Friday, 16 March 2012

Memories [Part 2-End]

Posted by AkaneHeeHee at Friday, March 16, 2012

Title                       :  Memories Part 2 –End– [Sequel of Story About Donghae’s Sister]
Author                  : AkaneHeeHee (@akane970117)
Rating                   : T
Category              : Romance, Sad, Comedy, Family
Lenght                  : Twoshoot
Cast                       :  Lee Kiseop, Lee Kihyun (OC), Kim Jongrin (OC), Cho Kyuhyun, Lee Donghae and find the other cast
Cover Credit       : Edited by AkaneHeeHee
Disclaimer           : I only own the plot, the characters are belong to themselves, do not take it out withouth permission. The pictures in this fiction isn’t mine. I take it out from tumblr.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :).
Memories
===
[Dongrin POV]
“Ah...hyung!” pekik Kyuhyun.
Aku dan Heechul Oppa hanya bisa mematung dan saling berpandangan. Aku masih bergelut dengan pikiranku yang sekarang sudah melayang ke beberapa tahun yang lalu, di mana terakhir kalinya aku melihat sosok oppaku. Tiba-tiba sepasang tangan memelukku erat, itu oppaku. Aku semakin mematung, mulutku kelu tak dapat bergerak. Donghae Oppa segera meraih ‘tubuh’ Heechul Oppa dan memeluknya dengan erat.
“Dongrin-a...Heechul Hyung...kembalilah...kumohon!” isak Donghae Oppa yang masih memelukku dan Heechul Oppa.
Setelah Donghae Oppa mengatakan itu, ‘tubuh’ ku terasa aneh, aku...menginjak lantai?
“Tidak mungkin...” gumamku. Aku memandang ke arah Heechul Oppa lagi.
Ternyata dia juga sama denganku, dia menginjak lantai, dan wajahnya perlahan tampak seperti manusia hidup. Aku hanya bisa menggeleng lemah.
“Apakah ini yang akan terjadi? Oh tidak...tidak...kumohon jangan sekarang!” gumamku.
“Dongrin-aa apa yang kau katakan?” tanya Donghae Oppa yang sudah melepas pelukannya.
Air mataku tumpah. Aku tak ingin berpisah dari mereka lagi. Biarkan aku seperti ini, asalkan aku masih bisa melihat sosok mereka. Aku tidak ingin rohku juga pergi dari mereka.
Aku melihat pergelangan tanganku. Perlahan tanganku terkikis menjadi pasir yang berterbangan. “Oppa...” air mataku semakin deras.
“Dongrin-a!”
Aku berjalan mendekati Heechul Oppa, kemudian menggenggam tangannya. Walaupun tangan kami sudah terkikis setengah, tetapi pegangan kami masih erat.
“Semuanya...selamat tinggal untuk yang kedua kalinya,” ucapku. Dan kemudian aku tidak merasakan apapun. Aku...lenyap, bersama dengan kenangan-kenanganku.
[Author POV]
Another Place in Same Time
Oppa!!!” teriak seorang gadis yang baru saja pulang.
“Heung?” gumam lelaki yang dipanggil ‘oppa’ tadi dari dalam dapur. Lelaki itu sedang membawa berbagai macam snack yang diambilnya dari kulkas.
“Kenapa ruang tamu bisa jadi sangat berantakan, dan untuk apa makanan sebanyak itu?” tanya gadis itu bertubi-tubi.
“Err...yang itu tidak tahu, dan ini untuk teman-temanku, wae?”
“Hah? Nugu?”
Nae Chingu,” dengus lelaki itu pelan.
“U-Kiss member?” tiba-tiba gadis itu menjadi sumringah.
Ani...” ucap lelaki itu datar sehingga membuat sang gadis mendecak kesal.
Oppaaa...kenapa lama sekali?” terdengar suara beberapa gadis yang berasal dari lantai dua.
“Ehheem...oppa, kau membawa siapa?” tanya gadis itu dengan wajah ingin membunuh.
“Ehe...Kihyun-a, biarkan oppamu ini bersenang-senang sebentar, jebal,” ucap lelaki tadi dengan wajah memelas.
Tiba-tiba dari lantai dua, tampaklah dua orang gadis yang cantik jelita ―mungkin ulzzang― yang memasang wajah imutnya.
Oppa...siapa dia? Apakah tamu baru?” tanya salah seorang gadis.
“Lee Kiseop, kau ingin membuat skandal baru, ya?” ucap gadis bernama Kihyun tadi dengan berkacak pinggang.
“Aiiyaa! Kenapa kau memanggilku seperti itu? Aku ini oppamu!” seru lelaki yang bernama Kiseop itu tidak terima.
“Kenapa? Kita hanya berjarak tiga menit!” ucap Kihyun dengan wajah datar.
“Aiish...arasseo ini yang terakhir,” janji Kiseop.
“Awas kalau bohong!” ucap Kihyun dengan nada mengancam.
Kiseop hanya bisa mendengus pelan, kemudian beranjak ke lantai atas. Tetapi baru beberapa anak tangga yang dinaikinya, dia berbalik.
“Kihyun-a!” panggilnya.
Wae?” balas Kihyun dengan malas.
“Kau tidak keberatan, kan kalau kau yang membeli keperluan isi kulkas?” suruh Kiseop dengan entengnya.
Kihyun hanya bisa mendecak kesal dan memutar bola matanya dengan sebal. “Arasseo, aku pergi sekarang,” ucapnya kemudian menyambar tas dan jaketnya.
“Aah...tunggu!”
“Apa lagi?”
Mianhae.”
“Emh...tumben. Annyeong!” sindirinya, kemudian berlalu.
[Author POV]
“Dongrin...” gumam Donghae yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Hyung...” Kyuhyun menepuk pelan pundak Donghae. “aku tahu ini berat bagimu, tapi aku harap kau tidak terlalu memikirkannya, relakan mereka pergi.”
Donghae hanya terdiam menatap udara kosong.
Hyung...”
“A-aku harus pergi sekarang,” ucap Donghae pelan seraya menyembunyikan kesedihannya yang mendalam.
Hyung, gwenchana?” tanya Kyuhyun hati-hati.
“Hmm...gwenchana,” ucap Donghae seraya memaksakan seulas senyum. Dan dengan segera dia pergi dari rumah Kyuhyun dan Jongrin.
[Donghae POV]
Sampai sekarang aku masih belum mempercayainya, itu tadi pasti hanya ilusi, ya...hanya ilusi.
Karena rumah Kyuhyun yang letaknya dekat dengan Namsan Tower, aku berniat ke sana. Aku merapatkan jaketku karena malam ini sedang turun salju.
Aku menyapu tumpukan salju itu dengan kakiku. Tetapi tiba-tiba memoriku berputar ke beberapa tahun yang lalu, di mana Dongrin yang sangat senang ketika eomma membolehkannya keluar dan bermain salju. Tanpa ku sadari, air mataku menetes. Aku menangis dalam diam.
Oppa...jangan cengeng!’ tiba-tiba suara Dongrin terngiang dalam kepalaku. Dengan segera aku menghapus air mataku kemudian membayangkan wajahnya yang sedang tersenyum.
“Cish, babo namja, michyeoseo...oppa sialan!” tiba-tiba seorang gadis berlalu seraya menggerutu.
Entahlah ini deja vu atau apa, tetapi aku merasa gadis tadi seperti Dongrin. Hal itu terlihat sangat jelas dari pandangan matanya, cara berjalannya, dan cara berbicaranya, wajahnya pun juga hampir mirip.
Karena penasaran, aku pun mengikutinya. Ternyata gadis itu pergi ke sebuah mini market yang terletak tidak jauh dari tempatku semula.
Annyeonghaseyo~” ucap gadis itu saat memasuki mini market.
Aku segera memakai maskerku agar tidak ada orang yang menyadari keberadaan seorang Lee Donghae yang sedang berkeliaran malam-malam. Setelah dirasa wajahku sudah tidak dikenali, akupun memasuki mini market itu.
“...bukankah tiga hari yang lalu kau sudah berbelanja banyak?” tanya ahjumma penjaga mini market itu.
“Ck...ahjumma kan tahu sendiri bagaimana oppaku itu,” jelas gadis itu.
“Ah, eosse esseoyo,” sapa ahjumma itu saat menyadari keberadaanku.
“Euh...ah, ne,” balasku canggung.
“Ya sudah ahjumma, nanti kita lanjutkan mengobrolnya,” ucap gadis itu menyudahi pembicaraannya dengan ahjumma pejaga mini market itu.
[Kihyun POV]
Call : 바보 남자 (Babo Namja)
Mwo?” ucapku datar
“Belikan aku snack!” suruh oppaku dengan entengnya
S-H-I-R-E-O, shireo!” bentakku kemudian langsung mematikan sambungannya.
Call : 바보 남자
“Sudah kubilang aku tidak mau! Aku bukan pembantu!”
“Ya! Ya! Jangan ditutup!” suruhnya. Tapi terlambat, aku sudah menutupnya dan melanjutkan kegiatanku yang tertunda.
“Haish...” aku mendengus kesal, kemudian mematikan ponselku.
===
‘BRUUKK!’
“Ah, mianhamni―Ya! Kenapa kau ke sini, huh?” bentakku saat melihat seseorang yang kutabrak, oppaku.
“Kenapa? Tak ada undang-undang yang mengatur. Lagipula aku ke sini untuk membelikan snack member U-Kiss,” balasnya dengan ketus.
“Tapi tadi kau bilang aku yang kau suruh belanja, lalu kau datang ke sini, maksudmu apa huh?” bentakku sehingga banyak orang yang melihat dan mulai berbisik-bisik.
“Salah siapa kalau tadi aku suruh tidak mau?”
“Grr....itu karena kau sudah menghabiskan seluruh makanan di kulkas hanya untuk teman yeojamu!”
“Kenapa kau selalu mengaturku? Atur saja kehidupanmu sendiri! Kau tahu, aku ini lebih tua darimu!”
“Jangan membentakku seperti itu! Walaupun kau lebih tua, tapi kita hanya berjarak tiga menit, bukan tiga tahun! Babo namja!”
“Tapi tetap saja aku yang lebih tua darimu! Micheyo yeoja. Kenapa sih, dulu eomma harus melahirkanmu juga? Kau itu tidak berguna!” bentaknya kepadaku.
Aku tertegun, air mataku mendesak untuk keluar, tetapi aku menahannya. Setahuku, saudara kembar itu tak pernah menyesal dilahirkan berdua. Aku benar-benar tak menyangka oppaku akan mengatakan hal tabu seperti itu. Entah setan apa yang merasukinya sekarang.
“Ya! Ya! Sudah hentikan pertengkaran kalian dan kita pulang,” tiba-tiba Soohyun Oppa, dan juga Eli datang melerai.
“Aku benci oppa!” gumamku, kemudian berlari keluar.
“Kihyun-a tunggu!” seru Eli, tetapi aku tak menanggapinya.
Aku berlari sekencang mungkin menuju taman favoritku, walaupun tempatnya lumayan jauh, tetapi aku tetap bersikeras pergi ke sana. Tanpa kusadari, air mataku tumpah. Oppaku...dia sungguh kejam! Dia tak pernah mengerti dan menghargaiku.
Akhirnya, aku sampai di taman itu, kemudian duduk di salah satu kursi ayunan.
Eomma...”  gumamku di tengah isakan tangis.
Aku mengayunkan ayunan itu, dan berusaha melupakan kejadian tadi. Aku menghidupkan kembali ponselku. Ada sepuluh panggilan tak terjawab.
Aku kembali mengayunkan ayunan itu, tiba-tiba kepalaku pusing hebat dan mataku berkunang-kunang. Aku mencoba berdiri, tetapi kemudian semuanya menjadi serba putih.
[Kiseop POV]
“Kiseop-a...kau harus meminta maaf padanya! Perkataanmu tadi terlalu kasar,” suruh Soohyun Hyung kepadaku.
Aku tidak menggubrisnya, kemudian memandang keluar jendela dorm. Ya, aku tidak pulang ke rumah, tetapi ke dorm.
Danyeo waseumnida...”sapa dua orang yang baru saja datang, AJ dan Hoon
Danyeo oseyo...” balas semuanya, kecuali aku.
“Loh? Ada apa ini? Kok suasananya tegang?” tanya Hoon.
Soohyun Hyung memberi mereka isyarat untuk diam. Mereka yang sadar akan isyarat itu segera menutup mulut mereka dan menjauh.
Hyung, kurasa benar apa yang dikatakan Soohyun Hyung. Kau terlalu kasar padanya. Walaupun dia kembaranmu, tetapi dia tetap dongsaengmu. Kurasa dia membentakmu tadi karena kau kurang menghargainya dan kurang mengerti bagaimana perasaannya. Kau tahu hyung, wanita itu perasaanya lemah dan sensitif,” ucap Dongho.
Aku mencerna kembali perkataan  Dongho, ada benarnya juga perkataannya. Aku berjalan mendekatinya, kemudian menepuk pundaknya sekilas.
Gomawo, kau memang dongsaeng terhebat!” ucapku memujinya.
“Jadi, bagaimana keputusanmu? Kau akan meminta maaf padanya?” tanya Eli.
Ne, tapi tidak sekarang,” ucapku.
Wae?” tanya Dongho.
“Aku rasa dia masih marah padaku, dan tak akan mengangkat teleponnya.”
“Baiklah, kami akan selalu mendukungmu, hwaiting!” ucap Soohyun Hyung seraya mengepalkan kedua tangannya di udara.
[Kihyun POV]
Akh...kepalaku sakit sekali...mataku juga jadi sangat berat.
Aku mencoba membuka mataku perlahan, kemudian mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan.
‘Aku di mana?’ batinku. ‘Ini tidak terlihat seperti kamarku atau babo namja itu. Apakah dorm U-Kiss? Ah...kurasa tidak, tak ada satupun yang memiliki kamar seperti ini. Jangan-jangan...’
Oppa!!”aku terbangun seraya berteriak.
“Ah, selamat pagi. Kau sudah bangun rupanya,” ucap seorang lelaki seraya masuk ke kamar yang kupakai saat ini.
“Leeteuk Oppa?”
Ne, bagaimana keadaanmu, kau sudah baikan?”
“Memangnya aku kenapa? Dan...ini di mana?”
“Kemarin Donghae menemukanmu pingsan di sebuah taman. Karena tak tega, dia membawamu kemari. Ke dorm Super Junior,”
“Jadi, semalam aku di dorm Super Junior? Aish...babo namja itu pasti akan mengomeliku lagi karena aku tak pulang ke rumah,”gerutuku.
“Sudahlah, lebih baik sekarang kau sarapan dulu, Ryeowook akan memasakkan untukmu,” ajak Leeteuk Oppa dan hanya kubalas dengan anggukan.
===
“Jadi, namamu Kihyun?” tanya Sungmin Oppa.
Ne, waeyo?” tanyaku balik.
“Tidak ada,” balasnya. “Hanya saja, namamu terlalu unik untuk seorang yeoja.”
“Pujian atau sindiran?” tanyaku dengan pandangan dingin.
“Ti-tidak keduanya,” ucapnya takut kemudian bermain dengan ponselnya seraya menunggu makanan siap.
 “Kau punya Fandom?” tanya Leeteuk Oppa.
“Punya...kurasa.”
“Apa?” tanya beberapa member antusias.
“Emh...Kiss Me, mungkin,” ucapku. Tentu saja aku memilih Kiss Me, kakak kembarku saja salah satu membernya.
“Ah, pantas saja di ponselmu banyak foto U-Kiss, khususnya Eli,” ucap Eunhyuk Oppa.
‘Hah? Bagaimana dia bisa tahu?’ batinku, kemudian aku merogoh kantong celanaku, ponselku hilang!
“Kembalikan ponselku!” ucapku.
Leeteuk Oppa berdeham beberapa kali dan menatap tajam ke arah Eunhyuk Oppa. Kemudian dia mengeluarkan ponsel putih berlogo apel dari sakunya.
“Itu bukan ponselku!” ucapku.
“Memang bukan, itu ponselku,” ucap Eunhyuk Oppa dengan polos.
“Lalu di mana ponselku?”
“Ada di kamar yang kau pakai tadi,” ucapnya.
“Huh!” aku mendengus kesal. Dan akhirnya dia tertawa terbahak-bahak.
“Makanan siaaaap~” seru Ryeowook seraya menaruhkan semangkuk besar nasi goreng. “Loh? Kihyun-aa, kau mau ke mana?” tanyanya kepadaku.
“Mengambil ponsel,” ucapku datar kemudian berlalu.
Aku mengedarkan pandanganku, ternyata ponselku diletakkan di sebuah meja kecil di sebelah ranjang. Dan tanpa berpikir panjang, aku mengambil ponselku. Ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari oppaku.
Call : 바보 남자
“Kihyun-aa, makan dulu!” saat aku akan mengangkat telepon dari oppaku, Ryeowook Oppa memanggil.
Ne, sebentar, ada telepon,”
Yeoboseyo?” ucapku datar.
“Kau di mana?”
“Di suatu tempat yang tak kau ketahui,” ucapku ketus. Yaah, aku masih tersinggung dengan ucapannya kemarin.
“Ya! Aku serius!” ucapnya dengan nada manja.
“Aku juga serius!”
“Kihyun-aa, ayo makan dulu!” suruh Ryeowook Oppa yang tiba-tiba sudah ada di belakangku.
“Ah, ne, sebentar,” ucapku.
“Ya! Siapa itu?” tanya oppaku tiba-tiba.
“Bukan urusanmu!” ucapku kemudian memutus hubungan teleponnya.
“Siapa tadi yang meneleponmu? Namjachingumu ya?” tanya Ryeowook Oppa dengan nada menggoda.
“Ah...ani...Oppa-ya kkaja...nan bae go payo,” ucapku mengalihkan pembicaraan.
“Aish...kau benar-benar pintar mengalihkan pembicaraan,” Ryeowook Oppa mendecak kesal.
“O ya, oppa...ngomong-ngomong, itu foto siapa?” tanyaku seraya menunjuk sebuah foto.
“Dia Dongrin, adik Donghae Hyung,” ucap Ryeowook Oppa.
“Sepertinya aku kenal, tapi entahlah. Yasudah oppa, yuk!”suruhku.
[Author POV]
“Wah...nasi goreng!” seru Kihyun dengan berbinar.
“Jadi ini makanan kesukaanmu?” tanya Sungmin.
“Ehem...” angguk Kihyun. “Dulu eomma sering membuat yang seperti ini.”
“Kalau begitu...ayo cepat dimakan!” suruh Ryeowook dengan nada manja.
“Baiklah...baiklah, aku akan memakannya,” ucap Kihyun seraya menyendokkan sesendok nasi ke mulutnya.
“Bagaimana?” tanya Ryeowook tidak sabar.
Kihyun mengunyah makanannya kemudian menelannya. Tetapi beberapa detik kemudian dia terbatuk, lalu nafasnya jadi tersenggal-senggal dan kulitnya memerah.
“Kihyun-aa, waegurae?” tanya Leeteuk khawatir. Kihyun hanya menggeleng dan terus mencoba untuk bernafas.
“Ryeowook-ah, kau memasukkan apa ke dalam makanannya?” tanya Donghae yang langsung menyadari apabila Kihyun alergi dengan sesuatu.
“Aku menambahkan telur dan parutan keju,” jelas Ryeowook dengan nada ketakutan.
“Kihyun-aa, apa kau alergi sesuatu?” tanya Leeteuk.
“Te-lur,” ucapnya terbata.
Hyung! Kita harus segera membawanya ke rumah sakit!” ucap Donghae dengan panik.
Annyeong~” tiba-tiba seorang lelaki dan seorang perempuan ―yang masing-masing mendorong sebuah dorongan bayi― masuk ke dorm. Mereka Kyuhyun dan istrinya, Jongrin.
Hyung! Ppali!” seru Donghae yang tidak memperdulikan  Kyuhyun dan Jongrin.
Wae...waegurae?” tanya Kyuhyun yang kebingungan.
Dengan segera, Leeteuk menggendong Kihyun keluar dan diikuti oleh Donghae.
“Dia siapa? Dan...kenapa?” tanya Jongrin yang sama bingungnya dengan Kyuhyun.
“Ceritanya panjang, nanti saja aku ceritakan,” ucap Sungmin.
“Sekarang saja kenapa, sih?” suruh Kyuhyun dengan penasaran.
“Baiklah...baiklah. Namanya Kihyun. Kemarin, Donghae menemukannya pingsan di sebuah taman, kemudian dia membawanya kemari karena tak tega meninggalkannya sendirian. Dan tadi, Ryeowook tidak sengaja memasukkan telur  ke dalam makanannya,” jelas Sungmin. “Dan ternyata, dia alergi dengan telur.”
“Oh, jadi begitu.”
Yeo...yeoboseyo?” tiba-tiba Ryeowook menerima sebuah telepon, dari Leeteuk.
Mwo? Kritis? Ne, aku akan ke sana,” ucap Ryeowook, wajahnya pucat.
“Siapa?” tanya Eunhyuk.
“Leeteuk Hyung, dia bilang kalau Kihyun kritis,” ucap Ryeowook. “Aku akan menyusul ke sana dan minta maaf pada Kihyun.”
“Aku ikut!” seru Kyuhyun.
“Ya! Kau tak usah ikut!” ucap Jongrin seraya mencubit pinggang Kyuhyun.
Aigooo...auuh, ne..ne,” ucap Kyuhyun seraya mengusap pinggangnya.
===
Hyung! Bagaimana keadaan Kihyun?” tanya Ryeowook begitu sampai di rumah sakit.
“Dia sudah tidak apa-apa, hanya saja dia masih lemas,” jelas Leeteuk.
Hyung, kau sudah menghubungi keluarganya?” tanya Ryeowook lagi.
“Belum.”
“Kalau begitu aku akan menghubunginya namjachingunya, di mana ponsel Kihyun?” ucap Ryeowook.
Leeteuk pun mengeluarkan ponsel berwarna ungu dan menyerahkannya ke Ryeowook. “Memang kau tahu siapa namjachingunya?”
“Aku tahu, tadi pagi namjachingunya menelpon Kihyun.”
“Do...Donghae-ya? Waegurae?” tanya Leeteuk kepada Donghae yang terduduk lemas di kursi tunggu.
“Aku...mengingat Dongrin,” ucapnya.
“Sudahlah, walaupun dia sudah tiada, tetapi dia akan selalu ada di sini,” ucap Leeteuk seraya menunjuk dada kiri Donghae. “Di hatimu.”
===
―U-Kiss Dormitory ―
‘You feel in I my me mine subete, kakete egaku ai no sign. Sono hitomi no oku ni...’
Yeoboseyo?” sapa Kiseop.
“Emh, apa kau namjachingu Kihyun?”
“Hah? Namjachingu? Aniyeo...aku oppanya,” ucap Kiseop. “Kalau boleh tahu, ini siapa, dan di mana Kihyun?”
“Ah, gurae. Begini, Kihyun sekarang ada di rumah sakit...”
“Hah? Kenapa?” sela Kiseop.
“Kau ke sini saja, nanti aku akan jelaskan.”
“Baiklah, dia di rumah sakit mana?”
===
Kiseop segera menyambar jaket dan kunci mobilnya yang tergeletak di meja ruang tengah.
“Kau mau ke mana?” tanya Eli.
“Kihyun...dia masuk rumah sakit!” ucap Kiseop.
Mwo? Aku ikut!” ucap Eli.
Arasseo...ppali,” suruhnya kemudian berlari keluar.
===
“Kihyun-aa, mianhae,” ucap Ryeowook.
“Emh...gwenchana, oppa tak perlu minta maaf segala. Ini hanya kecelakaan kecil saja,” ucap Kihyun.
“Tapi kan tetap aku yang salah,” Ryeowook masih tetap menyalahkan dirinya sendiri. “Mianhae...jeongmal mianhae.”
Ne, arasseo.”
“KIHYUN-AA!” teriak seseorang yang tiba-tiba masuk ke ruang rawat Kihyun.
Oppa?” Kihyun membelalakkan matanya.
“Kiseop?” Ryeowook dan Leeteuk ikut membelalakkan matanya.
“Kihyun-aa! Kenapa semalam kau tak menjawab teleponku? Kenapa semalam kau tak pulang ke rumah? Kenapa kau tak memberitahuku di mana kau tadi? Apabila eomma tahu kalau kau semalam tidak pulang, aku yang akan kena marah! Apalagi di tambah kau yang masuk ke rumah sakit.”
Kiseop langsung memberondongi Kihyun dengan berbagai pertanyaan. Kihyun pun hanya bisa menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong. Tiba-tiba dari pelupuk matanya keluar cairan bening yang membuat Kiseop tersadar akan perkataanya yang sekali lagi menyakiti perasaan Kihyun.
“Kihyun-aa...” Kiseop perlahan mendekati ranjang Kihyun.
Leeteuk, Donghae, dan Ryeowook yang mendapat isyarat agar meninggalkan keduanya segera beranjak.
“Kenapa kau kemari? Kau bilang aku tak berguna,” ucap Kihyun dengan ketusnya.
Mianhae.”
“Hanya itu?” ucap Kihyun dengan nada kecewa. “Hanya itu kah yang kau katakan setelah kau menyakiti perasaanku? Kau itu tak pernah mengerti bagaimana perasaanku! Aku tidak butuh ketenaran, aku tidak butuh uang, aku tidak butuh segalanya. Yang aku butuhkan hanya kasih sayang! Kasih sayang seorang kakak kepada adiknya!” bentak Kihyun dengan air mata yang mengucur deras.
Tiba-tiba Kiseop memeluk erat Kihyun yang sekarang sudah menangis hebat. “Maaf, maafkan aku, untuk segalanya. Aku tahu, selama ini aku salah. Aku memang bodoh. Aku berjanji untuk kedepannya aku akan lebih memperhatikanmu, sekali lagi...mianhae.”
Kihyun tidak menjawab apapun, dia hanya tetap menangis dan menangis.
“Tidak apa, menangislah sepuasnya, kau sudah lama menahan rasa sakit di hatimu, mianhae,” Kiseop mengelus kepala Kihyun dengan lembut. Tangis Kihyun pun semakin hebat, kemudian dia membalas pelukan Kiseop.
Nado mianhae, oppa.”
[Leeteuk POV]
“Eli-ssi,” ucapku.
Ne?” balasnya.
“Sebenarnya mereka ada masalah apa sampai bertengkar hebat seperti itu?” tanyaku.
“Yah, sebenarnya mereka memang sering bertengkar seperti itu. Dan kemarin mereka ada di puncaknya,” jelas Eli.
“Maksudnya ada di puncaknya?” tanya Ryeowook tiba-tiba.
“Kemarin, Kiseop membentak dan mengatakan hal yang kasar terhadap Kihyun. Dan kemungkinan itulah yang menyebabkan Kihyun kabur semalam,” Eli kembali menjelaskan.
“Ah, Kiseop-aa, bagaimana Kihyun?” tanyaku saat Kiseop keluar dari ruang rawat.
“Dia tertidur karena lelah menangis,” ucap Kiseop.
“Kiseop-ah, aku ingin memberitahumu sesuatu,” ucap Donghae tiba-tiba.
Ne?”
“Kau harus lebih memperhatikannya, dan usahakan perhatikan kesehatannya juga. Aku tidak mau kau mengalami hal yang sama sepertiku,” ucap Donghae menasehati Kiseop. Bisa kulihat mata Donghae yang berkaca-kaca.
Ne, aku akan berusaha,” ucap Kiseop seraya tersenyum.
[Author POV]
Sehari kemudian, Kihyun pun akhirnya pulang. Kiseop pun mengadakan sebuah acara kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Kihyun. Beberapa member Super Junior pun diundang.
“Ki-Kiseop?” Jongrin yang baru datang langsung mengenali Kiseop.
“Jongrin? Kenapa kau ke sini?” tanya Kiseop. “Ah, mianhae...aku baru ingat kalau kau istri Kyuhyun Sunbae.”
“Kalian saling kenal ya?” tanya Kyuhyun yang sudah berada di belakang Jongrin.
Ne, dia satu agensi denganku dulu saat menjadi ulzzang. Ngomong-ngomong di mana Kihyun?”
“Dia di atas, aku akan memanggilnya.”
“Kihyun-aa!” teriak Kiseop. “Aigoooo...pasti volume penuh lagi.”
Kiseop pun mendekati Kihyun perlahan, kemudian melepas headphonenya dan berteriak tepat di telinganya.
“Ya! Neo jinjja!” Kihyun memukul Kiseop dengan bantal. “Waegurae?”
“Yang lain sudah menunggumu di bawah, kkaja,” ajak Kiseop.
“Sebentar, aku selesaikan dulu membacanya...seru nih ceritanya,” ucap Kihyun dengan pandangan tetap mengarah ke ponselnya.
“Baca apaan sih?” tanya Kiseop penasaran.
“Fanfic...ceritanya bagus, seru lagi. Nama authornya AkaneHeeHee, unik yah namanya,” ucap Kihyun tetapi tidak ditanggapi oleh Kiseop. Kiseop pun akhirnya menggeret Kihyun ke bawah.
Kkajaa!!” perintahnya.
“Ya! Ya! Ya! Aku baru saja keluar dari rumah sakit! Ya! Babo namja...hentikaaaan!” teriak Kihyun karena Kiseop menyeretnya dengan brutal.
―The End―
Yak! Akhirnya selesai nih epep...ehehe, mian kalo kepanjangan( ._.)v ini aja udah aku persingkat lagi ceritanya.
Eee...kayanya ceritanya jadi nggak nyambung sama part 1 kalo dilihat” XDD. Gimana menurut readerdeul?
Terus alurnya jadi kelihatan kecepetan banget...masa Kihyun bisa dengan cepat adaptasi sama anak” Suju..Aku memang author gagal ~o~...mianhae~
Mian lagi kalo ada kiseop biased yang merasa biasnya aku nistai...hohoho ^o^v *sebenernya emang dinistai sih XD*
Btw endingnya nggak banget yah XDD...terus unsur comedynya juga hilang gara” kiseop cari gara” sama kihyun XDD *kok kiseop yang disalahin?*
Kenapa di sini banyak U-Kiss nya daripada SuJunya? Yaah...jawabannya simpel aja sih...
Author baru suka u-kiss...apalagi eli >.< #outoftopic
O ya...sekedar pemberitahuan...yang di memories sebelumnya kan endingnya aku bilang kalo ada dua orang yang berdiri matung di depan rumah kyu kan...
Itu typo...mian ._.v
Harusnya cuma seorang...yaitu donghae XDD
Yasudahlah...itu aja~
Sampe ketemu di epep selanjutnya~~
O ya sampe lupa...kira” ada yang mau profilnya Dongrin sama Kihyun nggak? Kalo mau ntar aku post ^^~
Tapi kalo nggak ada yang mau...tetep aku post XDD #authorbabo

0 comments:

Post a Comment

Friday, 16 March 2012

Memories [Part 2-End]

Posted by AkaneHeeHee at Friday, March 16, 2012

Title                       :  Memories Part 2 –End– [Sequel of Story About Donghae’s Sister]
Author                  : AkaneHeeHee (@akane970117)
Rating                   : T
Category              : Romance, Sad, Comedy, Family
Lenght                  : Twoshoot
Cast                       :  Lee Kiseop, Lee Kihyun (OC), Kim Jongrin (OC), Cho Kyuhyun, Lee Donghae and find the other cast
Cover Credit       : Edited by AkaneHeeHee
Disclaimer           : I only own the plot, the characters are belong to themselves, do not take it out withouth permission. The pictures in this fiction isn’t mine. I take it out from tumblr.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :).
Memories
===
[Dongrin POV]
“Ah...hyung!” pekik Kyuhyun.
Aku dan Heechul Oppa hanya bisa mematung dan saling berpandangan. Aku masih bergelut dengan pikiranku yang sekarang sudah melayang ke beberapa tahun yang lalu, di mana terakhir kalinya aku melihat sosok oppaku. Tiba-tiba sepasang tangan memelukku erat, itu oppaku. Aku semakin mematung, mulutku kelu tak dapat bergerak. Donghae Oppa segera meraih ‘tubuh’ Heechul Oppa dan memeluknya dengan erat.
“Dongrin-a...Heechul Hyung...kembalilah...kumohon!” isak Donghae Oppa yang masih memelukku dan Heechul Oppa.
Setelah Donghae Oppa mengatakan itu, ‘tubuh’ ku terasa aneh, aku...menginjak lantai?
“Tidak mungkin...” gumamku. Aku memandang ke arah Heechul Oppa lagi.
Ternyata dia juga sama denganku, dia menginjak lantai, dan wajahnya perlahan tampak seperti manusia hidup. Aku hanya bisa menggeleng lemah.
“Apakah ini yang akan terjadi? Oh tidak...tidak...kumohon jangan sekarang!” gumamku.
“Dongrin-aa apa yang kau katakan?” tanya Donghae Oppa yang sudah melepas pelukannya.
Air mataku tumpah. Aku tak ingin berpisah dari mereka lagi. Biarkan aku seperti ini, asalkan aku masih bisa melihat sosok mereka. Aku tidak ingin rohku juga pergi dari mereka.
Aku melihat pergelangan tanganku. Perlahan tanganku terkikis menjadi pasir yang berterbangan. “Oppa...” air mataku semakin deras.
“Dongrin-a!”
Aku berjalan mendekati Heechul Oppa, kemudian menggenggam tangannya. Walaupun tangan kami sudah terkikis setengah, tetapi pegangan kami masih erat.
“Semuanya...selamat tinggal untuk yang kedua kalinya,” ucapku. Dan kemudian aku tidak merasakan apapun. Aku...lenyap, bersama dengan kenangan-kenanganku.
[Author POV]
Another Place in Same Time
Oppa!!!” teriak seorang gadis yang baru saja pulang.
“Heung?” gumam lelaki yang dipanggil ‘oppa’ tadi dari dalam dapur. Lelaki itu sedang membawa berbagai macam snack yang diambilnya dari kulkas.
“Kenapa ruang tamu bisa jadi sangat berantakan, dan untuk apa makanan sebanyak itu?” tanya gadis itu bertubi-tubi.
“Err...yang itu tidak tahu, dan ini untuk teman-temanku, wae?”
“Hah? Nugu?”
Nae Chingu,” dengus lelaki itu pelan.
“U-Kiss member?” tiba-tiba gadis itu menjadi sumringah.
Ani...” ucap lelaki itu datar sehingga membuat sang gadis mendecak kesal.
Oppaaa...kenapa lama sekali?” terdengar suara beberapa gadis yang berasal dari lantai dua.
“Ehheem...oppa, kau membawa siapa?” tanya gadis itu dengan wajah ingin membunuh.
“Ehe...Kihyun-a, biarkan oppamu ini bersenang-senang sebentar, jebal,” ucap lelaki tadi dengan wajah memelas.
Tiba-tiba dari lantai dua, tampaklah dua orang gadis yang cantik jelita ―mungkin ulzzang― yang memasang wajah imutnya.
Oppa...siapa dia? Apakah tamu baru?” tanya salah seorang gadis.
“Lee Kiseop, kau ingin membuat skandal baru, ya?” ucap gadis bernama Kihyun tadi dengan berkacak pinggang.
“Aiiyaa! Kenapa kau memanggilku seperti itu? Aku ini oppamu!” seru lelaki yang bernama Kiseop itu tidak terima.
“Kenapa? Kita hanya berjarak tiga menit!” ucap Kihyun dengan wajah datar.
“Aiish...arasseo ini yang terakhir,” janji Kiseop.
“Awas kalau bohong!” ucap Kihyun dengan nada mengancam.
Kiseop hanya bisa mendengus pelan, kemudian beranjak ke lantai atas. Tetapi baru beberapa anak tangga yang dinaikinya, dia berbalik.
“Kihyun-a!” panggilnya.
Wae?” balas Kihyun dengan malas.
“Kau tidak keberatan, kan kalau kau yang membeli keperluan isi kulkas?” suruh Kiseop dengan entengnya.
Kihyun hanya bisa mendecak kesal dan memutar bola matanya dengan sebal. “Arasseo, aku pergi sekarang,” ucapnya kemudian menyambar tas dan jaketnya.
“Aah...tunggu!”
“Apa lagi?”
Mianhae.”
“Emh...tumben. Annyeong!” sindirinya, kemudian berlalu.
[Author POV]
“Dongrin...” gumam Donghae yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Hyung...” Kyuhyun menepuk pelan pundak Donghae. “aku tahu ini berat bagimu, tapi aku harap kau tidak terlalu memikirkannya, relakan mereka pergi.”
Donghae hanya terdiam menatap udara kosong.
Hyung...”
“A-aku harus pergi sekarang,” ucap Donghae pelan seraya menyembunyikan kesedihannya yang mendalam.
Hyung, gwenchana?” tanya Kyuhyun hati-hati.
“Hmm...gwenchana,” ucap Donghae seraya memaksakan seulas senyum. Dan dengan segera dia pergi dari rumah Kyuhyun dan Jongrin.
[Donghae POV]
Sampai sekarang aku masih belum mempercayainya, itu tadi pasti hanya ilusi, ya...hanya ilusi.
Karena rumah Kyuhyun yang letaknya dekat dengan Namsan Tower, aku berniat ke sana. Aku merapatkan jaketku karena malam ini sedang turun salju.
Aku menyapu tumpukan salju itu dengan kakiku. Tetapi tiba-tiba memoriku berputar ke beberapa tahun yang lalu, di mana Dongrin yang sangat senang ketika eomma membolehkannya keluar dan bermain salju. Tanpa ku sadari, air mataku menetes. Aku menangis dalam diam.
Oppa...jangan cengeng!’ tiba-tiba suara Dongrin terngiang dalam kepalaku. Dengan segera aku menghapus air mataku kemudian membayangkan wajahnya yang sedang tersenyum.
“Cish, babo namja, michyeoseo...oppa sialan!” tiba-tiba seorang gadis berlalu seraya menggerutu.
Entahlah ini deja vu atau apa, tetapi aku merasa gadis tadi seperti Dongrin. Hal itu terlihat sangat jelas dari pandangan matanya, cara berjalannya, dan cara berbicaranya, wajahnya pun juga hampir mirip.
Karena penasaran, aku pun mengikutinya. Ternyata gadis itu pergi ke sebuah mini market yang terletak tidak jauh dari tempatku semula.
Annyeonghaseyo~” ucap gadis itu saat memasuki mini market.
Aku segera memakai maskerku agar tidak ada orang yang menyadari keberadaan seorang Lee Donghae yang sedang berkeliaran malam-malam. Setelah dirasa wajahku sudah tidak dikenali, akupun memasuki mini market itu.
“...bukankah tiga hari yang lalu kau sudah berbelanja banyak?” tanya ahjumma penjaga mini market itu.
“Ck...ahjumma kan tahu sendiri bagaimana oppaku itu,” jelas gadis itu.
“Ah, eosse esseoyo,” sapa ahjumma itu saat menyadari keberadaanku.
“Euh...ah, ne,” balasku canggung.
“Ya sudah ahjumma, nanti kita lanjutkan mengobrolnya,” ucap gadis itu menyudahi pembicaraannya dengan ahjumma pejaga mini market itu.
[Kihyun POV]
Call : 바보 남자 (Babo Namja)
Mwo?” ucapku datar
“Belikan aku snack!” suruh oppaku dengan entengnya
S-H-I-R-E-O, shireo!” bentakku kemudian langsung mematikan sambungannya.
Call : 바보 남자
“Sudah kubilang aku tidak mau! Aku bukan pembantu!”
“Ya! Ya! Jangan ditutup!” suruhnya. Tapi terlambat, aku sudah menutupnya dan melanjutkan kegiatanku yang tertunda.
“Haish...” aku mendengus kesal, kemudian mematikan ponselku.
===
‘BRUUKK!’
“Ah, mianhamni―Ya! Kenapa kau ke sini, huh?” bentakku saat melihat seseorang yang kutabrak, oppaku.
“Kenapa? Tak ada undang-undang yang mengatur. Lagipula aku ke sini untuk membelikan snack member U-Kiss,” balasnya dengan ketus.
“Tapi tadi kau bilang aku yang kau suruh belanja, lalu kau datang ke sini, maksudmu apa huh?” bentakku sehingga banyak orang yang melihat dan mulai berbisik-bisik.
“Salah siapa kalau tadi aku suruh tidak mau?”
“Grr....itu karena kau sudah menghabiskan seluruh makanan di kulkas hanya untuk teman yeojamu!”
“Kenapa kau selalu mengaturku? Atur saja kehidupanmu sendiri! Kau tahu, aku ini lebih tua darimu!”
“Jangan membentakku seperti itu! Walaupun kau lebih tua, tapi kita hanya berjarak tiga menit, bukan tiga tahun! Babo namja!”
“Tapi tetap saja aku yang lebih tua darimu! Micheyo yeoja. Kenapa sih, dulu eomma harus melahirkanmu juga? Kau itu tidak berguna!” bentaknya kepadaku.
Aku tertegun, air mataku mendesak untuk keluar, tetapi aku menahannya. Setahuku, saudara kembar itu tak pernah menyesal dilahirkan berdua. Aku benar-benar tak menyangka oppaku akan mengatakan hal tabu seperti itu. Entah setan apa yang merasukinya sekarang.
“Ya! Ya! Sudah hentikan pertengkaran kalian dan kita pulang,” tiba-tiba Soohyun Oppa, dan juga Eli datang melerai.
“Aku benci oppa!” gumamku, kemudian berlari keluar.
“Kihyun-a tunggu!” seru Eli, tetapi aku tak menanggapinya.
Aku berlari sekencang mungkin menuju taman favoritku, walaupun tempatnya lumayan jauh, tetapi aku tetap bersikeras pergi ke sana. Tanpa kusadari, air mataku tumpah. Oppaku...dia sungguh kejam! Dia tak pernah mengerti dan menghargaiku.
Akhirnya, aku sampai di taman itu, kemudian duduk di salah satu kursi ayunan.
Eomma...”  gumamku di tengah isakan tangis.
Aku mengayunkan ayunan itu, dan berusaha melupakan kejadian tadi. Aku menghidupkan kembali ponselku. Ada sepuluh panggilan tak terjawab.
Aku kembali mengayunkan ayunan itu, tiba-tiba kepalaku pusing hebat dan mataku berkunang-kunang. Aku mencoba berdiri, tetapi kemudian semuanya menjadi serba putih.
[Kiseop POV]
“Kiseop-a...kau harus meminta maaf padanya! Perkataanmu tadi terlalu kasar,” suruh Soohyun Hyung kepadaku.
Aku tidak menggubrisnya, kemudian memandang keluar jendela dorm. Ya, aku tidak pulang ke rumah, tetapi ke dorm.
Danyeo waseumnida...”sapa dua orang yang baru saja datang, AJ dan Hoon
Danyeo oseyo...” balas semuanya, kecuali aku.
“Loh? Ada apa ini? Kok suasananya tegang?” tanya Hoon.
Soohyun Hyung memberi mereka isyarat untuk diam. Mereka yang sadar akan isyarat itu segera menutup mulut mereka dan menjauh.
Hyung, kurasa benar apa yang dikatakan Soohyun Hyung. Kau terlalu kasar padanya. Walaupun dia kembaranmu, tetapi dia tetap dongsaengmu. Kurasa dia membentakmu tadi karena kau kurang menghargainya dan kurang mengerti bagaimana perasaannya. Kau tahu hyung, wanita itu perasaanya lemah dan sensitif,” ucap Dongho.
Aku mencerna kembali perkataan  Dongho, ada benarnya juga perkataannya. Aku berjalan mendekatinya, kemudian menepuk pundaknya sekilas.
Gomawo, kau memang dongsaeng terhebat!” ucapku memujinya.
“Jadi, bagaimana keputusanmu? Kau akan meminta maaf padanya?” tanya Eli.
Ne, tapi tidak sekarang,” ucapku.
Wae?” tanya Dongho.
“Aku rasa dia masih marah padaku, dan tak akan mengangkat teleponnya.”
“Baiklah, kami akan selalu mendukungmu, hwaiting!” ucap Soohyun Hyung seraya mengepalkan kedua tangannya di udara.
[Kihyun POV]
Akh...kepalaku sakit sekali...mataku juga jadi sangat berat.
Aku mencoba membuka mataku perlahan, kemudian mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan.
‘Aku di mana?’ batinku. ‘Ini tidak terlihat seperti kamarku atau babo namja itu. Apakah dorm U-Kiss? Ah...kurasa tidak, tak ada satupun yang memiliki kamar seperti ini. Jangan-jangan...’
Oppa!!”aku terbangun seraya berteriak.
“Ah, selamat pagi. Kau sudah bangun rupanya,” ucap seorang lelaki seraya masuk ke kamar yang kupakai saat ini.
“Leeteuk Oppa?”
Ne, bagaimana keadaanmu, kau sudah baikan?”
“Memangnya aku kenapa? Dan...ini di mana?”
“Kemarin Donghae menemukanmu pingsan di sebuah taman. Karena tak tega, dia membawamu kemari. Ke dorm Super Junior,”
“Jadi, semalam aku di dorm Super Junior? Aish...babo namja itu pasti akan mengomeliku lagi karena aku tak pulang ke rumah,”gerutuku.
“Sudahlah, lebih baik sekarang kau sarapan dulu, Ryeowook akan memasakkan untukmu,” ajak Leeteuk Oppa dan hanya kubalas dengan anggukan.
===
“Jadi, namamu Kihyun?” tanya Sungmin Oppa.
Ne, waeyo?” tanyaku balik.
“Tidak ada,” balasnya. “Hanya saja, namamu terlalu unik untuk seorang yeoja.”
“Pujian atau sindiran?” tanyaku dengan pandangan dingin.
“Ti-tidak keduanya,” ucapnya takut kemudian bermain dengan ponselnya seraya menunggu makanan siap.
 “Kau punya Fandom?” tanya Leeteuk Oppa.
“Punya...kurasa.”
“Apa?” tanya beberapa member antusias.
“Emh...Kiss Me, mungkin,” ucapku. Tentu saja aku memilih Kiss Me, kakak kembarku saja salah satu membernya.
“Ah, pantas saja di ponselmu banyak foto U-Kiss, khususnya Eli,” ucap Eunhyuk Oppa.
‘Hah? Bagaimana dia bisa tahu?’ batinku, kemudian aku merogoh kantong celanaku, ponselku hilang!
“Kembalikan ponselku!” ucapku.
Leeteuk Oppa berdeham beberapa kali dan menatap tajam ke arah Eunhyuk Oppa. Kemudian dia mengeluarkan ponsel putih berlogo apel dari sakunya.
“Itu bukan ponselku!” ucapku.
“Memang bukan, itu ponselku,” ucap Eunhyuk Oppa dengan polos.
“Lalu di mana ponselku?”
“Ada di kamar yang kau pakai tadi,” ucapnya.
“Huh!” aku mendengus kesal. Dan akhirnya dia tertawa terbahak-bahak.
“Makanan siaaaap~” seru Ryeowook seraya menaruhkan semangkuk besar nasi goreng. “Loh? Kihyun-aa, kau mau ke mana?” tanyanya kepadaku.
“Mengambil ponsel,” ucapku datar kemudian berlalu.
Aku mengedarkan pandanganku, ternyata ponselku diletakkan di sebuah meja kecil di sebelah ranjang. Dan tanpa berpikir panjang, aku mengambil ponselku. Ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari oppaku.
Call : 바보 남자
“Kihyun-aa, makan dulu!” saat aku akan mengangkat telepon dari oppaku, Ryeowook Oppa memanggil.
Ne, sebentar, ada telepon,”
Yeoboseyo?” ucapku datar.
“Kau di mana?”
“Di suatu tempat yang tak kau ketahui,” ucapku ketus. Yaah, aku masih tersinggung dengan ucapannya kemarin.
“Ya! Aku serius!” ucapnya dengan nada manja.
“Aku juga serius!”
“Kihyun-aa, ayo makan dulu!” suruh Ryeowook Oppa yang tiba-tiba sudah ada di belakangku.
“Ah, ne, sebentar,” ucapku.
“Ya! Siapa itu?” tanya oppaku tiba-tiba.
“Bukan urusanmu!” ucapku kemudian memutus hubungan teleponnya.
“Siapa tadi yang meneleponmu? Namjachingumu ya?” tanya Ryeowook Oppa dengan nada menggoda.
“Ah...ani...Oppa-ya kkaja...nan bae go payo,” ucapku mengalihkan pembicaraan.
“Aish...kau benar-benar pintar mengalihkan pembicaraan,” Ryeowook Oppa mendecak kesal.
“O ya, oppa...ngomong-ngomong, itu foto siapa?” tanyaku seraya menunjuk sebuah foto.
“Dia Dongrin, adik Donghae Hyung,” ucap Ryeowook Oppa.
“Sepertinya aku kenal, tapi entahlah. Yasudah oppa, yuk!”suruhku.
[Author POV]
“Wah...nasi goreng!” seru Kihyun dengan berbinar.
“Jadi ini makanan kesukaanmu?” tanya Sungmin.
“Ehem...” angguk Kihyun. “Dulu eomma sering membuat yang seperti ini.”
“Kalau begitu...ayo cepat dimakan!” suruh Ryeowook dengan nada manja.
“Baiklah...baiklah, aku akan memakannya,” ucap Kihyun seraya menyendokkan sesendok nasi ke mulutnya.
“Bagaimana?” tanya Ryeowook tidak sabar.
Kihyun mengunyah makanannya kemudian menelannya. Tetapi beberapa detik kemudian dia terbatuk, lalu nafasnya jadi tersenggal-senggal dan kulitnya memerah.
“Kihyun-aa, waegurae?” tanya Leeteuk khawatir. Kihyun hanya menggeleng dan terus mencoba untuk bernafas.
“Ryeowook-ah, kau memasukkan apa ke dalam makanannya?” tanya Donghae yang langsung menyadari apabila Kihyun alergi dengan sesuatu.
“Aku menambahkan telur dan parutan keju,” jelas Ryeowook dengan nada ketakutan.
“Kihyun-aa, apa kau alergi sesuatu?” tanya Leeteuk.
“Te-lur,” ucapnya terbata.
Hyung! Kita harus segera membawanya ke rumah sakit!” ucap Donghae dengan panik.
Annyeong~” tiba-tiba seorang lelaki dan seorang perempuan ―yang masing-masing mendorong sebuah dorongan bayi― masuk ke dorm. Mereka Kyuhyun dan istrinya, Jongrin.
Hyung! Ppali!” seru Donghae yang tidak memperdulikan  Kyuhyun dan Jongrin.
Wae...waegurae?” tanya Kyuhyun yang kebingungan.
Dengan segera, Leeteuk menggendong Kihyun keluar dan diikuti oleh Donghae.
“Dia siapa? Dan...kenapa?” tanya Jongrin yang sama bingungnya dengan Kyuhyun.
“Ceritanya panjang, nanti saja aku ceritakan,” ucap Sungmin.
“Sekarang saja kenapa, sih?” suruh Kyuhyun dengan penasaran.
“Baiklah...baiklah. Namanya Kihyun. Kemarin, Donghae menemukannya pingsan di sebuah taman, kemudian dia membawanya kemari karena tak tega meninggalkannya sendirian. Dan tadi, Ryeowook tidak sengaja memasukkan telur  ke dalam makanannya,” jelas Sungmin. “Dan ternyata, dia alergi dengan telur.”
“Oh, jadi begitu.”
Yeo...yeoboseyo?” tiba-tiba Ryeowook menerima sebuah telepon, dari Leeteuk.
Mwo? Kritis? Ne, aku akan ke sana,” ucap Ryeowook, wajahnya pucat.
“Siapa?” tanya Eunhyuk.
“Leeteuk Hyung, dia bilang kalau Kihyun kritis,” ucap Ryeowook. “Aku akan menyusul ke sana dan minta maaf pada Kihyun.”
“Aku ikut!” seru Kyuhyun.
“Ya! Kau tak usah ikut!” ucap Jongrin seraya mencubit pinggang Kyuhyun.
Aigooo...auuh, ne..ne,” ucap Kyuhyun seraya mengusap pinggangnya.
===
Hyung! Bagaimana keadaan Kihyun?” tanya Ryeowook begitu sampai di rumah sakit.
“Dia sudah tidak apa-apa, hanya saja dia masih lemas,” jelas Leeteuk.
Hyung, kau sudah menghubungi keluarganya?” tanya Ryeowook lagi.
“Belum.”
“Kalau begitu aku akan menghubunginya namjachingunya, di mana ponsel Kihyun?” ucap Ryeowook.
Leeteuk pun mengeluarkan ponsel berwarna ungu dan menyerahkannya ke Ryeowook. “Memang kau tahu siapa namjachingunya?”
“Aku tahu, tadi pagi namjachingunya menelpon Kihyun.”
“Do...Donghae-ya? Waegurae?” tanya Leeteuk kepada Donghae yang terduduk lemas di kursi tunggu.
“Aku...mengingat Dongrin,” ucapnya.
“Sudahlah, walaupun dia sudah tiada, tetapi dia akan selalu ada di sini,” ucap Leeteuk seraya menunjuk dada kiri Donghae. “Di hatimu.”
===
―U-Kiss Dormitory ―
‘You feel in I my me mine subete, kakete egaku ai no sign. Sono hitomi no oku ni...’
Yeoboseyo?” sapa Kiseop.
“Emh, apa kau namjachingu Kihyun?”
“Hah? Namjachingu? Aniyeo...aku oppanya,” ucap Kiseop. “Kalau boleh tahu, ini siapa, dan di mana Kihyun?”
“Ah, gurae. Begini, Kihyun sekarang ada di rumah sakit...”
“Hah? Kenapa?” sela Kiseop.
“Kau ke sini saja, nanti aku akan jelaskan.”
“Baiklah, dia di rumah sakit mana?”
===
Kiseop segera menyambar jaket dan kunci mobilnya yang tergeletak di meja ruang tengah.
“Kau mau ke mana?” tanya Eli.
“Kihyun...dia masuk rumah sakit!” ucap Kiseop.
Mwo? Aku ikut!” ucap Eli.
Arasseo...ppali,” suruhnya kemudian berlari keluar.
===
“Kihyun-aa, mianhae,” ucap Ryeowook.
“Emh...gwenchana, oppa tak perlu minta maaf segala. Ini hanya kecelakaan kecil saja,” ucap Kihyun.
“Tapi kan tetap aku yang salah,” Ryeowook masih tetap menyalahkan dirinya sendiri. “Mianhae...jeongmal mianhae.”
Ne, arasseo.”
“KIHYUN-AA!” teriak seseorang yang tiba-tiba masuk ke ruang rawat Kihyun.
Oppa?” Kihyun membelalakkan matanya.
“Kiseop?” Ryeowook dan Leeteuk ikut membelalakkan matanya.
“Kihyun-aa! Kenapa semalam kau tak menjawab teleponku? Kenapa semalam kau tak pulang ke rumah? Kenapa kau tak memberitahuku di mana kau tadi? Apabila eomma tahu kalau kau semalam tidak pulang, aku yang akan kena marah! Apalagi di tambah kau yang masuk ke rumah sakit.”
Kiseop langsung memberondongi Kihyun dengan berbagai pertanyaan. Kihyun pun hanya bisa menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong. Tiba-tiba dari pelupuk matanya keluar cairan bening yang membuat Kiseop tersadar akan perkataanya yang sekali lagi menyakiti perasaan Kihyun.
“Kihyun-aa...” Kiseop perlahan mendekati ranjang Kihyun.
Leeteuk, Donghae, dan Ryeowook yang mendapat isyarat agar meninggalkan keduanya segera beranjak.
“Kenapa kau kemari? Kau bilang aku tak berguna,” ucap Kihyun dengan ketusnya.
Mianhae.”
“Hanya itu?” ucap Kihyun dengan nada kecewa. “Hanya itu kah yang kau katakan setelah kau menyakiti perasaanku? Kau itu tak pernah mengerti bagaimana perasaanku! Aku tidak butuh ketenaran, aku tidak butuh uang, aku tidak butuh segalanya. Yang aku butuhkan hanya kasih sayang! Kasih sayang seorang kakak kepada adiknya!” bentak Kihyun dengan air mata yang mengucur deras.
Tiba-tiba Kiseop memeluk erat Kihyun yang sekarang sudah menangis hebat. “Maaf, maafkan aku, untuk segalanya. Aku tahu, selama ini aku salah. Aku memang bodoh. Aku berjanji untuk kedepannya aku akan lebih memperhatikanmu, sekali lagi...mianhae.”
Kihyun tidak menjawab apapun, dia hanya tetap menangis dan menangis.
“Tidak apa, menangislah sepuasnya, kau sudah lama menahan rasa sakit di hatimu, mianhae,” Kiseop mengelus kepala Kihyun dengan lembut. Tangis Kihyun pun semakin hebat, kemudian dia membalas pelukan Kiseop.
Nado mianhae, oppa.”
[Leeteuk POV]
“Eli-ssi,” ucapku.
Ne?” balasnya.
“Sebenarnya mereka ada masalah apa sampai bertengkar hebat seperti itu?” tanyaku.
“Yah, sebenarnya mereka memang sering bertengkar seperti itu. Dan kemarin mereka ada di puncaknya,” jelas Eli.
“Maksudnya ada di puncaknya?” tanya Ryeowook tiba-tiba.
“Kemarin, Kiseop membentak dan mengatakan hal yang kasar terhadap Kihyun. Dan kemungkinan itulah yang menyebabkan Kihyun kabur semalam,” Eli kembali menjelaskan.
“Ah, Kiseop-aa, bagaimana Kihyun?” tanyaku saat Kiseop keluar dari ruang rawat.
“Dia tertidur karena lelah menangis,” ucap Kiseop.
“Kiseop-ah, aku ingin memberitahumu sesuatu,” ucap Donghae tiba-tiba.
Ne?”
“Kau harus lebih memperhatikannya, dan usahakan perhatikan kesehatannya juga. Aku tidak mau kau mengalami hal yang sama sepertiku,” ucap Donghae menasehati Kiseop. Bisa kulihat mata Donghae yang berkaca-kaca.
Ne, aku akan berusaha,” ucap Kiseop seraya tersenyum.
[Author POV]
Sehari kemudian, Kihyun pun akhirnya pulang. Kiseop pun mengadakan sebuah acara kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Kihyun. Beberapa member Super Junior pun diundang.
“Ki-Kiseop?” Jongrin yang baru datang langsung mengenali Kiseop.
“Jongrin? Kenapa kau ke sini?” tanya Kiseop. “Ah, mianhae...aku baru ingat kalau kau istri Kyuhyun Sunbae.”
“Kalian saling kenal ya?” tanya Kyuhyun yang sudah berada di belakang Jongrin.
Ne, dia satu agensi denganku dulu saat menjadi ulzzang. Ngomong-ngomong di mana Kihyun?”
“Dia di atas, aku akan memanggilnya.”
“Kihyun-aa!” teriak Kiseop. “Aigoooo...pasti volume penuh lagi.”
Kiseop pun mendekati Kihyun perlahan, kemudian melepas headphonenya dan berteriak tepat di telinganya.
“Ya! Neo jinjja!” Kihyun memukul Kiseop dengan bantal. “Waegurae?”
“Yang lain sudah menunggumu di bawah, kkaja,” ajak Kiseop.
“Sebentar, aku selesaikan dulu membacanya...seru nih ceritanya,” ucap Kihyun dengan pandangan tetap mengarah ke ponselnya.
“Baca apaan sih?” tanya Kiseop penasaran.
“Fanfic...ceritanya bagus, seru lagi. Nama authornya AkaneHeeHee, unik yah namanya,” ucap Kihyun tetapi tidak ditanggapi oleh Kiseop. Kiseop pun akhirnya menggeret Kihyun ke bawah.
Kkajaa!!” perintahnya.
“Ya! Ya! Ya! Aku baru saja keluar dari rumah sakit! Ya! Babo namja...hentikaaaan!” teriak Kihyun karena Kiseop menyeretnya dengan brutal.
―The End―
Yak! Akhirnya selesai nih epep...ehehe, mian kalo kepanjangan( ._.)v ini aja udah aku persingkat lagi ceritanya.
Eee...kayanya ceritanya jadi nggak nyambung sama part 1 kalo dilihat” XDD. Gimana menurut readerdeul?
Terus alurnya jadi kelihatan kecepetan banget...masa Kihyun bisa dengan cepat adaptasi sama anak” Suju..Aku memang author gagal ~o~...mianhae~
Mian lagi kalo ada kiseop biased yang merasa biasnya aku nistai...hohoho ^o^v *sebenernya emang dinistai sih XD*
Btw endingnya nggak banget yah XDD...terus unsur comedynya juga hilang gara” kiseop cari gara” sama kihyun XDD *kok kiseop yang disalahin?*
Kenapa di sini banyak U-Kiss nya daripada SuJunya? Yaah...jawabannya simpel aja sih...
Author baru suka u-kiss...apalagi eli >.< #outoftopic
O ya...sekedar pemberitahuan...yang di memories sebelumnya kan endingnya aku bilang kalo ada dua orang yang berdiri matung di depan rumah kyu kan...
Itu typo...mian ._.v
Harusnya cuma seorang...yaitu donghae XDD
Yasudahlah...itu aja~
Sampe ketemu di epep selanjutnya~~
O ya sampe lupa...kira” ada yang mau profilnya Dongrin sama Kihyun nggak? Kalo mau ntar aku post ^^~
Tapi kalo nggak ada yang mau...tetep aku post XDD #authorbabo

0 Comments on "Memories [Part 2-End]"

Post a Comment

 

♛Yuuki's Journal★ Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting