Title :
Story About Donghae’s Sister Part 1
Author :
AkaneHeeHee (@akane970117)
Rating :
G
Category :
Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Length : Short Story
Cast :
Lee Dongrin (OC), Lee Donghae, Kim Heechul, and find the another casts
Cover Credit : Edited by AkaneHeeHee
Desclaimer : I
only own the plot, the characters are belong to themselves, do not take it out
withouth permission.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN
CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story About
Donghae’s Sister
===
[Dongrin’s POV]
“Dongrin-aa!” panggil eomma.
“Ne eomma, ada apa?” tanyaku seraya menuruni anak
tangga.
“Cepatlah makan makananmu dan kemudian segera berangkat!”
ucap eomma sambil membuatkan susu coklat kesukaanku.
“Memangnya kenapa? Ini kan masih jam 6,” ucapku sambil
memakan sandwich yang sudah terletak di meja.
“Hari ini eomma akan pergi pagi, jadi kau harus
berangkat lebih dulu,” ucap eomma.
“Ooh...kalau begitu nanti aku ke rumah Jongrin dulu ya eomma,”
ucapku.
“Ne, terserah kamu saja,” ucap eomma sambil
meletakkan celemeknya dan ikut makan bersamaku.
“Oh iya, eomma..hari ini Donghae Oppa jadi
mampir kan?” tanyaku sambil masih memakan sandwichku.
“Ne, katanya dia juga akan menginap,” ucap eomma
sambil tersenyum manis.
“Jinjja? Wuaa...aku rindu sekali dengan oppa,”
ucapku girang.
“Sudahlah, lebih baik cepat kau habiskan susumu dan segera
berangkat!” suruh eomma.
“Ne, arraseo,” ucapku kemudian langsung meneguk habis
susu coklat di gelas bergambar kucing kesukaanku itu.
“Eomma, aku berangkat dulu! Annyeong,” ucapku
seraya mengecup pipi kanan eomma.
“Ne, hati-hati. Annyeong,” seru eomma,
lalu dia membereskan piring yang kotor.
[Jongrin’s POV]
“Jongriiinn!! Ada temanmu di bawaah!!” teriak eomma.
“Nugu?” aku juga ikut berteriak.
“Dongrin,” balas eomma lagi.
“Suruh dia ke kamarku,” ucapku.
TOK..TOK...TOK..
“Masuk!” suruhku sambil membaca novel.
“Yaa! Jongrin-aa, kenapa kau malah bermalas-malasan, huh?
Kau tidak masuk hari ini?” tanya Dongrin saat melihatku belum mengenakan
seragam dan malah membaca novel.
“Yaa!! Dongrin-aa, kau ini..datang-datang langsung
mengomeliku,” ucapku langsung bangkit dan mengambil seragamku.
“Hei! Kau tak mandi dulu?” tanya Dongrin jijik.
“Aku sudah mandi tahu!”
ucapku seraya memasuki kamar mandi untuk berganti baju.
-5 menit kemudian-
Aku sudah memasukkan seluruh barang-barang yang akan aku
bawa ke sekolah. Tak lupa aku membawa kotak obat, apabila terjadi sesuatu
padaku.
“O ya, tadi kenapa kau datang ke sini pagi sekali?” tanyaku
kepada Dongrin yang sedang bermain dengan PSP yang selalu dibawanya.
“Oohh..itu, tadi eomma menyuruhku berangkat pagi, katanya
dia akan pergi pagi,” ucap Dongrin cuek yang masih fokus dengan PSPnya.
“Yaa! Kau ini memang benar-benar maniak game atau hanya
meniru Kyuhyun Oppaku??” bentakku.
“Aku tidak suka meniru-niru orang Jongrin-aa!” ucap Dongrin
cuek.
“Ne..aku percaya, sekarang ayo kita berangkat!”
ucapku manyun karena sikapnya yang dingin itu dan mengajaknya untuk segera
berangkat ke sekolah.
“Ne, kkaja!” balas Dongrin, dan memasukkan PSPnya.
[Author’s POV]
Dongrin dan Jongrin berjalan menuju sekolah mereka. Saat itu
jalanan sangat sepi. Karena memang jarang sekali orang melewati jalan tersebut.
Tiba-tiba kaki Dongrin terlilit sesuatu dan menyebabkannya terjatuh di jalan.
Jongrin yang mengetahuinya segera berbalik.
“Dongrin-aa, gwenchana?” tanya Jongrin cemas.
“Nan gwenchanayo,” ucap Dongrin sambil tersenyum
tipis
“Sini, aku bantu melepasnya! Kenapa ada benda seperti ini
sih di sini? Kan bahaya,” Ucap Jongrin sambil mendekati Dongrin yang terduduk.
“Omonaa! Ada pengaitnya, dan...menancap di kakimu,”
ucap Jongrin miris.
“Ehh? Kenapa tidak terasa ya?” ucap Dongrin dan langsung
melihat ke arah kakinya. Darahnya merembes dari balik kaos kakinya, tetapi
tidak kelihatan karena Dongrin mengenakan kaos kaki hitam. Setelah menyadari
kakinya berdarah, barulah ia merasakan sakitnya.
“Aaauuww...sakiit,” rintihnya kesakitan. Jongrin sangat
takut untuk melepas pengait yang menancap di kaki Dongrin, tetapi ia juga tak
tega melihat temannya yang merintih kesakitan.
“Dongrin tahan sebentar ya!” ucap Jongrin dan memantapkan
dirinya untuk melepaskan pengait itu dari kaki Dongrin.
“Gwenchana, Dongrin-aa?” tanya Jongrin lagi setelah
berhasil melepaskan pengait dari kaki Dongrin. Dongrin hanya bisa mengangguk
karena sekarang kakinya menjadi semakin sakit. Jongrin mengeluarkan kotak
obatnya dan mengobati luka Dongrin yang cukup dalam itu. Jongrin lalu memapah
Dongrin sampai ke sekolahnya.
-Chungnam High School-
Jongrin segera memapah Dongrin menuju ruang kesehatan. Agar
kaki Dongrin di periksa dan tidak terkena infeksi, tak lamapun bel berbunyi.
Setelah kaki Dongrin di periksa, Jongrin memapahnya lagi
menuju ke kelas. Key sang ketua kelas 1-C yang melihat Dongrin berjalan dipapah
oleh Jongrin langsung menghampirinya.
“Dongrin-ssi, kakimu kenapa? Tanya Key.
“Gwenchana Ki Bum-ssi, tadi aku terjatuh dan hanya
lecet,” ucap Dongrin sambil tersenyum tipis.
“Guraeyo? Tapi kenapa wajahmu pucat sekali? Apa perlu
aku panggilkan guru, agar mengizinkanmu pulang?” tanya Key lagi.
“Tidak usah Ki Bum-ssi, aku baik-baik saja. Gomawo
sudah menghawatirkanku,” ucap Dongrin.
“Baiklah kalau begitu. Tapi kalau kau merasa tidak enak
badan, bilang padaku! Arraseo?” ucap Key.
“Ne arraseo,” ucap Dongrin dan berjalan dipapah oleh
Jongrin menuju tempat duduknya.
[Donghae’s POV]
“Hyungdeul, nanti siang aku mau mampir ke rumah eomma.
Ada yang mau ikut?” tanyaku saat kami sedang sarapan.
“Lho? Bukannya eommamu ada di Mokpo?” tanya Eunhyuk.
“Oh iya, aku lupa memberitahukan pada kalian. Sejak dongsaengku
kelas 3 SMP, eomma pindah ke Seoul,” jelasku.
“Donghae-ya! Sejak kapan kau punya adik?” tanya Leeteuk Hyung.
“Benar! Kami hanya tau kau mempunyai hyung, hyung,”
ucap KiBum.
“Aku belum pernah menceritakannya ya?” tanyaku dan semua
member hanya menggelengkan kepala.
“Kami belum pernah mendengar kisah tentang dongsaengmu,
hyung,” ucap Ryeowook.
“Baiklah aku akan berbagi sedikit sedikit tentang dongsaengku.
Tapi berjanjilah untuk merahasiakannya dari publik,” kataku sambil melirik
tajam ke arah KangIn Hyung dan Leeteuk Hyung yang terkenal dengan
keemberannya.
“Namanya Lee Dongrin, dia sekarang kelas 1 SMA,” aku mulai
menjelaskan dan semua member memperhatikan dengan seksama.
“Yeoja ya?” sela Eunhyuk sambil tersenyum nakal.
“Ne, tapi kau tidak boleh memilikinya! Kau sudah jadi
milikku!” ucapku pada Eunhyuk.
“Dia lahir tanggal berapa?” tanya Heechul Hyung.
“Sama seperti KangIn Hyung, cuma tahunnya saja yang
berbeda,hehe,” ucapku dan langsung mendapat jitakan dari KangIn Hyung.
“Kalau tahunnya sama denganku, pastinya dia bukan dongsaengmu,
tetapi noonamu, dan dia pastilah sudah bekerja dan hidup bahagia bersamaku,
hahaha,” canda KangIn Hyung, dan seketika itu juga Leeteuk Hyung
berdeham dan KangIn Hyung pun langsung menciut.
“Hehe, mian hyung...kan aku hanya bercanda,” ucapku
dengan tampang polos.
“Baiklah, jadi siapa yang sudah memutuskan untuk ikut ke
rumah eommaku?” tambahku dan di sambut acungan tangan dari seluruh
member kecuali seseorang yang masih fokus dengan PSPnya. Siapa lagi kalau bukan
Maknae Evil Super Junior ‘Cho Kyuhyun’.
“Kyu, kenapa kau tidak ikut?” tanya Sungmin.
“Aku malas hyung, toh di sana juga tak ada yang bisa
diajak bermain,” ucap Kyuhyun masih fokus dengan PSPnya.
“Oh iya!! Aku lupa memberi tahumu, dia sama sepertimu, dia
juga maniak game. Dia punya banyak koleksi game di kamarnya,”
ucapku. Aku melihat perubahan wajah Kyu yang terkejut sekaligus senang. Lalu
Kyu berdiri dan mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.
“BAIKLAAH!! AKU IKUUT.”
[Author’s POV]
-Chungdam High School, 10.00 AM-
Saat bel istirahat berbunyi, Dongrin lebih memilih untuk
tidur di kelas, karena tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan badannya panas.
‘Sepertinya aku kelelahan,’ batin Dongrin.
“Dongrin-aa ayo ke kantin!” ajak Yunhae, Kyuyoung, dan
Jongrin.
“Mianhae chingudeul. Aku tidak ikut, kepalaku pusing
sekali,” ucap Dongrin sambil meletakkan kepalanya di meja.
“Omonaa! Dongrin-aa, gwenchanayo?” tanya
Kyuyoung saat melihat wajah Dongrin yang sangat pucat.
“Gwenchana, aku kan sudah bilang kalau aku tidak
apa-apa, mungkin aku hanya kelelahan,” ucap Dongrin.
“Aniyo. Lihat wajahmu! Sudah seperti mayat hidup tahu!”
ucap Kyuyoung sambil menyodorkan cermin kecilnya ke wajah Dongrin.
“Sudah kubilang aku tidak apa-apa. Berapa kali aku harus
mengatakannya, huh?” ucap Dongrin sedikit emosi.
“Ya sudah, kami tinggal ya! Kalau ada apa-apa, bilang pada
kami!” ucap Yunhae. Dongrin pun hanya bisa mengangguk pelan.
Dongrin berniat untuk pergi ke toilet dan membasuh mukanya,
agar ia tampak lebih segar. Sesampainya di kamar mandi, ia pun segera membasuh
wajahnya beberapa kali tetapi kepalanya menjadi semakin pusing, dan tiba-tiba
dari hidungnya mengalir darah segar. Iapun segera membasuhnya sampai darah itu
berhenti mengalir. Saat akan kembali ke kelas, tiba-tiba matanya
berkunang-kunang, tubuhnya oleng dan diapun tak sadarkan diri.
-Ruang Kesehatan-
Dongrin mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat
itu. “Ini di mana? Kenapa aku bisa ada di sini?” ucapnya.
“Oh, kau sudah sadar. Ini di ruang kesehatan. Kau tadi
pingsan di toilet,” ucap dokter yang tadi memeriksa kakinya. Lalu dokter itu
menyodorkan segelas air putih kepada Dongrin.
“Pihak sekolah sudah menghubungi eommamu, sebentar
lagi dia akan ke sini.” ucapnya lembut.
[Donghae’s POV]
Aku dan para member yang lain sampai di depan sebuah rumah
berwarna ungu muda, rumahnya cukup besar dan tampak cantik dengan adanya kebun
bunga yang berada di halamannya yang luas. Akupun segera memencet bel di depan
pagar rumah itu.
“Nuguseyo?” ucap sebuah suara.
“Naeneun Lee Donghae imnida. Tolong jangan
bilang eomma kalo aku ke sini,” ucapku.
“Ne, silakan masuk!” ucap suara tadi dan gerbang
rumah itu pun terbuka. Halaman itu cukup luas, sehingga minibus Suju pun dapat
di tampungnya.
Aku segera mengetuk pintu. Beberapa saat kemudian, aku
mendengar derap langkah seseorang sambil berteriak.
“Nuguseoyo?” dan membukakan pintu.
“Eomma!” akupun langsung memeluk tubuh eomma yang
masih terkejut akan kedatanganku.
“Donghae-ya? Katanya kau mau datang jam 2? Kenapa jam segini
sudah datang?” ucap eomma.
“Tidak boleh ya? Ya sudah...kalau begitu aku pulang lagi
saja,” ucapku pura-pura marah.
“Ya! Siapa yang tidak membolehkan? Rumah ini akan selalu
terbuka untukmu,” ucap eomma seraya mengelus pelan kepalaku.
“Eomma, aku dan teman-temanku tidak dipersilakan
masuk, nih?” tanyaku polos. Eomma langsung tersadar dan menepuk jidatnya
pelan.
“Eomma lupa! Mianhae. Ayo silakan masuk,” ucap
eomma dan segera membukakan pintu lebih lebar.
“Kamsahamnida ahjumma,” ucap semua member.
Tiba-tiba ponsel eomma berdering. Dan terdengar suara
seorang namja yang menyanyikan lagu berjudul ‘My Everything’. Yah, itu memang
suaraku. Eommapun langsung mengangkat teleponnya.
“Yoboseyo,” sapa eomma.
“Ne..ne..saya segera ke sana, kamsahamnida,”
ucap eomma, dan langsung menutup teleponnya.
“Nugu eomma?” tanyaku.
“Sekolah Dongrin. Sepertinya dia ada masalah di sekolah. Eomma
akan menjemputnya dulu. Tolong jaga rumah ya, Hae!” perintah eomma padaku.
“Ne..eh eomma, bolehkah aku masuk ke kamar
Dongrin?” tanyaku.
Sebenarnya aku sudah tahu kalau Dongrin orangnya sangat
terbuka. Tetapi aku takut kalau saja sekarang dia berubah, dan melarang
siapapun masuk ke kamarnya.
“Tentu saja. Baiklah eomma pergi dulu,” pamit eomma.
Akupun segera bangkit
dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru dengan pita berwarna ungu.
“Kyu, mau ikut tidak ke kamar Dongrin?” tanyaku.
“Memang seluruh gamenya ada di kamarnya, ya?” tanya Kyuhyun.
‘Ck...game saja yang diurus,’ batinku. “Ne, dia selalu
menyimpan barang favoritnya di kamar,” jelasku kemudian.
“Baiklah, aku ikut,” ucap Kyuhyun.
“Kami juga ikut,” ucap Heechul Hyung.
“Ya! Kenapa ikut semua?” ucapku dengan wajah datar.
Akupun menaiki tangga yang menuju ke lantai dua itu. Dan
para member yang lain mengekor di belakangku. Aku segera menuju kamar Dongrin
yang berada paling pojok, dia memang suka tempat paling pojok. Aku sendiri juga
tak tau alasannya kenapa. Kami sampai di sebuah ruangan dengan pintu penuh
gravity yang bertuliskan ‘Dongrin Room ^_~’
Aku memasuki kamar Dongrin. Banyak poster-poster yang
tertempel di dinding berwarna sapphire blue itu. Ada poster tentang anime, game
―yang ia dapatkan dari event-event di game center― , dan beberapa poster
boyband. Dan salah satunya poster SuJu. Dan ia juga menyalipkan beberapa
fotonya di tempat-tempat tertentu. Ada juga sebuah rak buku kecil yang terletak
di sebelah meja belajarnya. Di rak itu terdapat koleksi komiknya. Dia juga
mengoleksi boneka. Kebanyakan bonekanya adalah boneka kucing.
“Heei! Lihaat..mirip ttangkoma yah,” seru Yesung Hyung
saat melihat ada boneka kura-kura yang sangat mirip dengan ttangkomanya.
“Wow..dia punya banyak sekali barang yang di koleksi,” ucap
Kyuhyun dan langsung mengalihkan pandangan saat ia melihat sebuah pintu lagi
yang bertuliskan ‘Game Only’. Dan Kyuhyun pun memasuki ruangan itu.
“Meeeaaaww,” tiba-tiba terdengar suara seekor kucing.
“Wuuaaaa...lihat dirimu! Manis sekali,” ucap Heechul Hyung
saat ia melihat seekor kucing yang berada di koridor kamar Dongrin.
“Donghae-ya!” ucap
Heechul Hyung tiba-tiba.
“Ne?” tanyaku.
“Kenapa kosmetiknya sedikit sekali? Hanya ada bedak,
lipgloss, eyeshadow, kitek putih, pembersih kosmetik, dan ada beberapa circle
lense. Dia jarang berdandan ya?” tanya Heechul Hyung.
“Ne, dia jarang sekali berdandan. Padahal dia ulzzang,”
ucapku.
“Dia ulzzang?” tanya Heechul Hyung lagi dengan
nada yang sedikit terkejut.
“Ne,” ucapku
mantap.
“Ok, sekarang ayo kita keluar. Tak baik bila berlama-lama di
kamar seorang gadis,” suruh Leeteuk Hyung.
“Arasseo,” ucap semuanya. Dan satu persatu keluar
dari kamar. Aku meletakkan hadiah yang akan aku berikan di kasurnya. Dan
langsung mengikuti yang lain keluar.
Saat kami sedang berbincang di ruang tengah, aku mendengar
suara mobil yang masuk ke halaman. Ternyata itu mobil eomma. Lalu
seorang yeoja masuk ke dalam rumah. Dia melemparkan sepatunya ke
sembarang arah. Aku berdiri dan langsung memeluknya.
“Dongriiiinn!!” ucapku sambil memeluknya. Ia masih terkejut,
tetapi beberapa saat kemudian ia langsung membalas pelukanku.
“Oppaa!! Bogoshipeo,” ucap Dongrin. Aku pun
melepas pelukannya.
“Eomma di mana?” tanyaku.
“Katanya ia akan berbelanja,” ucap Dongrin. “Oppa, aku ke kamar dulu ya!” tambahnya.
“Ya! Tunggu dulu, kau belum menyapa teman-temanku!” ucapku.
“Ah, ne. Annyeonghaseyo oppadeul, jouneun Lee
Dongrin imnida,” ucap Dongrin.
“Ne, kami sudah tahu,” ucap Heechul Hyung.
“Oohh...baiklah kalau begitu. Seharusnya tadi aku tidak
memperkenalkan diri,” ucap Dongrin dengan wajah datar, dan langsung berlari ke
kamarnya.
[Dongrin’s POV]
“Huuufftt...capek! Mana kepalaku masih pusing,” gerutuku.
Aku berjalan ke arah
kamar mandi dan mandi untuk menyegarkan badanku. Tiba-tiba cairan kental itu
mengalir lagi dari hidungku.
“Sial..kenapa aku mimisan lagi?” ucapku kesal. Akupun
langsung mendongakkan kepalaku untuk menghentikannya mengalir. Dan setelah
beberapa saat, darah itu sudah tidak mengalir lagi.
Setelah selesai mandi aku memutuskan untuk tidur. Tetapi
saat aku akan tidur. Aku melihat sebuah kotak berwarna biru dengan pita
berwarna ungu. Akupun segera membuka kotak tersebut. Ternyata isinya adalah
strap HP berbentuk kucing, boneka kucing kecil yang sangat menggemaskan, dan
terakhir. Ada beberapa accesoriess yang berbentuk kucing juga. Aku
langsung tau siapa yang memberikan ini semua. Akupun dari dalam kamar lansung
berteriak kencang.
“OPPAA...GOMAWO HADIAHNYA!” teriakku. Dan akupun
segera menyimpan hadiah tadi, dan segera tidur.
_TBC_
===
Bagaimana?? Bagaimana??
Jelek?? (pastinya)
Ancur?? (pastinya)
Aneh?? (pastinya)
O ya sedikit pemberitahuan kalo ini dulu jadi ff debut
author...jadi harap dimaklumi kalo kata”nya ancur + nggak bisa dipahami ._.v
Ok...gomawo yang udah mau membuang waktunya buat baca ff
saya ini ^^,,
Jangan lupa komennya ^^
Kritik dan saran diterima dengan senang hati...asalkan bukan
bash
Sekali lagi..
Jeongmal gomawoyo ^^ *deep bow*



0 comments:
Post a Comment