Title :
Story About Donghae’s Sister Part 2
Author :
AkaneHeeHee (akane970117)
Rating :
G
Lenght :
Short Story
Category :
Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Cast :
Lee Dongrin (OC), Lee Donghae, Kim Heechul, Cho Kyuhyun, and find the another
cast.
Cover Credit :
Edited by AkaneHeeHee
Disclaimer :
I only own the plot, the characters are belong to themselves, do not take it
out withouth permission.
HAPPY READING, IF YOU
DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story
About Donghae’s Sister
===
[Author POV]
“Bagaimana menurut kalian tentang yeodongsaengku?
Cantik bukan?” tanya Donghae sambil tersenyum lebar.
“Dia cantik, pantas saja dia jadi ulzzang,”
ucap Heechul.
“Dia
manis, hyung,” ucap Ryeowook.
“Dia maniak game, tapi sepertinya
menyebalkan,” ucap Kyuhyun.
Lee Ahjumma sampai di rumah dengan membawa
banyak sekali bahan makanan. Lalu dia pergi ke dapur untuk memasak. Ryeowook
dan Hangeng yang mengetahui Lee Ahjumma akan memasak segera melesat ke arah
dapur dan menawarkan diri untuk membantu Lee Ahjumma memasak.
“Donghae-ya!” panggil Lee Ahjumma.
“Ne, eomma. Ada apa?” ucap Donghae
seraya masuk ke dapur.
“Di mana Dongrin? Kenapa tak bergabung
dengan kalian?” tanya Lee Ahjumma.
“Ohh..Dongrin. Dia tadi pergi ke kamarnya.
Tidur sepertinya. Karena aku tadi melihat wajahnya pucat sekali,” ucap Donghae.
“Oh, mungkin gara-gara anemianya. Tapi
dasar anak itu, kalau sudah tidur. Susah sekali di bangunkannya,” Ucap Lee
Ahjumma sedikit kesal.
===
“Makanan siaaapp~,” teriak Ryeowook,
Hangeng dan Lee Ahjumma dari dalam dapur, dan keluar dengan membawa nampan yang
penuh dengan piring berisi makanan. Para member SuJu segera berlari ke arah
ruang makan karena mereka sudah sangat lapar. Terutama ‘SHINDONG’.
“Wookie! Dinginkan makananku!” perintah
Heechul pada Ryeowook. Lee Ahjumma sedikit terkejut mendengar perintah Heechul
yang sangat ‘aneh’ itu. Donghae yang memperhatikan Lee Ahmjumma langsung
membisikkan sesuatu pada Lee Ahjumma.
‘Heechul Hyung tak suka makanan
panas, jadi dia menyuruh Ryeowook mendinginkan makanannya’ bisik Donghae pada
Lee Ahjumma. Lee Ahjumma hanya bisa ber ‘oh’ ria.
“O iya! Donghae-ya! Tolong bangunkan
Dongrin. Sepertinya dia tadi tidak makan di sekolahan,” suruh Lee Ahjumma.
“Ne, eomma,” ucap Donghe dan dia
langsung melesat ke kamar Dongrin.
“Dongrin-aa! Cepat banguuunn~. Kau disuruh eomma
makan,” teriak Donghae sambil mengetuk pintu kamar Dongrin beberapa kali.
Tetapi Dongrin tak kunjung membukakan pintu. Donghae yang sudah tidak sabar
langsung turun dan menemui Lee Ahjumma.
“Eomma! Dongrin tak bisa bangun!”
ucap Donghae kesal.
“Huh..anak itu! Selalu saja seperti ini.
Donghae-ya! Perhatikan ini!” ucap Lee Ahjumma. Lee Ahjumma pun segera berteriak
untuk membangunkan Dongrin.
“DONGRIIIINN!!! KUCINGMU HILAAAANNG!!”
teriak Lee Ahjumma.
Setelah Lee Ahjumma meneriakkan kalimat
itu. Terdengar suara gaduh dari dalam kamar Dongrin. Dongrin pun segera keluar
kamar dengan penampilan yang acak-acakan. Terlihat sekali dia baru bangun
tidur. Rambut yang di kucir kuda ke belakang itu sekarang sudah tak berbentuk.
Sekarang bentuknya lebih mirip dengan sarang laba-laba. Tak lupa boneka kucing
yang baru saja di berikan Donghae juga di bawanya. Penampilannya seperti anak
berusia 5 tahun yang bangun dari tidurnya.
“Kotaaroo,” panggilnya untuk mencari
kucingnya. Tetapi tiba-tiba ia mendengar suara kucing yang sangat dia sayangi
itu dari dalam kamarnya. Dongrin segera mengecek kembali kamarnya dan mendapati
kucingnya yang sedang tiduran di kasurnya. Ia yang menyadari bahwa Lee Ahjumma
hanya membohonginya segera turun ke bawah dan langsung mengomel tak jelas.
“Eommaaaa jaahaaaaat!! Kenapa kau
membohongiku??” ucap Dongrin manyun.
“Itu untuk kebaikanmu babo,” ucap
Donghae menggoda adiknya itu.
“Siapa yang oppa maksud bodoh?? Kau
tak lebih pintar dariku tahu!” ucap Dongrin sebal.
“Sudahlah! Dari pada kau bikin ribut. Lebih
baik kau cuci muka, gosok gigi, rapikan rambutmu, dan segera makan!” perintah
Lee Ahjumma untuk melerai Donghae dan Dongrin.
“Yaa!! Eomma!! Jadi kau membela
Donghae Oppaa?. Aahh eomma jaahh...hmm...hmm,” ucap Dongrin
terputus karena mulutnya langsung di bekap oleh Lee Ahjumma.
“Sudah sana!! Cuci muka dulu!” ucap Lee
Ahjumma.
“Ne, arasseo eomma,” ucap Dongrin
manyun. Saat Dongrin hendak memasuki kamar mandi yang berada di dekat ruang
makan itu, Dongrin berbalik dan memanggil Lee Ahjumma.
“Eomma!” panggil Dongrin.
“Ne?” ucap Lee Ahjumma.
“Tangkap ini!” ucap Dongrin seraya
melemparkan boneka kucing yang sedari tadi di bawanya itu.
Lee Ahjumma hanya bisa menggelengkan kepala
menyadari anaknya yang berusia 16 tahun itu kelakuannya masih seperti anak
berusia 5 tahun.
“Ayo segera di makan!” ucap Lee Ahjumma
membuyarkan lamunan para member Suju.
Dongrin sudah selesai mencuci muka dan merapikan
rambutnya. Dia langsung memasuki ruang makan dan duduk di sebelah Donghae.
“Eomma! Buatkan aku susu!” ucap
Dongrin manja.
“Ne...anak maniiiss,” ucap Lee
Ahjumma sambil mencubit pipi anak gadisnya itu.
“Aiiisshh!! Kau ini, manja sekali sih?”
ucap Donghae sambil menyentil kening Dongrin.
“Aaahh...oppa! suka-suka aku dong!
Toh di rumah cuma ada aku,” ucap Dongrin yang memegangi keningnya sambil
menjulurkan lidahnya ke arah Donghae.
“Kan ada aku,” ucap Donghae enteng.
“Kan oppa di sini cuma 2 hari,” ucap
Dongrin keras kepala.
“Siapa bilang?? Aku di sini 1 bulan kok,”
ucap Donghae santai.
“Whaaaaatttt?? 1..bulan?” teriak
Dongrin.
“Ne Dongrin-aa! Kami di sini satu
bulan. Kami bosan di dorm terus. Boleh kan?” tanya Leeteuk dengan manis,
berharap Dongrin mau menurutinya.
“TI-DAK!” ucap Dongrin ketus.
“Waeyo manis?” sekarang ganti
Heechul yang angkat bicara sambil merayu Dongrin. Tidak beda dengan Donghae
yang senang apabila di panggil ‘pangeran’, Dongrin juga langsung luluh hatinya
kalau dia di panggil ‘manis’.
“N...nnee!” ucap Dongrin terbata.
[Dongrin’s POV]
Setelah selesai makan. Para member SuJu
beserta eomma dan aku, berbincang di ruang keluarga. Kami mempunyai
aktivitas sendiri-sendiri. Aku bermain dengan hp LG Lollipopku sambil menyiksa
(?) kucingku. Kyuhyun Oppa sedang bermain dengan PSPnya. Sungmin Oppa
juga sedang bermain dengan hpnya sambil bersandar di bahu Kyuhyun Oppa.
Shindong Oppa sedang memakan keripik kentang —yang sebenarnya tadi di belikan untuk aku. Tapi yasudahlah—. Eunhyuk Oppa sedang asyik dengan
laptopnya bersama Heechul Oppa —liat
yadong sepertinya— . Yang lainnya
hanya berbincang dengan eomma. Karena malas aku bangkit dan menuju
kamarku.
“Dongrin-aa, kau mau kemana?” tanya Donghae
Oppa.
“Aku mau main game di kamar,” ucapku malas.
“Ajaklah Kyuhyun sekalian!” ucap Donghae Oppa.
Aku tak bisa membantahnya karena aku juga
sedang membutuhkan teman bermain —karena
aku juga tak mungkin menyuruh Jongrin ke rumahku sekarang—.
“Arasseo,” ucapku.
Aku berjalan ke arah kamarku dan Kyuhyun Oppa
mengikutiku dari belakang. Lalu aku membuka sebuah ruangan yang hanya berisi
game.
“Kau sudah pernah masuk ke sini?” tanyaku.
“Sudah tadi, sebelum kau pulang. Wae?”
tanyanya balik.
“Gwenchana, hanya bertanya.
Menurutmu kita harus bermain apa?” tanyaku meminta pendapat.
“Dinasty Warrior, gimana?” saran Kyuhyun Oppa.
“Oh...arrayo,” ucapku dan langsung
mencari kaset Dinasty Warrior.
Saat aku menarik kaset itu dari lemari.
Tiba-tiba ada sesosok makhluk gepeng berwarna coklat dan berkaki 4, menempel
pada wadah kaset yang kupegang. Reflek aku langsung menjerit dan melemparkan
kaset itu ke sembarang arah.
[Donghae’s POV]
“A...A...A...PERGIII...PERGIII!!” teriak
Dongrin dari dalam kamarnya.
Aku terkejut dan langsung berlari ke kamar
Dongrin. ‘Apa yang dilakukan Kyuhyun pada Dongrin?’ batinku cemas saat
mendengar suara Dongrin berteriak lagi.
“Kyaaa...Kyuhyun jeleeeekk!! Dasar Kyu
idiot!! Babo!! Kau mau membunuhku? Huh??” teriak Dongrin lagi.
Aku langsung memasuki ruang game Dongrin
dan aku melihat Kyuhyun yang sedang berusaha mengusir seekor cicak yang
menempel di wadah sebuah kaset game. Dan Dongrin yang berada di belakang
Kyuhyun menjerit-jerit ketika Kyuhyun membuat cicak itu berlari ke arah mereka.
Kyuhyun terlihat senang menggoda Dongrin yang sangat takut dengan makhluk yang
bernama ‘CICAK’ itu.
Dongrin yang menyadari kedatanganku
langsung berlari ke arahku dan meninggalkan Kyuhyun sendirian yang masih
mencoba mengusir cicak itu.
“Hyung! Kenapa diam saja? Cepat
bantu aku!” suruh Kyuhyun padaku.
‘Eh, tadi Kyuhyun manggil aku apa?? Hyung?
Ah sudahlah, lupakan,’ batinku. “Ne,” ucapku yang langsung mengambil
sapu dan membuat cicak tadi berlari ke belakang lemari.
“Gomawo hyung! Dongrin, ayo
bermain...” ucap Kyuhyun terputus ketika melihat wajah Dongrin yang pucat pasi.
“D...Dongrin, gwenchana?” tanyaku.
“Aah..ne, gwenchana,” ucap
Dongrin tersadar dari lamunannya.
“Ayo oppa! Kita main!” tambah
Dongrin. Tetapi ketika Dongrin akan memasuki ruang gamenya lagi, terdengar
teriakan eomma dari bawah.
“Dongriiin~ kau sudah minum obat belum?”
tanya eomma sambil berteriak. Dongrin pun segera menepuk jidatnya dan
segera menuju kotak obat. Dia mencari-cari obat yang dimaksud eomma dan
langsung meminumnya.
“Sudah eomma!!” balas Dongrin agak
telat.
Dongrin pun segera menggeret Kyuhyun masuk
ke ruang gamenya dan menghidupkan PS3nya. Aku pun memutuskan untuk turun dan
melanjutkan obrolanku bersama para member yang lain dan eomma. Tetapi
baru beberapa menit aku tinggal sudah terdengar berbagai teriakan dari kamar
Dongrin.
[Kyuhyun POV]
“Kyu, sudah aku bilang kau ke arah sana!
Aku ke arah sini,” ucap Dongrin.
“Ya! Baru tadi kau memanggil oppa,
sekarang memanggil ku ‘Kyu’ kau ini bagaimana sih?” ucapku emosi.
“Ya! Kok kamu sewot? Gak nyambung pula,”
ucap Dongrin sebal.
“Tadi kan kau menyuruhku ke sini, dan kau
ke sana! Kenapa sekarang mengubah strategi?” ucapku kembali fokus dengan
PS3nya.
“Di sana sudah habis musuhnya. Aku mau
melawan LuBu. Kau tak boleh mengikutiku!” ucap Dongrin.
“Yaa! Kok kamu curang. Aku juga mau melawan
LuBu,” ucapku menahan emosi.
“Shireo! Kau melawan Diao Chan saja!
Sana!” ucap Dongrin sambil manyun.
‘Dasar yeoja menyebalkan,’ batinku
emosi. Rasanya ingin aku telan hidup-hidup yeoja di sampingku ini
apabila dia bukan dongsaeng Donghae hyung.
===
Setelah puas bermain, aku berniat untuk
turun ke bawah dan bergabung dengan yang lain. “Dongrin aku ke bawah dulu ya!”
ucapku sambil menepuk pundak Dongrin.
“Ne, oppa! Sana! Pergilah,” ucap
Dongrin sambil memegangi kepalanya. Wajahnya kembali pucat, aku jadi tak tega
untuk meninggalkannya.
“Kenapa oppa masih di sini?
Sana...pergii!!” ucap Dongrin sambil mendorongku.
“Jadi kau mengusirku nih?” ucapku manyun.
“Iya! Kenapa? Cepat sana!
Pergi...hush..hush..” ucap Dongrin emosi.
Karena aku takut mendapat terkaman dari
orang menyebalkan seperti dia, lebih baik aku menyerah. Aku segera beranjak
dari kamar Dongrin dan turun ke bawah.
[Dongrin’ POV]
“Ya ampuun...kenapa kepalaku pusing lagi
sih??” ucapku frustasi.
Lagi-lagi dan lagi, aku mimisan. Ini sudah
ke-3 kalinya hari ini aku mimisan. Aku segera mencari tisu, dan kemudian
mencoba untuk menghentikan mimisan itu. Tetapi darahnya tak kunjung berhenti
mengalir. Kepalaku semakin sakit dan aku segera memanggil eomma.
“Eomma...!!!” teriakku. Tetapi
sebelum eomma sampai ke kamarku. Pandanganku menjadi buyar dan aku jatuh
tak sadarkan diri.
[Donghae POV]
“Eomma...!!!” teriak Dongrin dari
kamarnya. Aku pikir ada cicak yang menghampirinya lagi. Tetapi sepertinya
tidak. Teriakannya seperti mencerminkan dia menderita. Eomma segera
bangkit dan menuju kamar Dongrin. Aku yang penasaran langsung mengikuti eomma
dari belakang, tetapi eomma melarangku.
“Donghae-ya, kau di sini saja, arasseo!”
ucap eomma. Aku hanya bisa terdiam.
‘sebenarnya ada apa dengan Dongrin?’
batinku.
[Author’s POV]
Lee Ahjumma sampai di depan kamar Dongrin.
Lalu dia membuka pintu kamar Dongrin.
“Dongrin!” pekik Lee Ahjumma ketika melihat
Dongrin yang tergeletak di lantai. Lee Ahjumma langsung berlari menghampiri
anak gadisnya itu. Donghae yang mendengar teriakan Lee Ahjumma langsung berlari
meninggalkan semua member yang masih terbengong-bengong.
“Donghae-ya!” teriak Leeteuk. Tapi Donghae
tak memperdulikannya. Dia tetap berlari menuju kamar dongsaengnya itu.
Sesampainya di kamar Dongrin, Donghae terkejut mendapati Lee Ahjumma yang
sedang berusaha membangunkan Dongrin yang tergeletak di kamarnya.
“Dongrin-aa...Dongrin-aa!!” ucap Lee
Ahjumma panik. Donghae-pun segera mendekati Lee Ahjumma.
“Donghae-ya! Bantu eomma membawanya
ke mobil!” ucap Lee Ahjumma yang di sertai anggukan dari Donghae.
Donghae segera menggendong Dongrin ke
bawah. Para member sangat terkejut melihat Dongrin yang di gendong Donghae ke
luar.
“Ahjumma! Ada apa dengan Dongrin?”
tanya Heechul. Lee Ahjumma tak menjawab pertanyaan Heechul dan tetap berlari
keluar.
[Heechul’s POV]
“Ahjumma, ada apa dengan Dongrin?”
tanyaku. Tetapi Lee Ahjumma tak menjawab pertanyaanku dan tetap berlari keluar.
Aku dan para member yang lain memutuskan untuk mengikuti mereka.
“Aku rasa mereka ke rumah sakit,” ucapku.
===
Aku melihat Dongrin yang sekarang terbaring
lemah di ruang ICU, padahal baru tadi dia berkelahi dengan Kyuhyun masalah
game. Tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri kami.
“Siapa keluarganya?” tanyanya.
“Saya eommanya,” ucap Lee Ahjumma.
“Dan saya oppanya,” ucap Donghae.
“Baiklah, kalian ditunggu dokter di
ruangannya,” ucap perawat itu lagi. Lee Ahjumma dan Donghae segera menuju ruang
dokter yang tak jauh dari tempat kami berada.
Tiba-tiba ada 3 orang yeoja yang
datang sambil sedikit berlari. Mereka sedikit terkejut melihat member SuJu yang
sedang berdiri memenuhi koridor di depan ruang ICU. Mereka terlihat senang,
tetapi salah seorang di antara mereka menarik 2 yeoja yang masih memandangi
kami. ‘Oh...teman Dongrin’ batinku ketika melihat mereka masuk dan mendekati
Dongrin.
[Donghae’s POV]
“Haah? Kau? Lee Donghae Super Junior? Mimpi
apa aku semalam?” ucap dokter itu histeris.
“Umh...sebenarnya...” ucapku terputus
karena tiba-tiba dokter itu menyodorkan secarik kertas dan menyuruhku untuk
menandatanganinya. Setelah aku menandatangani kertas tersebut, dokter itu
langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai mengambil gambarnya bersama diriku.
Setelah puas berfoto-foto dan menanyakan ‘ini’ ‘itu’, akhirnya dia kembali
tenang dan serius.
“Jadi kalian ingin menanyakan penyakit yang
di derita pasien bernama Dongrin?” ucap dokter itu sambil membolak-balik kertas
arsipnya.
“Ne!” ucap eomma. “Dongrin menderita
anemia. Tetapi anemianya sudah sangat akut. Kalian harus mengikhlaskannya.
Karena apabila dia mimisan atau pingsan sekali lagi, kemungkinan besar dia
akan...meninggal,” ucap dokter itu.
“Tidak mungkin!” ucap eomma tak
percaya.
“Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu
kami. Tapi, apabila Dongrin mimisan atau pingsan lagi. Segera bawa kemari, kami
akan berusaha menolongnya!” ucap dokter itu sambil melepas kaca matanya.
Donghae hanya bisa menatap kosong ke depan,
menyadari kenyataan pahit yang harus di alaminya lagi.
“K... kamsahamnida!” ucap Donghae
tergagap sambil membungkukkan badan 90 derajat.
[Author’s POV]
Donghae dan Lee Ahjumma datang menemui para
member suju dan teman-teman Dongrin yang sudah ikut berkumpul. Air mata yang
sedari tadi di tahan oleh Lee Ahjumma, sekarang mengalir membentuk sungai kecil
di pipinya.
“Bagaimana? Apa yang di katakan dokter?”
tanya Heechul panik ketika melihat Lee Ahjumma yang mulai terisak dan di
tenangkan oleh salah satu teman Dongrin.
“Dongrin...apabila dia mimisan atahu
pingsan satu kali lagi...kemungkinan besar dia akan...”ucap Donghae terputus
karena tiba-tiba tangisnya meledak. Leeteuk yang berapa di samping Donghae
langsung memeluk dan menenangkannya.
“Aku tak ingin itu terjadi hyung!
Aku tak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi. Sudah cukup! Sudah cukup
hanya appa saja yang pergi,” ucap Donghae lagi. Kali ini tangisnya
semakin menjadi.
“Uljjima! Semua akan baik-baik saja,
Dongrin tak akan pergi. Kita akan membantumu menjaganya,” ucap Leeteuk yang
dapat sedikit menenangkan Donghae.
===
Setelah beberapa hari Dongrin di rawat ,
dia sudah diperbolehkan pulang. Heechul dan Donghae membantu Dongrin untuk
berkemas.
“Kkaja! Kita pulang!” ucap Donghae.
Dongrin hanya tersenyum kecil dan langsung memeluk lengan Donghae dengan manja.
“Aiisshh...kau ini! Kalau ketahuan fans
bagaimana?” ucap Donghae khawatir.
“Aigo oppaa!! Kau itu tak pernah
liat berita ya?” ucap Dongrin.
“Berita apa sih? Aku tak tahu...berita ulat
bulu yang menyerang di Indonesia ya?” ucap Donghae ngawur.
“Aiiisshhh...oppa kok gak nyambung
sih?” ucap Dongrin emosi. Heechul hanya terkikik melihat tingkah laku
kakak-beradik itu.
“Aigo Donghae-ya! Yang di maksud
Dongrin itu, berita bahwa identitasnya sebagai adik Lee Donghae sudah
terbongkar!” ucap Heechul sambil menjitak kepala Donghae pelan.
“Nah..tuh Heechul Oppa aja tahu!!”
ucap Dongrin dan beralih memeluk lengan Heechul, dan menjulurkan lidahnya ke
arah Donghae.
“Ya! Kenapa kau beralih ke Heechul Hyung?”
ucap Donghae emosi.
“Oppa nyebelin! Aku gak mau
deket-deket orang nyebelin kaya oppa!” ucap Dongrin manyun.
Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran
rumah sakit.
“Aku yang nyetir ya!” ucap Donghae gembira.
“ANDWAAEE!!” teriak Heechul dan
Dongrin bersamaan.
“Aku masih mau hidup!” ucap Heechul.
“Aku tak mau masuk rumah sakit lagi,” ucap
Dongrin. Donghae hanya bisa manyun. Akhirnya mereka pulang dengan Heechul
sebagai supir.
_TBC_
===================
Gimana?? Gimana??
Masih tetep Geje?
Aneh? Keren? Ato jelek??
Mian kalo ada
kesalahan tulis ato kata-kata yang bikin reader bingung *reader: aahh..banyak
banget lho thor! Author: (_ _”)a*
Haha,ok...see you on next
part aja deh kalo gitu XD
Annyeong ^_~



0 comments:
Post a Comment