Title :
Story About Donghae’s Sister Part 3
Author :
AkaneHeeHee (@akane970117)
Rating :
G
Category :
Family,Romance,Friendship,Tragedy,Angst,Comedy
Lenght :
Short Story
Cast :
Lee Dongrin (OC), Lee Donghae, Kim Heechul, Lee Hyukjae, and find the another
cast.
Disclaimer : I
only own the plot, the character are belong to themselves, do not take it out
without permission.
HAPPY READING, IF YOU DON’T LIKE THIS FANFIC. YOU CAN
CLOSE THIS PAGE NOW.
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
PLEASE DON’T BASHING AND HAVE A RESPECT. COPYCAT MAY JUST LEAVE.
AT LEAST ENJOY IT :)
Story About
Donghae’s Sister
===
[Author’s POV]
Setelah beberapa menit mereka perjalanan pulang akhirnya
mereka sampai di rumah. Dongrin segera keluar dan mengeluarkan barang-barangnya
yang berada di bagasi. Tetapi ada sesuatu yang ganjil antara dua orang namja
yang sedari tadi saling senggol-menyenggol.
“Oppa, kalian sedang apa?” tanya Dongrin bingung.
Tetapi mereka tetap senggol-menyenggol sambil sesekali melirik Dongrin. Dan
akhirnya Donghae angkat bicara.
“Eee...Dongrin, kami ke toko itu sebentar ya untuk membeli
makanan, annyeong!” ucap Donghae dan tanpa menunggu jawaban dari
Dongrin, Donghae dan Heechul langsung melesat pergi.
“Heee? Belum juga dijawab, udah hilang,” ucap Dongrin
bingung.
‘Aduuuhh! Bagaimana ini? Siapa yang akan membantuku membawa
barang sebanyak ini?’ batin Dongrin frustasi.
Dan setelah berpikir cukup lama, Dongrin akhirnya memutuskan
untuk meninggalkan semua barang yang tergeletak di samping mobil dan masuk ke
dalam rumah.
“Annyeonghaseo!” ucap Dongrin seraya memasuki ruang
tengah. Tetapi tak ada yang menjawabnya.
“Aiisshh!! Ke mana semua orang? Kenapa tak ada yang
menyambutku?” ucap Dongrin kesal. Dan karena hari saat itu sudah mulai gelap,
Dongrin segera mencari tombol lampu, dan...
KLIIIIKK...
“Welcome home! Dongrin-ssi!” ucap semua yang berada
di ruang tengah itu. Dongrin sempat terkejut, tetapi selang beberapa detik, dia
langsung tersenyum bahagia.
“Gomawo semuanya!” ucap Dongrin terharu, lalu Lee
Ahjumma memeluknya. Senyum bahagia masih terpancar di wajahnya. Tetapi tidak
setelah melihat dua orang yang SANGAT familiar baginya.
“Oppa! Katanya kalian ke toko? Kalian membohongiku
ya?” ucap Dongrin kesal saat melihat ada dua orang namja yang tadi
meninggalkannya dengan alasan ingin ke toko untuk membeli makanan. Heechul dan
Donghae hanya bisa menampakkan senyum tanpa dosa.
“Lalu...bagaimana kalian berdua bisa masuk ke sini?” tanya
Dongrin penasaran. Mereka kembali saling senggol-menyenggol, tetapi akhirnya
Heechul yang angkat bicara.
“Saat kau mulai masuk ke rumah. Kami kembali ke pekarangan
rumah dan masuk lewat pintu belakang,” ucap Heechul.
“Dongrin-aa, kau tidak marah kan?” ucap Donghae panik saat
melihat wajah Dongrin yang di tekuk tujuh itu.
“Aku marah!” ucap Dongrin ketus. Lalu Heechul dan Donghae
saling berpandangan, dan akhirnya mereka memeluk Dongrin.
“Miaannhaaee!!!” ucap Heechul dan Donghae sambil
memeluk Dongrin.
“Hahahaha!! Kalian tertipuuu, wah aktingku bagus sekalii~,”
ucap Dongrin sambil melepaskan pelukan Heechul dan Donghae.
Semua yang berada di situ tawanya langsung meledak dan
sekarang suasana ruang tengah saat itu menjadi benar-benar ramai.
===
“Ayo! Kita makan sore dulu!” ucap Lee Ahjumma menghentikan
kebisingan di ruangan itu.
“Ne!” ucap semuanya kompak.
Lalu Lee Ahjumma segera melesat ke dapur untuk mengambilkan
makanan yang tadi sudah dibuatnya bersama Ryeowook dan Hangeng. Ryeowook dan
Hangeng yang melihat Lee Ahjumma kesulitan membawa nampan berisi beberapa
piring makanan itu, langsung melesat ke dapur juga untuk membantu Lee Ahjumma.
Setelah Lee Ahjumma, Ryeowook, dan Hangeng selesai
menyiapkan makanannya. Sekarang semua duduk ditempat masing-masing. Tetapi saat
akan mulai berdoa sebelum makan —yang pastinya dipimpin
Siwon— ada orang yang memencet bel pintu.
TING...TONG!
“Biar aku yang membukakan eomma,” ucap Dongrin.
“Tidak usah! Kau tidak boleh terlalu capek,” ucap Lee
Ahjumma.
“Ya ampun eomma, masa hanya membukakan pintu saja
bisa capek?” ucap Dongrin manyun. Lalu Lee Ahjumma segera menatap tajam ke arah
anak gadisnya itu.
“N..n..ne eomma” ucap Dongrin gugup karena melihat
tatapan Lee Ahjumma yang seakan ingin menelannya hidup-hidup apabila dia tidak
mematuhi perintah ibunya.
“Donghae cepat bukakan pintunya!” ucap Lee Ahjumma.
“Ya! Kenapa aku? Aku sedang makan eomma!” ucap
Donghae.
“Cepat bukakan atau...” ucap Lee Ahjumma menggantungkan
kalimatnya.
“Ne eomma,” ucap Donghae dan dia segera melesat ke
arah pintu depan
[Donghae’s POV]
“Sebentar!” ucapku sambil berjalan ke arah pintu.
“Annyeonghaseo,” ucap empat orang yeoja di
hadapanku.
Tetapi tiba-tiba salah satu yeoja yang berambut coklat
panjang menjatuhkan ponselnya dan menatapku dengan tatapan yang tidak bisa
kuartikan.
“Aiiissh..Kyuyoung! jangan mulai lagi!” ucap seorang yeoja
yang berambut hitam tebal.
“Jongrin! Kyuyoung! Yunhae! Haeri!” ucap Dongrin yang
tiba-tiba sudah berada di sampingku.
“Mereka temanmu?” tanyaku.
“Tentu saja! Oppa tak tahu ya? Ayo! Masuk!” ucap
Dongrin mempersilakan temannya masuk.
“Chingu~ ayo kalian juga ikut makan!” suruh Dongrin
pada teman-temannya.
“Ne!” ucap teman Dongrin serempak.
Aku sempat berpikir, bagaimana reaksi teman-teman Dongrin
saat menyadari di ruang makan salah seorang temannya sudah berkumpul para
member Super Junior.
‘Mungkin mereka histeris seperti dokter kemarin,’ batinku.
Dugaanku hampir benar tetapi ada dua orang yeoja yang
tampak biasa-biasa saja.
‘Sepertinya aku pernah melihat dua orang yeoja itu!’
batinku lagi. Lalu aku memutuskan untuk bertanya pada Dongrin.
“Dongrin! Kenapa dua temanmu itu tampak biasa-biasa saja?
Dan dua temanmu yang itu malah histeris?” tanyaku.
“Oppa! Kau benar-benar
tidak tau ya? Yang dikucir kuda ke belakang itu namanya Jongrin, dia adik
Yesung Oppa,”
Lalu yang memakai kacamata itu bernama Yunhae, dia adik
Yunho Oppa(TVXQ,)” ucap Dongrin menjelaskan.
“Jinjja? Ooh pantas mereka tidak histeris, kalau dua
temanmu yang histeris itu?” tanyaku lagi.
“Aiisshh...oppa kebanyakan tanya! Yang berambut
coklat tadi itu namanya Kyuyoung, lalu yang satunya bernama Haeri. Mereka hanya
ELF biasa,” ucap Dongrin menjelaskan.
“Pasti mereka bangga memiliki sahabat seorang yeodongsaeng
Lee Donghae Super Junior,” ucapku.
“Tidak oppa. Mereka tidak seperti itu,” ucap Dongrin mengelak
perkataanku.
‘Ternyata 2 yeoja itu adik Yesung hyung dan Yunho hyung. Aku
baru tahu, ooh...mungkin mereka yg di katakan yeodongsaeng yang disembunyikan
oleh Yesung hyung dan Yunho hyung’ batinku.
===
Akhirnya kami semua mulai berdoa dan segera makan. Dongrin terlihat
sangat ceria berada di dekat teman-temannya. Dia banyak berbincang dengan
temannya dan akhirnya ditegur oleh eomma.
“Dongrin! Habiskan dulu makanmu! Lalu baru mengobrol!” ucap
eomma.
“Ah...ne eomma,” ucap Dongrin dan segera menghabiskan
makanan di piringnya yang tinggal beberapa suap.
*Yunhae POV*
Aku tadi sempat terkejut karena ternyata Donghae oppa yang
membukakan pintu. Setelah kejadian waktu itu, sekarang aku tahu kalau Dongrin
sama sepertiku, dia dongsaeng yang di sembunyikan dari dunia luar. Tetapi
sayang, rahasia itu sudah terbongkar. Mungkin Jongrin sudah tahu dari dulu
tentang rahasia Dongrin, karena dia juga sama. Dia adik Kim JongWoon Super
Junior.
Setelah kami masuk ke dalam rumah Dongrin, Dongrin menyuruh
kami untuk ikut makan. Aku yakin pasti ada member SuJu yang lain di dalam, dan
aku juga yakin kedua yeoja di sampingku ini akan berteriak histeris. Benar saja
apa dugaanku. Ketika melihat para member SuJu, mereka langsung berteriak kegirangan.
Tetapi tidak denganku dan Jongrin. Kami hanya bersikap biasa saja.
*Author POV*
4 hari setelah kepulangan Dongrin, sekarang dia sudah dapat
beraktivitas seperti biasa. Karena akhir-akhir ini, dia tidak pernah merasakan
pusing, dan juga tidak pernah mimisan. Lee Ahjumma bersyukur atas semua itu.
Suatu hari saat Dongrin sedang bermain dengan kucingnya,
tiba-tiba Heechul mendekatinya.
“Kau suka kucing?” tanya Heechul.
Dongrin yang terkejut karena kedatangan Heechul yang
tiba-tiba langsung tersentak kaget dan mengomel tidak jelas.
“Kyaaaa! Oppa, sejak kapan oppa di sini?” tanya Dongrin.
“Baru saja, kenapa?” ucap Heechul santai.
“Kenapa tidak terdengar suara langkahnya?” Tanya Dongrin.
“Karena aku kucing....miaaaaww,” ucap Heechul sambil
menirukan gaya kucing yang akan menerkam mangsanya.
Tiba-tiba wajah Dongrin terasa panas dan jantungnya berdegup
lebih cepat dari biasanya.
‘Ada apa ini? Kenapa jantungku berdegup begitu cepat?’ batin
Dongrin.
“Hmm...kau kenapa?” tanya Heechul panik.
“Ahh...gwenchana oppa,” ucap Dongrin sambil memalingkan
wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Heechul yang penasaran langsung mencoba melihat wajah
Dongrin.
“Kenapa wajahmu memerah? Apa kau tidak enak badan? Biar aku
panggilkan eommamu!” ucap Heechul panik dan langsung menyentuh pipi Dongrin.
“Ahh...tidak oppa, aku baik-baik saja! Tidak usah panik
begitu!” ucap Dongrin menepis tangan Heechul.
“Lalu kenapa wajahmu merah begitu? Hampir kaya kepiting
rebus tau! Atau jangan-jangan kau suka padaku ya? Ayolah! Mengaku saja XD,”
ucap Heechul menggoda Dongrin.
“Yaa!! Oppa! Amit-amit kalau aku sampai suka sama oppa,”
ucap Dongrin sambil mengejar Heechul.
“Cieee!! Main kejar-kejaran nih...serasa nonton film India
kkkk,” ucap Eunhyuk yang melihat tingkah Dongrin dan Heechul.
Tetapi tidak perlu waktu lama. 2 majalah yang tadinya berada
di atas meja, sekarang sudah mendarat mulus di kepala Eunhyuk.
“Waadaaaww~” erang Eunhyuk.
“Ahahahahaa~~” tawa Dongrin dan Heechul menggema ke seluruh
ruangan.
*Dongrin POV*
Aku masih heran, kenapa kemarin jantungku berdegup begitu
kencang dan wajahku memerah. Karena rasa penasaranku yang sudah tidak bisa ditahan
lagi, akhirnya aku memutuskan untuk bercerita ke Jongrin
To: Jongrin Onnie~
Onnie~
Apabila seorang yeoja jantungnya berdegup
lebih cepat dari biasanya dan wajahnya memanas saat melihat seorang namja itu pertanda apa?
Akupun segera mengirim pesan tersebut ke Jongrin onnie. Yah,
sebelumnya perlu kau ketahui. Walaupun aku lebih tua dari Jongrin tetapi aku
tetap memanggilnya onnie, karena aku merasa lebih muda darinya XDD.
Tak perlu berlama-lama, akhirnya balasan dari Jongrin onnie
datang juga. Akupun segera membukanya.
From: Jongrin Onnie~
Itu pertanda kalau yeoja tersebut
sedang jatuh cintrong (?) XDD
Memang kenapa? Jangan-jangan kau
sedang jatuh cinta ya?
Dan tanpa berpikir 2 kali, akupun langsung membalas pesan
Jongrin onnie dengan kesal.
To: Jongrin Onnie~
Yaa!! Onniee!! Akukan hanya
bertanya. Aku tidak sedang jatuh cinta, kok. Sudah lupakan saja! Annyeong -__-
Pesanpun terkirim. Aku tidak mempedulikan balasan Jongrin
onnie lagi, dan aku memutuskan untuk tidur saja.
===
-keesokan harinya-
Seperti pagi-pagi yang sebelumnya, aku bangun, lalu mandi,
memakai seragam, memasukkan kotak P3K;PSP; dan ponsel kedalam ransel, turun
kebawah, disambut oleh ciuman di kening dari eomma, sarapan dengan sandwich dan
susu coklat kesukaanku,pergi ke rumah Jongrin onnie —sejak kejadian tersandung itu, aku sekarang mulai berangkat sekolah
bersama Jongrin onnie—, dan sampai
di sekolah.
Seperti itulah aktivitasku setiap pagi. Tetapi tidak dengan
hari ini. Karena hari ini adalah hari MINGGU~ dimana hari penuh kebebasan bagi
seorang pelajar sepertiku.
Saat aku sedang bermain dengan PSP ku, tiba-tiba Heechul
oppa mengagetkanku lagi. “DONGRIIIINN! ;D” ucapnya dan sukses membuat PSPku
jatuh tergeletak tak bernyawa (?).
“PSPkuuuu~~~” ucapku mendramatisis (?)
“Hehe..mianhae!” ucap Heechul oppa innocent. Mungkin karena
terlalu innocent jadinya dia menyebalkan -,-.
“Ada apa oppa?” ucapku manyun dan segera menyelamatkan PSPku
sebelum ada hal buruk yang terjadi padanya.
“Ini kan hari minggu,jadi...” ucap Heechul oppa malu-malu.
“Jadi...” ucapku sambil mengecek kesehatan (?) PSPku.
“Kau mau tidak aku ajak jalan-jalan hari ini? Aku bosan di
rumah!” ucap Heechul oppa sambil setengah merengek.
“Kenapa tidak bersama Han koko saja?” ucapku lalu tersenyum
lega karena PSPku tidak apa-apa.
“Hangeng sedang ada schedule. Oh ayolaaahh!!” ucap Heechul
oppa mulai menarik-narik lengan bajuku.
“Yaa!! Oppaa! Jangan di tarik-tarik, nanti melar!
Ne..ne..arasseo, aku temani oppa jalan-jalan, tapi...” ucapku menggantungkan
kalimat
“Tapi...?” ucap Heechul oppa mengulangi kata-kataku.
“Nanti aku belikan es krim coklat yah ;D” ucapku dan
langsung melesat ke kamar untuk berganti baju sekaligus untuk menghindari
timpukan bantal dari Heechul.
“Haah...ya sudahlah -___-” ucap Heechul oppa pasrah.
Akupun segera mengganti bajuku dengan kaus berwarna abu-abu
dan kemeja kotak-kotak yang kancingnya sengaja aku buka. Lalu untuk celananya
aku memakai celana jins biru. Rambutku aku kucir kuda ke belakang.

(cr: Baek Jae Ah)
Setelah memasukkan barang yang wajib (?) ku bawa —seperti: ponsel,tissue,i-pod,PSP,dompet,buku kecil,pensil
dan penghapus— akupun segera turun ke bawah.
“Ciee~ yang mau nge-date ;)” ucap Eunhyuk oppa menggodaku.
Tanpa pikir panjang, barang apapun yang berada di meja
sebelahku langsung aku lemparkan ke wajah Eunhyuk oppa. Untung hanya vas
mainan, coba kalau vas keramik. Bisa hancur tuh wajah keren.
*Author POV*
Setelah berurusan dengan pihak berkewajiban (?) *read: Lee
Ahjumma* tentang jalan-jalannya bersama Heechul. Akhirnya Dongrin di bolehkan
untuk pergi.
-saat di dalam mobil-
“Oppa! Kita mau kemana sih?” tanya Dongrin penasaran.
“Kemana aja boleeehh!!” ucap Heechul santai, dan dalam
sekejap dia mendapat timpukan bantal yang berada di mobil tersebut.
“Yaa!! Oppa, kenapa begitu? Jangan-jangan kau menculikku
lagi...huhu, eomma! Aku di culik chullie!” ucap Dongrin berkaca-kaca —yang sangat jelas terlihat bahwa dia hanya berpura-pura
dengan meneteskan obat tetes mata yang ia temukan di dalam mobil—
“Ne...ne...kita pergi ke taman hiburan bagaimana?” tanya
Heechul meminta pendapat.
“Eumh...boleh lah...boleh *jarjit mode: on*” ucap Dongrin.
Dan dia langsung mengeluarkan i-pod dan PSPnya.
===
-sesampainya di tempat tujuan-
“Nah! Sudah sampai” ucap Heechul sembari tersenyum.
“Oooy! Dongrin! Sudah sampaaaii!” ucap Heechul mengeraskan
suaranya karena kuping Dongrin tertutup oleh earphone dan matanya masih fokus
ke PSPnya. Heechul-pun langsung merebut PSP Dongrin dan melepas earphone yang
digunakan oleh Dongrin.
“Hee? Kok diambil?” ucap Dongrin masih bingung.
“Kita sudah sampai!” ucap Heechul lalu mengembalikan PSP
yang tadi di sitanya selama 20 detik.
“Oh...ok, sekarang kita mau ngapain?” tanya Dongrin polos.
“Jalan-jalan lah!” ucap Heechul.
“Oppa tidak pakai alat penyamaran?” tanya Dongrin.
“Pakailah!” ucap Heechul dan mengeluarkan topi beserta kaca
mata hitamnya.
Merekapun segera turun dari mobil dan mulai berjalan-jalan
di taman hiburan itu. “Oppa! Aku menagih janjimu!” ucap Dongrin sambil
mengeluarkan puppy eyesnya.
“Hee? Janji apa? Aku tidak pernah berjanji apapun padamu!”
ucap Heechul polos.
“Aish, aku minta belikan es krim coklat!” ucap Dongrin
merengek ke Heechul saat dia melihat ada penjual es krim.
“Hmm...baiklah!” ucap Heechul lalu mengeluarkan uang dari
dompetnya.
“Sana! Belilah!” ucap Heechul sambil menyodorkan uangnya ke
Dongrin.
“Aku tidak mau! Oppa yang harus membelikan. Aku akan
menunggu di sini!” ucap Dongrin manyun.
“Hhh...baiklaaah!” ucap Heechul pasrah.
“Kau tunggu di sini! Jangan kemana-mana, arasseo?” ucap
Heechul menasehati Dongrin.
“Ne oppa!” ucap Dongrin berbinar.
Saat Heechul sedang memesankan es krim, tiba-tiba ada 3
orang namja berbadan besar yang mendekati Dongrin. “Hai manis, sendirian?” ucap
salah satu namja itu.
_TBC_
===
Apakah yang akan terjadi pada Dongrin? Saksikan tahun depan
*lho?* ehehe...nggak ding,
Ayo...bagaimana sekarang? Apakah masih aneh? Jelek? Ancur?
Atau Ababil XD?
Btw...ini ff makin lama makin ancur ya ~.~
Lihatlah tatanan bahasanya nggak banget =o=
Males ngedit juga XDD...hehe
Ok...see you in next part aja lah ^_~



0 comments:
Post a Comment