidur. Susah sekali di bangunkannya,” Ucap Lee Ahjumma sedikit kesal.
===
“Makanan siaaapp~,” teriak Ryeowook, Hangeng dan Lee Ahjumma dari dalam dapur, dan keluar dengan membawa nampan yang penuh dengan piring berisi makanan. Para member SuJu segera berlari ke arah ruang makan karena mereka sudah sangat lapar. Terutama ‘SHINDONG’.
“Wookie! Dinginkan makananku!” perintah Heechul pada Ryeowook. Lee Ahjumma sedikit terkejut mendengar perintah Heechul yang sangat ‘aneh’ itu. Donghae yang memperhatikan Lee Ahmjumma langsung membisikkan sesuatu pada Lee Ahjumma.
‘Heechul Hyung tak suka makanan panas, jadi dia menyuruh Ryeowook mendinginkan makanannya’ bisik Donghae pada Lee Ahjumma. Lee Ahjumma hanya bisa ber ‘oh’ ria.
“O iya! Donghae-ya! Tolong bangunkan Dongrin. Sepertinya dia tadi tidak makan di sekolahan,” suruh Lee Ahjumma.
Ne, eomma,” ucap Donghe dan dia langsung melesat ke kamar Dongrin.
“Dongrin-aa! Cepat banguuunn~. Kau disuruh eomma makan,” teriak Donghae sambil mengetuk pintu kamar Dongrin beberapa kali. Tetapi Dongrin tak kunjung membukakan pintu. Donghae yang sudah tidak sabar langsung turun dan menemui Lee Ahjumma.
Eomma! Dongrin tak bisa bangun!” ucap Donghae kesal.
“Huh..anak itu! Selalu saja seperti ini. Donghae-ya! Perhatikan ini!” ucap Lee Ahjumma. Lee Ahjumma pun segera berteriak untuk membangunkan Dongrin.
“DONGRIIIINN!!! KUCINGMU HILAAAANNG!!” teriak Lee Ahjumma.
Setelah Lee Ahjumma meneriakkan kalimat itu. Terdengar suara gaduh dari dalam kamar Dongrin. Dongrin pun segera keluar kamar dengan penampilan yang acak-acakan. Terlihat sekali dia baru bangun tidur. Rambut yang di kucir kuda ke belakang itu sekarang sudah tak berbentuk. Sekarang bentuknya lebih mirip dengan sarang laba-laba. Tak lupa boneka kucing yang baru saja di berikan Donghae juga di bawanya. Penampilannya seperti anak berusia 5 tahun yang bangun dari tidurnya.
“Kotaaroo,” panggilnya untuk mencari kucingnya. Tetapi tiba-tiba ia mendengar suara kucing yang sangat dia sayangi itu dari dalam kamarnya. Dongrin segera mengecek kembali kamarnya dan mendapati kucingnya yang sedang tiduran di kasurnya. Ia yang menyadari bahwa Lee Ahjumma hanya membohonginya segera turun ke bawah dan langsung mengomel tak jelas.
Eommaaaa jaahaaaaat!! Kenapa kau membohongiku??” ucap Dongrin manyun.
“Itu untuk kebaikanmu babo,” ucap Donghae menggoda adiknya itu.
“Siapa yang oppa maksud bodoh?? Kau tak lebih pintar dariku tahu!” ucap Dongrin sebal.
“Sudahlah! Dari pada kau bikin ribut. Lebih baik kau cuci muka, gosok gigi, rapikan rambutmu, dan segera makan!” perintah Lee Ahjumma untuk melerai Donghae dan Dongrin.
“Yaa!! Eomma!! Jadi kau membela Donghae Oppaa?. Aahh eomma jaahh...hmm...hmm,” ucap Dongrin terputus karena mulutnya langsung di bekap oleh Lee Ahjumma.
“Sudah sana!! Cuci muka dulu!” ucap Lee Ahjumma.
Ne, arasseo eomma,” ucap Dongrin manyun. Saat Dongrin hendak memasuki kamar mandi yang berada di dekat ruang makan itu, Dongrin berbalik dan memanggil Lee Ahjumma.
Eomma!” panggil Dongrin.
Ne?” ucap Lee Ahjumma.
“Tangkap ini!” ucap Dongrin seraya melemparkan boneka kucing yang sedari tadi di bawanya itu.
Lee Ahjumma hanya bisa menggelengkan kepala menyadari anaknya yang berusia 16 tahun itu kelakuannya masih seperti anak berusia 5 tahun.
“Ayo segera di makan!” ucap Lee Ahjumma membuyarkan lamunan para member Suju.
Dongrin sudah selesai mencuci muka dan merapikan rambutnya. Dia langsung memasuki ruang makan dan duduk di sebelah Donghae.
Eomma! Buatkan aku susu!” ucap Dongrin manja.
Ne...anak maniiiss,” ucap Lee Ahjumma sambil mencubit pipi anak gadisnya itu.
“Aiiisshh!! Kau ini, manja sekali sih?” ucap Donghae sambil menyentil kening Dongrin.
“Aaahh...oppa! suka-suka aku dong! Toh di rumah cuma ada aku,” ucap Dongrin yang memegangi keningnya sambil menjulurkan lidahnya ke arah Donghae.
“Kan ada aku,” ucap Donghae enteng.
“Kan oppa di sini cuma 2 hari,” ucap Dongrin keras kepala.
“Siapa bilang?? Aku di sini 1 bulan kok,” ucap Donghae santai.
Whaaaaatttt?? 1..bulan?” teriak Dongrin.
Ne Dongrin-aa! Kami di sini satu bulan. Kami bosan di dorm terus. Boleh kan?” tanya Leeteuk dengan manis, berharap Dongrin mau menurutinya.
“TI-DAK!” ucap Dongrin ketus.
Waeyo manis?” sekarang ganti Heechul yang angkat bicara sambil merayu Dongrin. Tidak beda dengan Donghae yang senang apabila di panggil ‘pangeran’, Dongrin juga langsung luluh hatinya kalau dia di panggil ‘manis’.
N...nnee!” ucap Dongrin terbata.
[Dongrin’s POV]
Setelah selesai makan. Para member SuJu beserta eomma dan aku, berbincang di ruang keluarga. Kami mempunyai aktivitas sendiri-sendiri. Aku bermain dengan hp LG Lollipopku sambil menyiksa (?) kucingku. Kyuhyun Oppa sedang bermain dengan PSPnya. Sungmin Oppa juga sedang bermain dengan hpnya sambil bersandar di bahu Kyuhyun Oppa. Shindong Oppa sedang memakan keripik kentang yang sebenarnya tadi di belikan untuk aku. Tapi yasudahlah. Eunhyuk Oppa sedang asyik dengan laptopnya bersama Heechul Oppa liat yadong sepertinya . Yang lainnya hanya berbincang dengan eomma. Karena malas aku bangkit dan menuju kamarku.
“Dongrin-aa, kau mau kemana?” tanya Donghae Oppa.
“Aku mau main game di kamar,” ucapku malas.
“Ajaklah Kyuhyun sekalian!” ucap Donghae Oppa.
Aku tak bisa membantahnya karena aku juga sedang membutuhkan teman bermain karena aku juga tak mungkin menyuruh Jongrin ke rumahku sekarang.
Arasseo,” ucapku.
Aku berjalan ke arah kamarku dan Kyuhyun Oppa mengikutiku dari belakang. Lalu aku membuka sebuah ruangan yang hanya berisi game.
“Kau sudah pernah masuk ke sini?” tanyaku.
“Sudah tadi, sebelum kau pulang. Wae?” tanyanya balik.
Gwenchana, hanya bertanya. Menurutmu kita harus bermain apa?” tanyaku meminta pendapat.
“Dinasty Warrior, gimana?” saran Kyuhyun Oppa.
“Oh...arrayo,” ucapku dan langsung mencari kaset Dinasty Warrior.
Saat aku menarik kaset itu dari lemari. Tiba-tiba ada sesosok makhluk gepeng berwarna coklat dan berkaki 4, menempel pada wadah kaset yang kupegang. Reflek aku langsung menjerit dan melemparkan kaset itu ke sembarang arah.
[Donghae’s POV]
“A...A...A...PERGIII...PERGIII!!” teriak Dongrin dari dalam kamarnya.
Aku terkejut dan langsung berlari ke kamar Dongrin. ‘Apa yang dilakukan Kyuhyun pada Dongrin?’ batinku cemas saat mendengar suara Dongrin berteriak lagi.
“Kyaaa...Kyuhyun jeleeeekk!! Dasar Kyu idiot!! Babo!! Kau mau membunuhku? Huh??” teriak Dongrin lagi.
Aku langsung memasuki ruang game Dongrin dan aku melihat Kyuhyun yang sedang berusaha mengusir seekor cicak yang menempel di wadah sebuah kaset game. Dan Dongrin yang berada di belakang Kyuhyun menjerit-jerit ketika Kyuhyun membuat cicak itu berlari ke arah mereka. Kyuhyun terlihat senang menggoda Dongrin yang sangat takut dengan makhluk yang bernama ‘CICAK’ itu.
Dongrin yang menyadari kedatanganku langsung berlari ke arahku dan meninggalkan Kyuhyun sendirian yang masih mencoba mengusir cicak itu.
Hyung! Kenapa diam saja? Cepat bantu aku!” suruh Kyuhyun padaku.
‘Eh, tadi Kyuhyun manggil aku apa?? Hyung? Ah sudahlah, lupakan,’ batinku. “Ne,” ucapku yang langsung mengambil sapu dan membuat cicak tadi berlari ke belakang lemari.
Gomawo hyung! Dongrin, ayo bermain...” ucap Kyuhyun terputus ketika melihat wajah Dongrin yang pucat pasi.
“D...Dongrin, gwenchana?” tanyaku.
“Aah..ne, gwenchana,” ucap Dongrin tersadar dari lamunannya.
“Ayo oppa! Kita main!” tambah Dongrin. Tetapi ketika Dongrin akan memasuki ruang gamenya lagi, terdengar teriakan eomma dari bawah.
“Dongriiin~ kau sudah minum obat belum?” tanya eomma sambil berteriak. Dongrin pun segera menepuk jidatnya dan segera menuju kotak obat. Dia mencari-cari obat yang dimaksud eomma dan langsung meminumnya.
“Sudah eomma!!” balas Dongrin agak telat.
Dongrin pun segera menggeret Kyuhyun masuk ke ruang gamenya dan menghidupkan PS3nya. Aku pun memutuskan untuk turun dan melanjutkan obrolanku bersama para member yang lain dan eomma. Tetapi baru beberapa menit aku tinggal sudah terdengar berbagai teriakan dari kamar Dongrin.
[Kyuhyun POV]
“Kyu, sudah aku bilang kau ke arah sana! Aku ke arah sini,” ucap Dongrin.
“Ya! Baru tadi kau memanggil oppa, sekarang memanggil ku ‘Kyu’ kau ini bagaimana sih?” ucapku emosi.
“Ya! Kok kamu sewot? Gak nyambung pula,” ucap Dongrin sebal.
“Tadi kan kau menyuruhku ke sini, dan kau ke sana! Kenapa sekarang mengubah strategi?” ucapku kembali fokus dengan PS3nya.
“Di sana sudah habis musuhnya. Aku mau melawan LuBu. Kau tak boleh mengikutiku!” ucap Dongrin.
“Yaa! Kok kamu curang. Aku juga mau melawan LuBu,” ucapku menahan emosi.
Shireo! Kau melawan Diao Chan saja! Sana!” ucap Dongrin sambil manyun.
‘Dasar yeoja menyebalkan,’ batinku emosi. Rasanya ingin aku telan hidup-hidup yeoja di sampingku ini apabila dia bukan dongsaeng Donghae hyung.
===
Setelah puas bermain, aku berniat untuk turun ke bawah dan bergabung dengan yang lain. “Dongrin aku ke bawah dulu ya!” ucapku sambil menepuk pundak Dongrin.
Ne, oppa! Sana! Pergilah,” ucap Dongrin sambil memegangi kepalanya. Wajahnya kembali pucat, aku jadi tak tega untuk meninggalkannya.
“Kenapa oppa masih di sini? Sana...pergii!!” ucap Dongrin sambil mendorongku.
“Jadi kau mengusirku nih?” ucapku manyun.
“Iya! Kenapa? Cepat sana! Pergi...hush..hush..” ucap Dongrin emosi.
Karena aku takut mendapat terkaman dari orang menyebalkan seperti dia, lebih baik aku menyerah. Aku segera beranjak dari kamar Dongrin dan turun ke bawah.
[Dongrin’ POV]
“Ya ampuun...kenapa kepalaku pusing lagi sih??” ucapku frustasi.
Lagi-lagi dan lagi, aku mimisan. Ini sudah ke-3 kalinya hari ini aku mimisan. Aku segera mencari tisu, dan kemudian mencoba untuk menghentikan mimisan itu. Tetapi darahnya tak kunjung berhenti mengalir. Kepalaku semakin sakit dan aku segera memanggil eomma.
Eomma...!!!” teriakku. Tetapi sebelum eomma sampai ke kamarku. Pandanganku menjadi buyar dan aku jatuh tak sadarkan diri.
[Donghae POV]
Eomma...!!!” teriak Dongrin dari kamarnya. Aku pikir ada cicak yang menghampirinya lagi. Tetapi sepertinya tidak. Teriakannya seperti mencerminkan dia menderita. Eomma segera bangkit dan menuju kamar Dongrin. Aku yang penasaran langsung mengikuti eomma dari belakang, tetapi eomma melarangku.
“Donghae-ya, kau di sini saja, arasseo!” ucap eomma. Aku hanya bisa terdiam.
‘sebenarnya ada apa dengan Dongrin?’ batinku.
[Author’s POV]
Lee Ahjumma sampai di depan kamar Dongrin. Lalu dia membuka pintu kamar Dongrin.
“Dongrin!” pekik Lee Ahjumma ketika melihat Dongrin yang tergeletak di lantai. Lee Ahjumma langsung berlari menghampiri anak gadisnya itu. Donghae yang mendengar teriakan Lee Ahjumma langsung berlari meninggalkan semua member yang masih terbengong-bengong.
“Donghae-ya!” teriak Leeteuk. Tapi Donghae tak memperdulikannya. Dia tetap berlari menuju kamar dongsaengnya itu. Sesampainya di kamar Dongrin, Donghae terkejut mendapati Lee Ahjumma yang sedang berusaha membangunkan Dongrin yang tergeletak di kamarnya.
“Dongrin-aa...Dongrin-aa!!” ucap Lee Ahjumma panik. Donghae-pun segera mendekati Lee Ahjumma.
“Donghae-ya! Bantu eomma membawanya ke mobil!” ucap Lee Ahjumma yang di sertai anggukan dari Donghae.
Donghae segera menggendong Dongrin ke bawah. Para member sangat terkejut melihat Dongrin yang di gendong Donghae ke luar.
Ahjumma! Ada apa dengan Dongrin?” tanya Heechul. Lee Ahjumma tak menjawab pertanyaan Heechul dan tetap berlari keluar.
[Heechul’s POV]
Ahjumma, ada apa dengan Dongrin?” tanyaku. Tetapi Lee Ahjumma tak menjawab pertanyaanku dan tetap berlari keluar. Aku dan para member yang lain memutuskan untuk mengikuti mereka.
“Aku rasa mereka ke rumah sakit,” ucapku.
===
Aku melihat Dongrin yang sekarang terbaring lemah di ruang ICU, padahal baru tadi dia berkelahi dengan Kyuhyun masalah game. Tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri kami.
“Siapa keluarganya?” tanyanya.
“Saya eommanya,” ucap Lee Ahjumma.
“Dan saya oppanya,” ucap Donghae.
“Baiklah, kalian ditunggu dokter di ruangannya,” ucap perawat itu lagi. Lee Ahjumma dan Donghae segera menuju ruang dokter yang tak jauh dari tempat kami berada.
Tiba-tiba ada 3 orang yeoja yang datang sambil sedikit berlari. Mereka sedikit terkejut melihat member SuJu yang sedang berdiri memenuhi koridor di depan ruang ICU. Mereka terlihat senang, tetapi salah seorang di antara mereka menarik 2 yeoja yang masih memandangi kami. ‘Oh...teman Dongrin’ batinku ketika melihat mereka masuk dan mendekati Dongrin.
[Donghae’s POV]
“Haah? Kau? Lee Donghae Super Junior? Mimpi apa aku semalam?” ucap dokter itu histeris. 
“Umh...sebenarnya...” ucapku terputus karena tiba-tiba dokter itu menyodorkan secarik kertas dan menyuruhku untuk menandatanganinya. Setelah aku menandatangani kertas tersebut, dokter itu langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai mengambil gambarnya bersama diriku. Setelah puas berfoto-foto dan menanyakan ‘ini’ ‘itu’, akhirnya dia kembali tenang dan serius.
“Jadi kalian ingin menanyakan penyakit yang di derita pasien bernama Dongrin?” ucap dokter itu sambil membolak-balik kertas arsipnya.
Ne!” ucap eomma. “Dongrin menderita anemia. Tetapi anemianya sudah sangat akut. Kalian harus mengikhlaskannya. Karena apabila dia mimisan atau pingsan sekali lagi, kemungkinan besar dia akan...meninggal,” ucap dokter itu.
“Tidak mungkin!” ucap eomma tak percaya.
“Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu kami. Tapi, apabila Dongrin mimisan atau pingsan lagi. Segera bawa kemari, kami akan berusaha menolongnya!” ucap dokter itu sambil melepas kaca matanya.
Donghae hanya bisa menatap kosong ke depan, menyadari kenyataan pahit yang harus di alaminya lagi.
K... kamsahamnida!” ucap Donghae tergagap sambil membungkukkan badan 90 derajat.
[Author’s POV]
Donghae dan Lee Ahjumma datang menemui para member suju dan teman-teman Dongrin yang sudah ikut berkumpul. Air mata yang sedari tadi di tahan oleh Lee Ahjumma, sekarang mengalir membentuk sungai kecil di pipinya.
“Bagaimana? Apa yang di katakan dokter?” tanya Heechul panik ketika melihat Lee Ahjumma yang mulai terisak dan di tenangkan oleh salah satu teman Dongrin.
“Dongrin...apabila dia mimisan atahu pingsan satu kali lagi...kemungkinan besar dia akan...”ucap Donghae terputus karena tiba-tiba tangisnya meledak. Leeteuk yang berapa di samping Donghae langsung memeluk dan menenangkannya.
“Aku tak ingin itu terjadi hyung! Aku tak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi. Sudah cukup! Sudah cukup hanya appa saja yang pergi,” ucap Donghae lagi. Kali ini tangisnya semakin menjadi.
Uljjima! Semua akan baik-baik saja, Dongrin tak akan pergi. Kita akan membantumu menjaganya,” ucap Leeteuk yang dapat sedikit menenangkan Donghae.
===
Setelah beberapa hari Dongrin di rawat , dia sudah diperbolehkan pulang. Heechul dan Donghae membantu Dongrin untuk berkemas.
Kkaja! Kita pulang!” ucap Donghae. Dongrin hanya tersenyum kecil dan langsung memeluk lengan Donghae dengan manja.
“Aiisshh...kau ini! Kalau ketahuan fans bagaimana?” ucap Donghae khawatir.
Aigo oppaa!! Kau itu tak pernah liat berita ya?” ucap Dongrin.
“Berita apa sih? Aku tak tahu...berita ulat bulu yang menyerang di Indonesia ya?” ucap Donghae ngawur.
“Aiiisshhh...oppa kok gak nyambung sih?” ucap Dongrin emosi. Heechul hanya terkikik melihat tingkah laku kakak-beradik itu.
Aigo Donghae-ya! Yang di maksud Dongrin itu, berita bahwa identitasnya sebagai adik Lee Donghae sudah terbongkar!” ucap Heechul sambil menjitak kepala Donghae pelan.
“Nah..tuh Heechul Oppa aja tahu!!” ucap Dongrin dan beralih memeluk lengan Heechul, dan menjulurkan lidahnya ke arah Donghae.
“Ya! Kenapa kau beralih ke Heechul Hyung?” ucap Donghae emosi.
Oppa nyebelin! Aku gak mau deket-deket orang nyebelin kaya oppa!” ucap Dongrin manyun.
Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.
“Aku yang nyetir ya!” ucap Donghae gembira.
ANDWAAEE!!” teriak Heechul dan Dongrin bersamaan.
“Aku masih mau hidup!” ucap Heechul.
“Aku tak mau masuk rumah sakit lagi,” ucap Dongrin. Donghae hanya bisa manyun. Akhirnya mereka pulang dengan Heechul sebagai supir.
_TBC_
===================
Gimana?? Gimana??
Masih tetep Geje? Aneh? Keren? Ato jelek??
Mian kalo ada kesalahan tulis ato kata-kata yang bikin reader bingung *reader: aahh..banyak banget lho thor! Author: (_ _”)a*
Haha,ok...see you on next part aja deh kalo gitu XD
Annyeong ^_~

0 comments:

Post a Comment

Friday, 16 March 2012

Story About Donghae's Sister [Part 2]

Posted by AkaneHeeHee at Friday, March 16, 2012

Title                       : Story About Donghae’s Sister Part 2
Author                  : AkaneHeeHee (akane970117)
Rating                   : G
Lenght                  : Short Story
Category              : Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Cast                       : Lee Dongrin (OC), Lee Donghae, Kim Heechul, Cho Kyuhyun, and find the another cast.
Cover Credit       : Edited by AkaneHeeHee
Disclaimer           : I only own the plot, the characters are belong to themselves, do not take it out withouth permission.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story About Donghae’s Sister
===
[Author POV]
“Bagaimana menurut kalian tentang yeodongsaengku? Cantik bukan?” tanya Donghae sambil tersenyum lebar.
“Dia cantik, pantas saja dia jadi ulzzang,” ucap Heechul.
 “Dia manis, hyung,” ucap Ryeowook.
“Dia maniak game, tapi sepertinya menyebalkan,” ucap Kyuhyun.
Lee Ahjumma sampai di rumah dengan membawa banyak sekali bahan makanan. Lalu dia pergi ke dapur untuk memasak. Ryeowook dan Hangeng yang mengetahui Lee Ahjumma akan memasak segera melesat ke arah dapur dan menawarkan diri untuk membantu Lee Ahjumma memasak.
“Donghae-ya!” panggil Lee Ahjumma.
Ne, eomma. Ada apa?” ucap Donghae seraya masuk ke dapur.
“Di mana Dongrin? Kenapa tak bergabung dengan kalian?” tanya Lee Ahjumma.
“Ohh..Dongrin. Dia tadi pergi ke kamarnya. Tidur sepertinya. Karena aku tadi melihat wajahnya pucat sekali,” ucap Donghae.
“Oh, mungkin gara-gara anemianya. Tapi dasar anak itu, kalau sudah tidur. Susah sekali di bangunkannya,” Ucap Lee Ahjumma sedikit kesal.
===
“Makanan siaaapp~,” teriak Ryeowook, Hangeng dan Lee Ahjumma dari dalam dapur, dan keluar dengan membawa nampan yang penuh dengan piring berisi makanan. Para member SuJu segera berlari ke arah ruang makan karena mereka sudah sangat lapar. Terutama ‘SHINDONG’.
“Wookie! Dinginkan makananku!” perintah Heechul pada Ryeowook. Lee Ahjumma sedikit terkejut mendengar perintah Heechul yang sangat ‘aneh’ itu. Donghae yang memperhatikan Lee Ahmjumma langsung membisikkan sesuatu pada Lee Ahjumma.
‘Heechul Hyung tak suka makanan panas, jadi dia menyuruh Ryeowook mendinginkan makanannya’ bisik Donghae pada Lee Ahjumma. Lee Ahjumma hanya bisa ber ‘oh’ ria.
“O iya! Donghae-ya! Tolong bangunkan Dongrin. Sepertinya dia tadi tidak makan di sekolahan,” suruh Lee Ahjumma.
Ne, eomma,” ucap Donghe dan dia langsung melesat ke kamar Dongrin.
“Dongrin-aa! Cepat banguuunn~. Kau disuruh eomma makan,” teriak Donghae sambil mengetuk pintu kamar Dongrin beberapa kali. Tetapi Dongrin tak kunjung membukakan pintu. Donghae yang sudah tidak sabar langsung turun dan menemui Lee Ahjumma.
Eomma! Dongrin tak bisa bangun!” ucap Donghae kesal.
“Huh..anak itu! Selalu saja seperti ini. Donghae-ya! Perhatikan ini!” ucap Lee Ahjumma. Lee Ahjumma pun segera berteriak untuk membangunkan Dongrin.
“DONGRIIIINN!!! KUCINGMU HILAAAANNG!!” teriak Lee Ahjumma.
Setelah Lee Ahjumma meneriakkan kalimat itu. Terdengar suara gaduh dari dalam kamar Dongrin. Dongrin pun segera keluar kamar dengan penampilan yang acak-acakan. Terlihat sekali dia baru bangun tidur. Rambut yang di kucir kuda ke belakang itu sekarang sudah tak berbentuk. Sekarang bentuknya lebih mirip dengan sarang laba-laba. Tak lupa boneka kucing yang baru saja di berikan Donghae juga di bawanya. Penampilannya seperti anak berusia 5 tahun yang bangun dari tidurnya.
“Kotaaroo,” panggilnya untuk mencari kucingnya. Tetapi tiba-tiba ia mendengar suara kucing yang sangat dia sayangi itu dari dalam kamarnya. Dongrin segera mengecek kembali kamarnya dan mendapati kucingnya yang sedang tiduran di kasurnya. Ia yang menyadari bahwa Lee Ahjumma hanya membohonginya segera turun ke bawah dan langsung mengomel tak jelas.
Eommaaaa jaahaaaaat!! Kenapa kau membohongiku??” ucap Dongrin manyun.
“Itu untuk kebaikanmu babo,” ucap Donghae menggoda adiknya itu.
“Siapa yang oppa maksud bodoh?? Kau tak lebih pintar dariku tahu!” ucap Dongrin sebal.
“Sudahlah! Dari pada kau bikin ribut. Lebih baik kau cuci muka, gosok gigi, rapikan rambutmu, dan segera makan!” perintah Lee Ahjumma untuk melerai Donghae dan Dongrin.
“Yaa!! Eomma!! Jadi kau membela Donghae Oppaa?. Aahh eomma jaahh...hmm...hmm,” ucap Dongrin terputus karena mulutnya langsung di bekap oleh Lee Ahjumma.
“Sudah sana!! Cuci muka dulu!” ucap Lee Ahjumma.
Ne, arasseo eomma,” ucap Dongrin manyun. Saat Dongrin hendak memasuki kamar mandi yang berada di dekat ruang makan itu, Dongrin berbalik dan memanggil Lee Ahjumma.
Eomma!” panggil Dongrin.
Ne?” ucap Lee Ahjumma.
“Tangkap ini!” ucap Dongrin seraya melemparkan boneka kucing yang sedari tadi di bawanya itu.
Lee Ahjumma hanya bisa menggelengkan kepala menyadari anaknya yang berusia 16 tahun itu kelakuannya masih seperti anak berusia 5 tahun.
“Ayo segera di makan!” ucap Lee Ahjumma membuyarkan lamunan para member Suju.
Dongrin sudah selesai mencuci muka dan merapikan rambutnya. Dia langsung memasuki ruang makan dan duduk di sebelah Donghae.
Eomma! Buatkan aku susu!” ucap Dongrin manja.
Ne...anak maniiiss,” ucap Lee Ahjumma sambil mencubit pipi anak gadisnya itu.
“Aiiisshh!! Kau ini, manja sekali sih?” ucap Donghae sambil menyentil kening Dongrin.
“Aaahh...oppa! suka-suka aku dong! Toh di rumah cuma ada aku,” ucap Dongrin yang memegangi keningnya sambil menjulurkan lidahnya ke arah Donghae.
“Kan ada aku,” ucap Donghae enteng.
“Kan oppa di sini cuma 2 hari,” ucap Dongrin keras kepala.
“Siapa bilang?? Aku di sini 1 bulan kok,” ucap Donghae santai.
Whaaaaatttt?? 1..bulan?” teriak Dongrin.
Ne Dongrin-aa! Kami di sini satu bulan. Kami bosan di dorm terus. Boleh kan?” tanya Leeteuk dengan manis, berharap Dongrin mau menurutinya.
“TI-DAK!” ucap Dongrin ketus.
Waeyo manis?” sekarang ganti Heechul yang angkat bicara sambil merayu Dongrin. Tidak beda dengan Donghae yang senang apabila di panggil ‘pangeran’, Dongrin juga langsung luluh hatinya kalau dia di panggil ‘manis’.
N...nnee!” ucap Dongrin terbata.
[Dongrin’s POV]
Setelah selesai makan. Para member SuJu beserta eomma dan aku, berbincang di ruang keluarga. Kami mempunyai aktivitas sendiri-sendiri. Aku bermain dengan hp LG Lollipopku sambil menyiksa (?) kucingku. Kyuhyun Oppa sedang bermain dengan PSPnya. Sungmin Oppa juga sedang bermain dengan hpnya sambil bersandar di bahu Kyuhyun Oppa. Shindong Oppa sedang memakan keripik kentang yang sebenarnya tadi di belikan untuk aku. Tapi yasudahlah. Eunhyuk Oppa sedang asyik dengan laptopnya bersama Heechul Oppa liat yadong sepertinya . Yang lainnya hanya berbincang dengan eomma. Karena malas aku bangkit dan menuju kamarku.
“Dongrin-aa, kau mau kemana?” tanya Donghae Oppa.
“Aku mau main game di kamar,” ucapku malas.
“Ajaklah Kyuhyun sekalian!” ucap Donghae Oppa.
Aku tak bisa membantahnya karena aku juga sedang membutuhkan teman bermain karena aku juga tak mungkin menyuruh Jongrin ke rumahku sekarang.
Arasseo,” ucapku.
Aku berjalan ke arah kamarku dan Kyuhyun Oppa mengikutiku dari belakang. Lalu aku membuka sebuah ruangan yang hanya berisi game.
“Kau sudah pernah masuk ke sini?” tanyaku.
“Sudah tadi, sebelum kau pulang. Wae?” tanyanya balik.
Gwenchana, hanya bertanya. Menurutmu kita harus bermain apa?” tanyaku meminta pendapat.
“Dinasty Warrior, gimana?” saran Kyuhyun Oppa.
“Oh...arrayo,” ucapku dan langsung mencari kaset Dinasty Warrior.
Saat aku menarik kaset itu dari lemari. Tiba-tiba ada sesosok makhluk gepeng berwarna coklat dan berkaki 4, menempel pada wadah kaset yang kupegang. Reflek aku langsung menjerit dan melemparkan kaset itu ke sembarang arah.
[Donghae’s POV]
“A...A...A...PERGIII...PERGIII!!” teriak Dongrin dari dalam kamarnya.
Aku terkejut dan langsung berlari ke kamar Dongrin. ‘Apa yang dilakukan Kyuhyun pada Dongrin?’ batinku cemas saat mendengar suara Dongrin berteriak lagi.
“Kyaaa...Kyuhyun jeleeeekk!! Dasar Kyu idiot!! Babo!! Kau mau membunuhku? Huh??” teriak Dongrin lagi.
Aku langsung memasuki ruang game Dongrin dan aku melihat Kyuhyun yang sedang berusaha mengusir seekor cicak yang menempel di wadah sebuah kaset game. Dan Dongrin yang berada di belakang Kyuhyun menjerit-jerit ketika Kyuhyun membuat cicak itu berlari ke arah mereka. Kyuhyun terlihat senang menggoda Dongrin yang sangat takut dengan makhluk yang bernama ‘CICAK’ itu.
Dongrin yang menyadari kedatanganku langsung berlari ke arahku dan meninggalkan Kyuhyun sendirian yang masih mencoba mengusir cicak itu.
Hyung! Kenapa diam saja? Cepat bantu aku!” suruh Kyuhyun padaku.
‘Eh, tadi Kyuhyun manggil aku apa?? Hyung? Ah sudahlah, lupakan,’ batinku. “Ne,” ucapku yang langsung mengambil sapu dan membuat cicak tadi berlari ke belakang lemari.
Gomawo hyung! Dongrin, ayo bermain...” ucap Kyuhyun terputus ketika melihat wajah Dongrin yang pucat pasi.
“D...Dongrin, gwenchana?” tanyaku.
“Aah..ne, gwenchana,” ucap Dongrin tersadar dari lamunannya.
“Ayo oppa! Kita main!” tambah Dongrin. Tetapi ketika Dongrin akan memasuki ruang gamenya lagi, terdengar teriakan eomma dari bawah.
“Dongriiin~ kau sudah minum obat belum?” tanya eomma sambil berteriak. Dongrin pun segera menepuk jidatnya dan segera menuju kotak obat. Dia mencari-cari obat yang dimaksud eomma dan langsung meminumnya.
“Sudah eomma!!” balas Dongrin agak telat.
Dongrin pun segera menggeret Kyuhyun masuk ke ruang gamenya dan menghidupkan PS3nya. Aku pun memutuskan untuk turun dan melanjutkan obrolanku bersama para member yang lain dan eomma. Tetapi baru beberapa menit aku tinggal sudah terdengar berbagai teriakan dari kamar Dongrin.
[Kyuhyun POV]
“Kyu, sudah aku bilang kau ke arah sana! Aku ke arah sini,” ucap Dongrin.
“Ya! Baru tadi kau memanggil oppa, sekarang memanggil ku ‘Kyu’ kau ini bagaimana sih?” ucapku emosi.
“Ya! Kok kamu sewot? Gak nyambung pula,” ucap Dongrin sebal.
“Tadi kan kau menyuruhku ke sini, dan kau ke sana! Kenapa sekarang mengubah strategi?” ucapku kembali fokus dengan PS3nya.
“Di sana sudah habis musuhnya. Aku mau melawan LuBu. Kau tak boleh mengikutiku!” ucap Dongrin.
“Yaa! Kok kamu curang. Aku juga mau melawan LuBu,” ucapku menahan emosi.
Shireo! Kau melawan Diao Chan saja! Sana!” ucap Dongrin sambil manyun.
‘Dasar yeoja menyebalkan,’ batinku emosi. Rasanya ingin aku telan hidup-hidup yeoja di sampingku ini apabila dia bukan dongsaeng Donghae hyung.
===
Setelah puas bermain, aku berniat untuk turun ke bawah dan bergabung dengan yang lain. “Dongrin aku ke bawah dulu ya!” ucapku sambil menepuk pundak Dongrin.
Ne, oppa! Sana! Pergilah,” ucap Dongrin sambil memegangi kepalanya. Wajahnya kembali pucat, aku jadi tak tega untuk meninggalkannya.
“Kenapa oppa masih di sini? Sana...pergii!!” ucap Dongrin sambil mendorongku.
“Jadi kau mengusirku nih?” ucapku manyun.
“Iya! Kenapa? Cepat sana! Pergi...hush..hush..” ucap Dongrin emosi.
Karena aku takut mendapat terkaman dari orang menyebalkan seperti dia, lebih baik aku menyerah. Aku segera beranjak dari kamar Dongrin dan turun ke bawah.
[Dongrin’ POV]
“Ya ampuun...kenapa kepalaku pusing lagi sih??” ucapku frustasi.
Lagi-lagi dan lagi, aku mimisan. Ini sudah ke-3 kalinya hari ini aku mimisan. Aku segera mencari tisu, dan kemudian mencoba untuk menghentikan mimisan itu. Tetapi darahnya tak kunjung berhenti mengalir. Kepalaku semakin sakit dan aku segera memanggil eomma.
Eomma...!!!” teriakku. Tetapi sebelum eomma sampai ke kamarku. Pandanganku menjadi buyar dan aku jatuh tak sadarkan diri.
[Donghae POV]
Eomma...!!!” teriak Dongrin dari kamarnya. Aku pikir ada cicak yang menghampirinya lagi. Tetapi sepertinya tidak. Teriakannya seperti mencerminkan dia menderita. Eomma segera bangkit dan menuju kamar Dongrin. Aku yang penasaran langsung mengikuti eomma dari belakang, tetapi eomma melarangku.
“Donghae-ya, kau di sini saja, arasseo!” ucap eomma. Aku hanya bisa terdiam.
‘sebenarnya ada apa dengan Dongrin?’ batinku.
[Author’s POV]
Lee Ahjumma sampai di depan kamar Dongrin. Lalu dia membuka pintu kamar Dongrin.
“Dongrin!” pekik Lee Ahjumma ketika melihat Dongrin yang tergeletak di lantai. Lee Ahjumma langsung berlari menghampiri anak gadisnya itu. Donghae yang mendengar teriakan Lee Ahjumma langsung berlari meninggalkan semua member yang masih terbengong-bengong.
“Donghae-ya!” teriak Leeteuk. Tapi Donghae tak memperdulikannya. Dia tetap berlari menuju kamar dongsaengnya itu. Sesampainya di kamar Dongrin, Donghae terkejut mendapati Lee Ahjumma yang sedang berusaha membangunkan Dongrin yang tergeletak di kamarnya.
“Dongrin-aa...Dongrin-aa!!” ucap Lee Ahjumma panik. Donghae-pun segera mendekati Lee Ahjumma.
“Donghae-ya! Bantu eomma membawanya ke mobil!” ucap Lee Ahjumma yang di sertai anggukan dari Donghae.
Donghae segera menggendong Dongrin ke bawah. Para member sangat terkejut melihat Dongrin yang di gendong Donghae ke luar.
Ahjumma! Ada apa dengan Dongrin?” tanya Heechul. Lee Ahjumma tak menjawab pertanyaan Heechul dan tetap berlari keluar.
[Heechul’s POV]
Ahjumma, ada apa dengan Dongrin?” tanyaku. Tetapi Lee Ahjumma tak menjawab pertanyaanku dan tetap berlari keluar. Aku dan para member yang lain memutuskan untuk mengikuti mereka.
“Aku rasa mereka ke rumah sakit,” ucapku.
===
Aku melihat Dongrin yang sekarang terbaring lemah di ruang ICU, padahal baru tadi dia berkelahi dengan Kyuhyun masalah game. Tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri kami.
“Siapa keluarganya?” tanyanya.
“Saya eommanya,” ucap Lee Ahjumma.
“Dan saya oppanya,” ucap Donghae.
“Baiklah, kalian ditunggu dokter di ruangannya,” ucap perawat itu lagi. Lee Ahjumma dan Donghae segera menuju ruang dokter yang tak jauh dari tempat kami berada.
Tiba-tiba ada 3 orang yeoja yang datang sambil sedikit berlari. Mereka sedikit terkejut melihat member SuJu yang sedang berdiri memenuhi koridor di depan ruang ICU. Mereka terlihat senang, tetapi salah seorang di antara mereka menarik 2 yeoja yang masih memandangi kami. ‘Oh...teman Dongrin’ batinku ketika melihat mereka masuk dan mendekati Dongrin.
[Donghae’s POV]
“Haah? Kau? Lee Donghae Super Junior? Mimpi apa aku semalam?” ucap dokter itu histeris. 
“Umh...sebenarnya...” ucapku terputus karena tiba-tiba dokter itu menyodorkan secarik kertas dan menyuruhku untuk menandatanganinya. Setelah aku menandatangani kertas tersebut, dokter itu langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai mengambil gambarnya bersama diriku. Setelah puas berfoto-foto dan menanyakan ‘ini’ ‘itu’, akhirnya dia kembali tenang dan serius.
“Jadi kalian ingin menanyakan penyakit yang di derita pasien bernama Dongrin?” ucap dokter itu sambil membolak-balik kertas arsipnya.
Ne!” ucap eomma. “Dongrin menderita anemia. Tetapi anemianya sudah sangat akut. Kalian harus mengikhlaskannya. Karena apabila dia mimisan atau pingsan sekali lagi, kemungkinan besar dia akan...meninggal,” ucap dokter itu.
“Tidak mungkin!” ucap eomma tak percaya.
“Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu kami. Tapi, apabila Dongrin mimisan atau pingsan lagi. Segera bawa kemari, kami akan berusaha menolongnya!” ucap dokter itu sambil melepas kaca matanya.
Donghae hanya bisa menatap kosong ke depan, menyadari kenyataan pahit yang harus di alaminya lagi.
K... kamsahamnida!” ucap Donghae tergagap sambil membungkukkan badan 90 derajat.
[Author’s POV]
Donghae dan Lee Ahjumma datang menemui para member suju dan teman-teman Dongrin yang sudah ikut berkumpul. Air mata yang sedari tadi di tahan oleh Lee Ahjumma, sekarang mengalir membentuk sungai kecil di pipinya.
“Bagaimana? Apa yang di katakan dokter?” tanya Heechul panik ketika melihat Lee Ahjumma yang mulai terisak dan di tenangkan oleh salah satu teman Dongrin.
“Dongrin...apabila dia mimisan atahu pingsan satu kali lagi...kemungkinan besar dia akan...”ucap Donghae terputus karena tiba-tiba tangisnya meledak. Leeteuk yang berapa di samping Donghae langsung memeluk dan menenangkannya.
“Aku tak ingin itu terjadi hyung! Aku tak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi. Sudah cukup! Sudah cukup hanya appa saja yang pergi,” ucap Donghae lagi. Kali ini tangisnya semakin menjadi.
Uljjima! Semua akan baik-baik saja, Dongrin tak akan pergi. Kita akan membantumu menjaganya,” ucap Leeteuk yang dapat sedikit menenangkan Donghae.
===
Setelah beberapa hari Dongrin di rawat , dia sudah diperbolehkan pulang. Heechul dan Donghae membantu Dongrin untuk berkemas.
Kkaja! Kita pulang!” ucap Donghae. Dongrin hanya tersenyum kecil dan langsung memeluk lengan Donghae dengan manja.
“Aiisshh...kau ini! Kalau ketahuan fans bagaimana?” ucap Donghae khawatir.
Aigo oppaa!! Kau itu tak pernah liat berita ya?” ucap Dongrin.
“Berita apa sih? Aku tak tahu...berita ulat bulu yang menyerang di Indonesia ya?” ucap Donghae ngawur.
“Aiiisshhh...oppa kok gak nyambung sih?” ucap Dongrin emosi. Heechul hanya terkikik melihat tingkah laku kakak-beradik itu.
Aigo Donghae-ya! Yang di maksud Dongrin itu, berita bahwa identitasnya sebagai adik Lee Donghae sudah terbongkar!” ucap Heechul sambil menjitak kepala Donghae pelan.
“Nah..tuh Heechul Oppa aja tahu!!” ucap Dongrin dan beralih memeluk lengan Heechul, dan menjulurkan lidahnya ke arah Donghae.
“Ya! Kenapa kau beralih ke Heechul Hyung?” ucap Donghae emosi.
Oppa nyebelin! Aku gak mau deket-deket orang nyebelin kaya oppa!” ucap Dongrin manyun.
Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.
“Aku yang nyetir ya!” ucap Donghae gembira.
ANDWAAEE!!” teriak Heechul dan Dongrin bersamaan.
“Aku masih mau hidup!” ucap Heechul.
“Aku tak mau masuk rumah sakit lagi,” ucap Dongrin. Donghae hanya bisa manyun. Akhirnya mereka pulang dengan Heechul sebagai supir.
_TBC_
===================
Gimana?? Gimana??
Masih tetep Geje? Aneh? Keren? Ato jelek??
Mian kalo ada kesalahan tulis ato kata-kata yang bikin reader bingung *reader: aahh..banyak banget lho thor! Author: (_ _”)a*
Haha,ok...see you on next part aja deh kalo gitu XD
Annyeong ^_~

0 Comments on "Story About Donghae's Sister [Part 2]"

Post a Comment

 

♛Yuuki's Journal★ Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting